Program Duta Pelajar Taman Kreatif dan Budaya Songshan Tahun 2025
Taman Budaya dan Kreatif Songshan merupakan pusat utama yang mendukung desainer dan mengembangkan bakat di Taiwan, telah terlibat dengan seniman baru, kreator muda, dan mahasiswa selama lebih dari satu dekade. Keterlibatan tersebut telah dilakukan dalam berbagai bentuk, termasuk pameran, pertunjukan, ceramah, lokakarya, dan kolaborasi industri-universitas.
Program ini bertujuan untuk memperdalam cakupan dan keluasan kemitraan antara industri dan universitas serta meningkatkan visibilitas Taman Songshan di mata internasional sekaligus membantu mahasiswa memahami Taman Songshan dengan lebih baik, berupaya untuk menjadikan Taman Songshan sebagai tujuan wisata budaya kelas dunia dengan layanan yang ramah bagi pengunjung internasional.
Pada bulan Mei 2025, World Masters Games akan berlangsung, dengan Taman Songshan berfungsi sebagai pusat akreditasi dan tempat penyelenggaraan berbagai acara terkait. Acara akbar ini akan memungkinkan para duta pelajar untuk memandu para pengunjung, memamerkan pemanfaatan kembali warisan budaya Taiwan yang inovatif dan menyoroti perkembangan industri kreatifnya.
Oleh sebab itu, Taman Songshan kini menyelenggarakan “Program Duta Pelajar” dengan partisipan mahasiswa universitas, perguruan tinggi, atau sekolah menengah atas lokal atau internasional yang memiliki kemampuan berbahasa Inggris. Mahasiswa lokal diharuskan untuk menyerahkan nilai tes kemampuan berbahasa Inggris, sedangkan mahasiswa internasional harus memiliki atau akan mengajukan izin kerja.
Anda dapat mendaftar hingga 26 Maret 2025.
Adapun kegiatan pelatihan dan penilaian akan berlangsung pada tanggal 12, 19, dan 26 April. Bertugas dari tanggal 10 hingga 31 Mei 2025, dengan jadwal shift.
Lokasi: Taman Budaya dan Kreatif Songshan
Jumlah partisipan: 10-40 orang.
Detail informasi dan pendaftaran, silakan merujuk ke website Songshan Cultural & Creative Park atau daftar di https://forms.gle/oNqGoJZAf9XLYJft7

Songshan Cultural and Creative Park (foto: Taipei Travel)
Minimarket Kini tidak lagi 24 Jam? 4 Jenis Toko Ini akan Tutup di Malam Hari
Taiwan memiliki banyak minimarket, antara lain 7-Eleven, FamilyMart, Hi-Life, dan OK Store di berbagai tempat. Sebagian besar buka 24 jam sehari. Namun, kini semakin banyak minimarket 7-Eleven yang memasang pintu lipat dan 4 jenis toko terkait akan tutup di malam hari!
Seorang warganet di Tainan memposting foto di Threads, memperlihatkan bahwa 7-Eleven Jianhua di Zhonghua West Road Sec.1 di Tainan telah memasang pintu lipat. Ia menyampaikan, “sepertinya minimarketnya benar-benar tidak akan 24 jam lagi, sudah ada pintu lipatnya.”
Terkait dengan hal ini, beberapa warganet menyampaikan, “7-Eleven di sekolah tutup sekitar pukul 10 malam,” “beberapa minimarket di Kabupaten Changhua hanya buka hingga pukul 12 malam,” “FamilyMart terbesar di Stasiun Banqiao juga tidak buka hingga pukul 5 pagi.” Sebagai tambahan, seorang karyawan toko meninggalkan pesan yang mengatakan bahwa sulit untuk menemukan staf yang bekerja larut malam, yang menjadi alasan utama untuk membatalkan bisnis 24 jam tersebut. "Sulit untuk mempekerjakan staf yang bekerja larut malam sekarang. Ada begitu banyak orang aneh di tengah malam. Sangat melelahkan untuk bekerja larut malam."
