History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jalan-jalan 04032025 - Bioskop Chin Men Tainan, Satu-satunya dengan Poster Lukisan Tangan di Taiwan

  • 04 March, 2025
Jalan-jalan - RtiFM Online Selasa
Bioskop Chin Men di Tainan (foto: UDN)

Pendaftaran Kejuaraan Perahu Naga Dibuka Maret Ini

Kejuaraan Perahu Naga Internasional Taipei 2025 akan diadakan pada tanggal 30 Mei.

Pendaftaran acara dimulai pada tanggal 17 Maret pukul 10 pagi dan akan berlanjut hingga tanggal 21 Maret pukul 11 ​​malam. Jumlah total tim yang berpartisipasi akan dibatasi hingga 232, dengan pendaftaran dilakukan melalui situs web resmi acara tersebut. https://dragonboat.utk.com.tw/

Menurut CNA, kompetisi ini dibagi menjadi "perahu naga standar," yang membutuhkan 21 peserta, dan "perahu naga kecil," yang diawaki oleh 12 peserta. Ada kategori pria, wanita, dan campuran, beserta kelompok usia seperti remaja, dewasa, dan manula, serta lembaga pemerintah, sekolah menengah atas, dan tim yang diundang khusus, menurut CNA.

Menurut Biro Olahraga Kota Taipei, biaya pendaftaran untuk tim adalah NT$3.000. Tim sekolah menengah atas, manula, dan mereka yang diundang khusus untuk berkompetisi akan dibebaskan dari biaya pendaftaran.

Peserta perahu naga juga dapat mengikuti kegiatan pemanasan mulai bulan April, seperti latihan mendayung di kolam dan latihan perahu naga di Sungai Keelung.

Kompetisi sesungguhnya akan diadakan selama tiga hari, dari 30 Mei hingga 1 Juni, di bagian Dajia di Sungai Keelung di Taipei. Acara ini bertepatan dengan Festival Perahu Naga tradisional, dengan banyaknya kios dan pedagang yang membuat acara ini cocok untuk keluarga dan rombongan besar.

Lomba perahu naga di Taipei (foto: Foreigners in Taiwan)

Festival Cahaya Zhonggang di Xinzhuang Kini Hadir Kembali dengan 4 Area Pameran LED

Festival Cahaya Zhonggang 2025 bertemakan “Cahaya dan Bayangan Zhonggang dengan Rahasia Magis” akan menemani malammu dengan romantic mulai dari sekarang hingga 23 Maret mulai pukul 18:00 – 22:00.

Adapun 4 area pencahayaan utama adalaha “Area Cahaya Impian”, “Area Cahaya Seni”, “Area Cahaya Harapan”, dan “Area Cahaya Kebahagiaan”. Pencahayaan yang memukau dan penuh warna, dipadukan dengan proyeksi cahaya akan mengubah koridor sungai yang berkelok-kelok menjadi istana modern!

Tidak hanya itu, “Dewi Cahaya” setinggi 5 meter juga hadir di sekitar jembatan, melambangkan berkah dan perlindungan.

Khusus pada malam Hari Valentine Putih tanggal 14 Maret, akan ada acara tantangan waktu terbatas! Jika Anda berhasil menghadapi tantangan tersebut, Anda bisa mendapatkan suvenir eksklusif berupa handuk lucu berbentuk lolipop.

Waktu acara: sekarang – 23 Maret 2025 setiap malam pukul 18:00 – 22:00

Transportasi: MRT Xingfu, jalan ke Zhonghua Rd. Sec. 2 sekitar 10 menit

Festival Cahaya Zhonggang 2025 di Xinzhuang (foto: FB Wantogo)

Sejarah dan Perjalanan Panjang Bioskop Chin Men di Tainan, Satu-satunya Bioskop dengan Poster Lukisan Tangan di Taiwan

Pada zaman Jepang, sebelum era Showa, di Jalan Yongfu, Section 2, dekat Old Big Well Pier), seorang pria bernama Ye Fei Xiong (葉飛雄) membangun sebuah rumah mewah tiga unit yang juga difungsikan sebagai toko. Namun, pada akhir Perang Dunia II, bangunan ini hancur akibat serangan udara tentara Amerika.

