History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 200325: Perusahaan Ini Luncurkan

  • 20 March, 2025
Humantek - RtiFM Online Kamis

Kementerian Berencana Terbitkan Sertifikasi Hotel Hijau

Kementerian Lingkungan Hidup Taiwan berencana mengusulkan kriteria sertifikasi hijau untuk industri perhotelan guna mendorong transisi keberlanjutan sejalan dengan meningkatnya tren pariwisata berkelanjutan secara global, kata Menteri Lingkungan Hidup Peng Chi-ming (彭啟明).

Pariwisata berkelanjutan menekankan tanggung jawab industri pariwisata dan wisatawan terhadap dampaknya pada masyarakat lokal, lingkungan, dan ekonomi.

Saat ini, Taiwan belum memiliki sistem sertifikasi perjalanan berkelanjutan, sementara banyak negara lain telah meluncurkan program mereka sendiri.

Singapura menargetkan setidaknya 60% kamar hotel memiliki sertifikasi keberlanjutan yang diakui secara internasional pada tahun ini. Sementara, Turki mewajibkan seluruh pelaku industri hotel untuk memperoleh sertifikasi keberlanjutan dari lembaga yang disetujui oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC).

Namun, berdasarkan data Ditjen Pariwisata Taiwan, hanya 19 hotel di Taiwan yang telah memperoleh sertifikasi keberlanjutan internasional.

Taiwan sebenarnya telah meluncurkan sertifikasi hotel ramah lingkungan (green mark hotel certification) sejak 2008, tetapi baru 154 hotel yang tersertifikasi, menurut data dari Green Lifestyle Web.

Sertifikasi hotel ramah lingkungan berfokus pada penggunaan peralatan hemat energi, pengurangan emisi karbon, dan pembatasan limbah sekali pakai.

Namun, sertifikasi keberlanjutan mencakup aspek yang lebih luas, termasuk dampak terhadap lingkungan, sosial, dan budaya.

Seorang manajer hotel bintang lima di Taiwan, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan bahwa hotel mereka tidak akan langsung mengalokasikan sumber daya untuk sertifikasi keberlanjutan internasional tanpa evaluasi terlebih dahulu terhadap dampaknya pada operasional bisnis.
Namun, hotel tersebut bersedia berpartisipasi dalam sertifikasi hijau Taiwan jika kriterianya sesuai, karena tujuan utama dari sertifikasi keberlanjutan adalah meningkatkan kualitas layanan perhotelan, mendukung lingkungan, dan berkontribusi bagi masyarakat.

Menurut Profesor Kao Peng-hisang (高鵬翔) dari Departemen Manajemen Pemasaran, Universitas Sains dan Teknologi Takming, keberlanjutan menjadi faktor utama dalam pemilihan lokasi acara MICE dalam beberapa tahun terakhir. Karena hanya sedikit hotel di Taiwan yang memiliki sertifikasi keberlanjutan internasional, industri hotel di Taiwan harus segera beradaptasi dengan tren ini. Jika tidak, mereka akan kehilangan peluang bisnis dari sektor MICE dan bahkan kesulitan menarik wisatawan asing ke Taiwan, ujar Kao.

(foto: LTN)

 

 

Kementerian Keluarkan Draf Persyaratan Panel Surya

Kementerian Dalam Negeri telah mengeluarkan draf baru mengenai mandat pemasangan panel surya di atap. Dalam aturan ini, beberapa jenis bangunan, seperti tempat ibadah, dikecualikan dari kewajiban memasang perangkat fotovoltaik (panel surya) pada semua bangunan baru dan proyek renovasi yang luasnya lebih dari 1.000 m²

Draf tersebut mengecualikan bangunan agama dan pemakaman, bangunan yang menyimpan bahan berbahaya, bangunan yang tidak mendapatkan cahaya matahari yang cukup, serta kasus lain dengan “kondisi khusus.”

Legislatif pada tahun 2023 telah mengesahkan amandemen pada Undang-Undang Pengembangan Energi Terbarukan (再生能源發展條例) yang mewajibkan pemasangan panel surya di atap pada semua bangunan baru, renovasi, atau perluasan yang memenuhi kondisi tertentu. Undang-Undang tersebut mengharuskan Kementerian Ekonomi dan Kementerian Dalam Negeri untuk menetapkan kriteria persyaratan tersebut.

Draf baru ini menyatakan bahwa semua bangunan baru atau renovasi dengan luas 1.000m2 atau lebih harus memasang sistem panel surya sebesar 1 kilowatt per 20m2. Panel dapat dipasang di atap, kanopi, atau di tanah untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Sementara draf sebelumnya menyebutkan “luas atap,” draf baru ini menggantinya dengan menyebutkan “luas bangunan,” kata seorang pejabat dari Badan Pengelolaan Tanah Nasional kemarin.Artinya, persyaratan luas tersebut pada dasarnya akan didasarkan pada luas lantai pertama, yang biasanya lebih besar daripada atap, kata pejabat tersebut.

Bangunan agama dan pemakaman dikecualikan, karena memiliki nilai budaya atau arsitektur tertentu, seperti halnya bangunan yang digunakan untuk manufaktur, pengemasan, penjualan, atau penyimpanan bahan berbahaya yang pemasangan panel suryanya dapat menimbulkan masalah keselamatan publik.

Standar pembangkit listrik tahunan adalah 543 kilowatt-jam (kWh) untuk Kota Hsinchu, Keelung, Taipei, Kota New Taipei, Taoyuan, dan Kabupaten Hsinchu, Hualien, Miaoli, dan Yilan; 579 kWh untuk Kabupaten Taitung; dan 625 kWh untuk semua kota lainnya.

Standar tersebut didasarkan pada kondisi cahaya matahari di berbagai wilayah dan efektivitas panel surya. Jika panel surya tidak dipasang sesuai yang diwajibkan, izin konstruksi dan izin hunian tidak akan dikeluarkan.Kementerian Dalam Negeri akan menyelesaikan revisi final dari mandat ini berdasarkan umpan balik publik dalam 60 hari ke depan. Kemudian, Yuan Eksekutif akan menentukan tanggal pelaksanaan.

(foto: Canva)

 

Perusahaan Ini akan Luncurkan Mesin Cuci Manusia, Yeay Tak Perlu Mandi Sendiri

Perusahaan Jepang akan meluncurkan mesin cuci untuk manusia. Dijadwalkan dipamerkan pada Osaka Kansai Expo pada April 2025.

Perusahaan asal Osaka, Science Co., siap memperkenalkan inovasi terbaru mereka berupa mesin cuci untuk manusia bernama Mirai Ningen Sentakuki atau "Mesin Cuci Manusia Masa Depan."

Teknologi ini menjadi pembaruan dari mesin cuci manusia pertama yang diperkenalkan oleh Sanyo Electric Co. pada tahun 1970 saat Osaka Kansai Expo. Mesin cuci manusia pertama dari Sanyo memiliki bentuk futuristik menyerupai telur dengan teknologi gelembung udara untuk membersihkan tubuh pengguna.

Teknologi tersebut menarik perhatian banyak orang, termasuk seorang anak kelas empat bernama Yasuaki Aoyama. Ketertarikannya pada teknologi ini bertahan hingga dewasa, dan kini, sebagai ketua Science Co., Aoyama siap menghadirkan versi modern dari mesin cuci manusia tersebut.

"Kami akan menawarkan mesin cuci manusia baru sebagai warisan dari Expo 1970," ujar Aoyama kepada media Jepang, dilansir Liputan6.com dari Odditycentral, Jumat (29/11/2024).

Mesin cuci baru ini dijadwalkan untuk dipamerkan pada Osaka Kansai Expo pada April 2025.

Mesin cuci manusia terbaru dari Science Co. hadir dengan berbagai peningkatan teknologi. Jika versi sebelumnya menggunakan ultrasound dari gelembung udara besar untuk membersihkan tubuh dan bola plastik untuk memberikan pijatan, versi modern ini menggunakan gelembung udara mikroskopis yang lebih efisien dalam membersihkan tubuh.

Mesin ini juga dilengkapi sensor canggih yang dapat mengukur denyut nadi dan data biologis lainnya untuk mengatur suhu air secara optimal. Lebih dari itu, mesin ini didukung kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi kondisi emosi pengguna, apakah sedang tenang atau bersemangat.

Berdasarkan hasil analisis AI, mesin ini akan memproyeksikan gambar pada penutup transparannya untuk menciptakan suasana yang sesuai dengan mood pengguna. Dengan teknologi ini, pengalaman mandi menjadi lebih personal dan menyenangkan.

Meskipun mesin cuci manusia ini belum diperlihatkan secara langsung kepada publik, Science Co. memberikan gambaran bagaimana perangkat ini akan beroperasi.

Pengguna akan duduk di kursi tengah yang menyerupai kokpit, sementara air hangat mengisi sebagian perangkat. Setelah itu, jutaan gelembung udara mikroskopis dilepaskan untuk membersihkan tubuh secara menyeluruh.

Yasuaki Aoyama menyebut bahwa perusahaan berencana memperkenalkan inovasi ini kepada sekitar 1.000 orang selama pameran Osaka Kansai Expo mendatang.

Mesin cuci ini telah dikembangkan selama beberapa tahun terakhir, dan meskipun desain awal prototipe telah banyak berubah, perusahaan berhasil mempertahankan target peluncuran pada tahun 2025.

Inovasi yang menjanjikan di masa depan

Dengan fokus pada efisiensi, kenyamanan, dan teknologi mutakhir, Mirai Ningen Sentakuki menunjukkan bagaimana teknologi dapat membawa pengalaman kebersihan pribadi ke level baru.

Kehadirannya tidak hanya memberikan pengalaman mandi yang futuristik, tetapi juga membawa warisan teknologi Jepang dari masa lalu ke era modern. Mesin cuci manusia ini diharapkan menjadi salah satu daya tarik utama Osaka Kansai Expo 2025 dan membuka jalan bagi inovasi serupa di masa depan.

(foto: NDTV)
 

8 Ciri-ciri Chat Penipuan WhatsApp, Jangan Terkecoh

WhatsApp (WA) telah menjadi bagian penting dalam komunikasi sehari-hari di era digital. Namun, di balik kemudahan yang ditawarkan, ancaman keamanan seperti spam chat penipuan semakin marak terjadi. Pelaku kejahatan memanfaatkan celah ini untuk menipu pengguna yang lengah. Oleh karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri spam chat penipuan WA agar tidak terjebak dalam modus penipuan yang beredar.

Berikut 8 ciri-ciri chat penipuan WA, sebagaimana dirangkum dari laman resmi WhatsApp

 1. Kesalahan Ketik (Typo) atau Tata Bahasa yang Janggal

Salah satu tanda umum dari spam chat penipuan  WA adalah penggunaan tata bahasa yang tidak wajar atau banyaknya kesalahan ketik. Pesan semacam ini biasanya terlihat tidak profesional dan sering kali dibuat dengan tergesa-gesa. Jika Anda menerima pesan yang susunan katanya terasa aneh atau sulit dipahami, sebaiknya waspada, terutama jika pengirimnya tidak dikenal.


2. Tautan Mencurigakan

Penipu kerap mengirimkan tautan dengan ajakan untuk mengklik, mengaktifkan fitur tertentu, atau mengunduh aplikasi. Tautan ini bisa berisi malware atau mengarahkan Anda ke situs palsu yang bertujuan mencuri data pribadi. Jangan pernah membuka tautan yang tidak jelas sumbernya, meskipun terlihat resmi.


3. Permintaan Informasi Pribadi

Spam chat sering kali meminta informasi pribadi, seperti nomor kartu kredit, rekening bank, tanggal lahir, atau kata sandi. Ingat, WhatsApp dan platform resmi lainnya tidak pernah meminta data sensitif semacam ini melalui chat. Jika menerima pesan semacam ini, abaikan dan segera laporkan.


4. Ajakan untuk Meneruskan Pesan

Modus lain yang sering digunakan adalah meminta penerima untuk meneruskan pesan ke orang lain. Biasanya, pesan semacam ini mengandung hoaks atau scam yang bertujuan menjangkau lebih banyak korban. Jangan langsung meneruskan pesan tanpa memverifikasi kebenarannya terlebih dahulu.
 

5. Permintaan Uang atau Pembayaran

 Pesan yang mengklaim bahwa Anda harus membayar untuk menggunakan WhatsApp atau meminta transfer uang untuk alasan tertentu merupakan indikasi penipuan. WhatsApp adalah layanan gratis, sehingga permintaan semacam ini seharusnya langsung dicurigai.6. Berpura-pura Menjadi Orang yang Dikenal

Penipu sering kali berpura-pura menjadi teman, keluarga, atau kolega untuk mendapatkan kepercayaan Anda. Mereka mungkin menggunakan foto profil palsu atau informasi pribadi yang telah mereka kumpulkan sebelumnya. Jika ragu, hubungi langsung orang tersebut untuk memastikan kebenarannya.

 

7. Tawaran Hadiah, Pekerjaan, atau Pinjaman

Pesan yang menawarkan hadiah lotre, peluang kerja, investasi menggiurkan, atau pinjaman dengan syarat mudah adalah tanda klasik dari penipuan. Tawaran seperti ini sering kali terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan dan sebaiknya diabaikan.

 

 8. Membangun Kepercayaan Sebelum Menipu Beberapa pelaku penipuan memulai percakapan dengan membangun kepercayaan sebelum akhirnya meminta informasi pribadi atau menawarkan sesuatu yang mencurigakan. Jangan biarkan mereka memanfaatkan kebaikan atau kepercayaan Anda.
 

Dengan mengenali ciri-ciri di atas, Anda dapat lebih waspada terhadap berbagai ancaman yang mengintai di WhatsApp. Jika menemukan pesan mencurigakan, jangan ragu untuk melaporkannya agar orang lain juga terhindar dari modus penipuan yang sama.

 

 

 

Konservator Kertas Luar Biasa Wu Jer-ruey

Wu Jer-ruey, yang kini bekerja sebagai konservator kertas, menelusuri perjalanan hidupnya dalam dunia pemasangan dan pembingkaian karya seni, penjilidan buku, serta konservasi sejak masa kanak-kanaknya. Terlahir dalam keluarga yang memiliki sejarah unik, kakeknya, Liang Song-lin, adalah seorang pengarang terkenal di Wanhua, Taipei, yang dikenal sebagai penyusun buku lagu tradisional terbesar di Taiwan. Namun, kekayaan Liang habis karena perjudian dan kecanduan opium, meninggalkan keluarga Wu dalam keadaan sulit. Ayahnya, yang bekerja di Pasar Ikan Sentral Wanhua, menanamkan nilai integritas dan ketekunan, sementara ibunya, seorang penjahit, mewariskan keterampilan tangan yang kelak menjadi dasar keahliannya.

Sejak kecil, Wu kurang berprestasi di sekolah, tetapi ia memiliki minat besar terhadap alat tulis-menulis. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia bekerja sebagai kurir di sebuah perusahaan alat tulis dan kemudian dipromosikan menjadi sales karena kemampuannya dalam membaca kebutuhan pelanggan. Ketertarikannya terhadap mode membawanya ke dunia pembuatan pola pakaian dan industri garmen, bahkan sempat mendirikan pabrik garmen sendiri meski akhirnya gagal karena kekurangan dana. Namun, pengalaman ini memperdalam pemahamannya tentang bahan dan desain.

Pergeseran besar dalam hidup Wu terjadi saat ia bekerja membuat pakaian khusus bagi tamu hotel dan belajar bordir mesin. Ketertarikannya terhadap pencegahan kerutan dalam penyulaman membawanya ke dunia pemasangan dan pembingkaian karya seni. Ia mencari guru dan bahkan membayar mahal untuk belajar, tetapi kecewa karena tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Wu pun memilih jalan lain dengan bekerja sebagai sales di Hetai, perusahaan bahan seni terbesar di Taiwan. Dengan kegigihan, ia belajar langsung dari toko-toko seni dan mengembangkan tekniknya sendiri. Perannya di Hetai tidak hanya mengubah kariernya, tetapi juga mempertemukannya dengan sang istri, yang merupakan akuntan perusahaan tersebut.

Kesempatan besar datang ketika ia terlibat dalam restorasi "Arsip Dan Xin," koleksi 19.000 dokumen pejabat Dinasti Qing. Pengalaman ini membawanya ke Jepang untuk mempelajari teknik restorasi buku kuno, menjadikannya salah satu dari sedikit pakar di Taiwan yang menguasai restorasi dokumen sejarah, lukisan, dan buku kuno. Wu juga dikenal atas inovasinya dalam menciptakan kertas khusus untuk restorasi, seperti "Angin Musim Panas," yang terinspirasi dari pola alami akibat banjir di rumahnya.

Selain sebagai ahli restorasi, Wu adalah pengajar yang berkomitmen untuk berbagi ilmunya secara terbuka. Ia percaya bahwa hanya dengan berbagi, inovasi baru bisa lahir. Murid-muridnya, termasuk dari Vietnam dan Malaysia, kini turut mengembangkan teknik restorasi di negara masing-masing. Wu juga aktif dalam pelestarian warisan budaya, seperti restorasi naskah musik nanguan yang langka, dengan harapan bahwa musik berusia 300 tahun ini dapat kembali terdengar. Ke depan, ia berharap dapat berkontribusi dalam restorasi dokumen kertas dari situs arkeologi, melanjutkan perjalanan hidupnya yang selalu dipenuhi kejutan dan penemuan baru.

(foto: Taiwan Panorama)

Penyiar

Komentar