Faktanya, Manajer Umum Minimarket Uni-President Huang Rui-dian (黃瑞典) mengakui di tahun 2024 lalu, bahwa akan ada semakin banyak toko yang tidak beroperasi 24 jam sehari di masa mendatang. Sekitar 10% dari toko 7-11 di Taiwan tidak beroperasi 24 jam sehari, yang sebagian besar berlokasi di pabrik, rumah sakit, department store, dan tempat tertutup. Mereka telah secara khusus mengamati periode tengah malam tetapi menemukan bahwa tidak ada konsumen yang datang, jadi mereka memutuskan untuk menghentikan shift malam dan menyesuaikan jam operasional sesuai dengan perbedaan di setiap wilayah.

Minimarket di Taiwan (foto: PTS)
Topik utama: Apa Kata Para Ahli terkait dengan Keinginan Awet Muda di Kalangan Generasi Muda?
Sebelumnya kita membahas tentang generasi muda usia 20-an yang terobsesi dengan keinginan untuk awet muda, di mana mereka menggunakan botox (baby botox), filter, filler, dan retinol akibat pengaruh media sosial. Dalam sesi kali ini, kita akan membahas tentang hal tersebut dan bagaimana sih pendapat para ahli?
Saran daring: berkah sekaligus kutukan
Seorang influencer yang telah membuat video TikTok selama sekitar dua tahun berpendapat bahwa media sosial merupakan sumber edukasi yang bagus bagi wanita yang tidak dapat mengakses dokter kulit.
“Informasi perawatan kulit yang ada di daring sejujurnya lebih membantu saya daripada para profesional,” kata Natalie, seraya menambahkan bahwa ia sering mendapat ucapan terima kasih dari orang-orang karena telah membantu mereka merawat kulit.
Namun, Natalie mengakui bahwa platform sosial bukanlah tempat yang tepat untuk mempelajari perawatan kulit dan tata cara yang tepat.
Beberapa produk, seperti SPF semprot, menjadi sangat populer di TikTok tetapi tidak selalu paling efektif, katanya. Dr Stefanie Williams, seorang dokter kulit dan pendiri klinik kulit, Eudelo, juga memperingatkan tentang saran yang buruk secara daring karena banyak yang tidak berfungsi, sehingga hanya membuang-buang uang.
“Gen Z khususnya cenderung sangat tertarik dan berpengetahuan tentang perawatan kulit dan pencegahan, meskipun tidak semua pengetahuan mereka didasarkan pada fakta nyata menurut pengalaman saya. Kaum muda mungkin kesulitan membedakan antara saran yang kredibel dan promosi pemasaran.”
Dr Emma Wedgeworth, konsultan dermatologis, menjelaskan bagaimana retinoid – istilah umum untuk produk berbasis vitamin A, termasuk retinol – memungkinkan sel-sel kulit kita bekerja lebih efisien.
“Seiring bertambahnya usia, dan dengan kerusakan kulit yang lebih parah, kita mendapati bahwa sel-sel kulit menjadi kurang efisien, itulah sebabnya kita cenderung mendapati bahwa kulit kehilangan kekenyalannya, garis-garis halus dan kerutan serta warna kulit yang tidak merata muncul.”
Ia menyarankan orang untuk mulai menggunakan retinoid hanya saat mereka pertama kali menunjukkan tanda-tanda penuaan, seraya menambahkan bahwa pencegahan memang sangat penting, karena tanda-tanda kerusakan akibat matahari sulit untuk diperbaiki.
Dr Wedgeworth mencatat bahwa platform daring juga menciptakan standar yang tidak dapat dicapai.
“Saya pikir media sosial telah menjadi pedang bermata dua untuk kulit,” katanya. “Pada dasarnya, kulit kita adalah organ – dengan pori-pori dan rambut-rambut kecil dan bagi sebagian orang, kemerahan atau bintik-bintik. Kita semua dapat mengoptimalkan kulit kita dan membuatnya tampak berseri dan sehat, tetapi konsep "Kulit seperti kaca" atau "kulit seperti lumba-lumba" atau "kulit seperti donat yang mengilap" sering kali tidak realistis. Dan ini dapat menyebabkan ketidakpuasan, dengan ketidakcocokan antara kulit asli dan kulit yang ditampilkan di media sosial."