Pada tahun 1950, dua bersaudara dari keluarga Ou (歐) yang bergerak di industri perfilman membangun kembali tempat tersebut menjadi bioskop Di Yi Quan Cheng, dengan arsitektur Barok.

Pada masa awalnya, Di Yi Quan Cheng menayangkan berbagai film, seperti:

  • Film Hollywood dan Barat
  • Film Nasional Taiwan
  • Film Jepang
  • Film bisu hitam putih

Karena film bisu belum memiliki suara, maka diperlukan “Bianshi” (辯士), yaitu narator yang menjelaskan isi cerita dan membacakan dialog film secara langsung. Selain itu, juga ada iringan musik dari orkestra, bahkan kadang-kadang dipentaskan opera tradisional Taiwan (歌仔戲).

Pada tahun 1969, keluarga Ou menjual bioskop ini kepada Wu Yi Yuan (吳義垣), adik ipar mereka. Setelah direnovasi, namanya diubah menjadi Bioskop Chin Men (全美戲院), yang saat itu berstatus bioskop pemutaran film perdana (首輪戲院). Sejak saat itu, Chin Men menjadi bagian dari kenangan kolektif warga Tainan.

Pada masa kolonial Jepang, Tainan sudah memiliki banyak bioskop. Tainan saat itu hanya kalah dari Taipei dalam hal perkembangan budaya populer.

Setelah Republik Tiongkok mengambil alih Taiwan, bioskop semakin menjamur. Di Distrik Zhongxi (中西區) saja, selain Chin Men, ada juga bioskop Jinjiri (今日), Shijie (世界), Chikan (赤崁), Tainan (台南), Guohua (國華), Chenggong (成功), dan lainnya. Pada masa kejayaannya, Tainan bahkan mendapat julukan sebagai "Kampung Film" (電影里).

Pada tahun 1971, akibat persaingan yang ketat di antara bioskop pemutaran perdana dan jumlah penonton yang semakin terbagi, Chin Men memutuskan untuk beralih menjadi bioskop pemutaran film lama (二輪戲院).

  • Fokus pada film Barat
  • Menayangkan dua film dalam satu tiket
  • Harga tiket diskon 50%

Strategi ini sangat berhasil, membuat Chin Men menjadi tempat hiburan favorit bagi pelajar dan anak muda di Tainan. Bioskop ini juga menjadi lokasi kencan populer bagi pasangan muda.

Sutradara terkenal Ang Lee (李安) bahkan pernah mengatakan:

“Bioskop Chin Men adalah tempat yang paling sering saya kunjungi saat masih mahasiswa.”

Bioskop ini telah menyaksikan pasang surut industri film Taiwan selama lebih dari setengah abad. Dahulu, film baru tidak bisa dipromosikan lewat iklan televisi seperti sekarang. Meskipun ada iklan di koran, tetapi tidak banyak orang yang membaca koran.
Metode promosi terbaik saat itu adalah melalui dari mulut ke mulut. Film yang bagus akan cepat terkenal dan mendapat ulasan positif.

Chin Men Theater di masa awal perkembangan bioskop di Taiwan (foto: Yayasan Seni Budaya Nasional)

Tantangan Baru & Adaptasi Chin Men

Pada awalnya, kehadiran televisi tidak berdampak besar pada industri film. Namun, seiring waktu:

  • Televisi berkembang dari hitam putih menjadi berwarna
  • Program semakin beragam
  • Waktu siaran semakin panjang

Ditambah dengan maraknya pembajakan, jumlah penonton bioskop pun mulai berkurang.

Sejak tahun 1990-an, teknologi home theater dan internet semakin maju, serta munculnya bioskop modern yang lebih mewah membuat banyak bioskop tradisional di Tainan tutup. Chin Men pun sempat mempertimbangkan untuk berhenti beroperasi, tetapi tetap bertahan karena:

  1. