Perusahaan Pelabuhan Taiwan Raih Perak dalam Kompetisi Laporan Keberlanjutan Asia
Laporan Keberlanjutan 2023 yang diterbitkan oleh Taiwan International Ports Corporation (TIPS) mengikuti Kompetisi Laporan Keberlanjutan Asia (ASRA) di Singapura dan berhasil meraih medali perak dalam kategori sektor publik. Perusahaan ini menjadi satu-satunya dari Taiwan yang memenangkan penghargaan di kategori tersebut.
Ketua Dewan Direksi Li Xian-yi (李賢義) mengungkapkan bahwa perusahaan akan terus memperhatikan tren keberlanjutan global serta isu-isu penting seperti perubahan iklim dan keanekaragaman hayati, dengan visi membangun "pelabuhan berketahanan rendah karbon yang sejahtera bersama."
Tahun ini, kompetisi ASRA diikuti oleh perusahaan dari 13 negara Asia yang bersaing dalam 17 kategori penghargaan. Setiap kategori memilih masing-masing satu pemenang medali emas, perak, dan perunggu. Dalam kategori sektor publik, TIPS bersaing dengan perusahaan dari Hong Kong, Thailand, Indonesia, Kazakhstan, dan negara lainnya, dan berakhir sebagai pemenang.
Li Xian-yi menambahkan bahwa Perusahaan Pelabuhan telah berupaya dalam berbagai aspek, seperti operasional dan tata kelola perusahaan, pengurangan emisi karbon di pelabuhan, tanggung jawab sosial, kesejahteraan karyawan, serta kerja sama dengan kota-kota terkait. Perusahaan juga secara aktif menyesuaikan kebijakan dengan pemerintah dan merespons isu-isu yang menjadi perhatian para pemangku kepentingan. Melalui Laporan Keberlanjutan, perusahaan berupaya mengungkapkan hasil pencapaiannya dalam keberlanjutan serta membangun platform komunikasi yang transparan dengan publik.
Laporan Keberlanjutan 2023 dari Perusahaan Pelabuhan sebelumnya juga telah meraih berbagai penghargaan, termasuk Penghargaan Emas TCSA untuk Laporan Keberlanjutan, Penghargaan Keberlanjutan Logistik ESG dalam kategori “Inovasi dan Penerapan” serta kategori “Pemanfaatan Energi”, dsb.
Kompetisi Laporan Keberlanjutan Asia (ASRA) merupakan program nirlaba yang diselenggarakan oleh CSR Works International di Singapura. Proses seleksi dilakukan secara independen oleh dewan juri yang terdiri dari para pakar CSR dari berbagai sektor, termasuk pemerintah, organisasi non-pemerintah, akademisi, media, dan industri, untuk memilih perusahaan-perusahaan terdepan di Asia dalam bidang keberlanjutan.

(foto: ASRA)
"RT-Mart" Diperkirakan akan Berganti Nama Menjadi "Da Quan Lian"!
Pusat Perbelanjaan PX Mart telah mengakuisisi RT-Mart sejak tahun 2022. Setelah lebih dari dua tahun, muncul kabar bahwa nama "RT-Mart" akan dihapus dan diganti menjadi "Da Quan Lian". Proses pergantian nama diprediksi akan selesai pada kuartal ketiga tahun ini, sementara sistem integrasi keanggotaan akan diumumkan pada paruh kedua tahun ini.
RT-Mart didirikan oleh Ruentex Group pada tahun 1997 dan pada masa kejayaannya memiliki 24 gerai di seluruh Taiwan, dengan pendapatan tahunan melebihi NT$40 miliar. Sementara itu, pada Oktober 2021, PX Mart mengumumkan akuisisi RT-Mart Taiwan dengan nilai NT$11,5 miliar. Setelah melewati proses persetujuan selama hampir 9 bulan oleh Fair Trade Commision, akhirnya pada 1 Juli 2022, akuisisi ini disetujui dan diumumkan secara resmi.
Setelah lebih dari dua tahun penyesuaian, kini diputuskan bahwa merek RT-Mart akan dilebur sepenuhnya ke dalam PX Mart. Ke depannya, PX Mart akan menjadi perusahaan yang tetap beroperasi, sementara seluruh karyawan dan anggota RT-Mart akan dialihkan ke PX Mart. Rencana integrasi sistem keanggotaan akan diumumkan dalam paruh kedua tahun ini.
PX Mart, yang didirikan pada tahun 1998, kini memiliki lebih dari 1.200 gerai di seluruh Taiwan, dengan pendapatan tahunan melebihi NT$180 miliar, menjadikannya jaringan supermarket terbesar di Taiwan. Saat ini, RT-Mart masih memiliki 20 gerai hipermarket. Jika digabungkan dengan pendapatan PX Mart, total pendapatan tahunan mereka mencapai NT$210 miliar. Selain itu, tahun ini RT-Mart akan membuka cabang baru di Qingpu, Taoyuan, yang diperkirakan akan diluncurkan dengan merek baru "Da Quan Lian".

(foto: 全聯福利中心 via UDN)
Berbagai Barang dan Furnitur Mewah Seringkali “Dibuang” di DIstrik Daan
Di Distrik Daan, Taipei, berbagai perabot rumah tangga senilai puluhan ribu dolar Taiwan sering ditemukan terbuang di pinggir jalan. Biro Perlindungan Lingkungan setempat sebenarnya menyediakan layanan pengangkutan gratis untuk barang-barang besar. Tapi, seorang warganet baru-baru ini menemukan kasur busa memori dan furnitur mahal lainnya yang dibuang begitu saja, sehingga memicu diskusi hangat di media sosial.
Postingan di grup Facebook "Road Observation" menunjukkan foto-foto furnitur seperti kasur, sofa, lemari, dan meja kopi yang ditinggalkan di tepi jalan. Beberapa netizen memperkirakan harga barang-barang tersebut cukup tinggi, termasuk alas tempat tidur yang nilainya mendekati 10.000 NTD, belum lagi kasur busa memori yang terkenal mahal.
Fenomena ini memancing berbagai reaksi, mulai dari komentar lucu hingga spekulasi ekonomi. Beberapa warganet bercanda bahwa mengumpulkan barang bekas di Distrik Daan bisa membuat seseorang kaya, menyamakannya dengan "IKEA di ruang terbuka." Ada pula yang mengaku memiliki teman yang membuka toko furnitur bekas dengan mengumpulkan barang-barang ini.
Sebagian orang juga membagikan pengalaman pribadi menemukan barang berharga di tempat sampah atau pinggir jalan, termasuk dompet Chanel dan furnitur berkualitas baik yang masih bisa digunakan. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa dalam semalam, furnitur besar yang ditinggalkan bisa lenyap sebelum petugas kebersihan sempat mengangkutnya.
Namun, ada juga yang memperingatkan agar berhati-hati sebelum mengambil barang-barang terbuang ini. Beberapa spekulasi menyebutkan bahwa barang-barang tersebut mungkin milik seseorang yang telah meninggal, atau berpotensi memiliki masalah kebersihan yang tidak terlihat secara kasat mata.
(foto: FB 路上觀察學院)
Wawancara Bersama Gracia Intan Permatasari
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