Penggunaan media sosial oleh remaja juga berarti bahwa anak-anak berusia delapan tahun telah dibujuk untuk menggunakan produk dengan bahan-bahan seperti retinoid, yang hanya cocok untuk kulit yang jauh lebih tua. Natalie mengatakan bahwa dia telah melihat komentar dari anak-anak berusia 12 tahun di videonya yang meminta saran tentang kulit, yang kemudian dia beri tahu mereka untuk memberi tahu orang tua dan menemui dokter umum.
Tren yang mengkhawatirkan ini memicu peringatan dari Asosiasi Dermatologi Inggris, yang memperingatkan bahwa bahan aktif yang berpotensi berbahaya yang ditemukan dalam beberapa produk yang dibuat untuk orang dewasa ini, seperti asam pengelupas, dapat memicu alergi atau eksim pada kulit yang lebih muda.
Namun, ada manfaat bagi wanita muda yang terpapar konten perawatan kulit sejak dini – termasuk kesadaran tentang cara melindungi kulit mereka dan mencegah tanda-tanda penuaan.
Ia mencatat perbedaan terbesar pada generasi ini adalah penggunaan perawatan kosmetik, seperti dermal filler dan Baby Botox, yang dampaknya harus kita tunggu untuk sepenuhnya disadari. Sementara itu, Dr. Williams setuju bahwa pengetahuan tentang perawatan kulit adalah kuncinya: "Saya melihatnya di klinik saya sepanjang waktu – orang-orang yang menggunakan perawatan kulit yang baik sejak dini, cenderung menua lebih baik."
"Masa depan Gen Z dalam hal penuaan kulit berpeluang berbeda dari generasi sebelumnya, karena ada lebih banyak kesadaran tentang pencegahan."
Namun, ia memperingatkan bahwa generasi muda harus menghindari rutinitas perawatan kulit yang berlebihan dan tetap menggunakan bahan-bahan yang sesuai untuk kelompok usia mereka.
"Jika mereka melapisi perawatan kulit anti-penuaan yang berlebihan – yang sebagian besar terlalu kaya dalam formulasi dasarnya untuk kaum muda - salah satu risikonya adalah Anda akan berakhir dengan penyumbatan dan berjerawat," katanya.
Meskipun akses terhadap pengetahuan saat ini berarti wanita muda paling siap untuk mencegah penuaan, pengetahuan tersebut dapat dengan mudah berubah menjadi obsesif, yang menimbulkan rasa takut terhadap proses penuaan alami dan menciptakan standar yang mustahil.
Mengenai apakah Gen Z akan menggunakan pengetahuan ini dengan bijak dan menua lebih baik daripada generasi mana pun sebelumnya, hanya waktu yang dapat menjawabnya. Sementara itu, jika Anda bingung tentang rutinitas perawatan kulit mana yang harus Anda gunakan – atau Anda memintanya untuk putri Anda, rutinitas berikut ini direkomendasikan oleh dokter kulit.
Rutinitas pagi
Bagi wanita di awal usia 20-an, perawatan kulit haruslah tentang perlindungan dan menjaga kesehatan kulit – tidak harus rumit agar efektif, kata Dr. Emma Wedgeworth. Di pagi hari, mulailah dengan pembersih yang lembut, seperti Hydrating Cleanser. Kemudian gunakan serum antioksidan dengan Vitamin C untuk melindungi dari kerusakan radikal bebas dari sinar Ultraviolet dan polusi.
Lanjutkan dengan pelembap yang mengandung bahan penguat pelindung kulit, seperti Krim Gel Pelembap Jangan lupakan SPF atau buat rutinitas Anda lebih mudah dengan pelembap yang mengandung perlindungan matahari.
Rutinitas malam
Bersihkan kulit Anda lagi di malam hari dan lanjutkan dengan serum pilihan Anda, seperti produk anti-pigmen lembut dengan niacinamide, sebelum pelembap. Jika Anda sudah mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan dan ingin menggunakan retinol, sebaiknya gunakan secara bertahap dan sesuai toleransi, kata Dr. Williams. Oleskan di malam hari sekali atau dua kali seminggu, dimulai dengan retinol 0,3 persen serta vitamin C dan SPF30.

Ilustrasi keinginan awet muda dari generasi muda (foto: Teen Vogue)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 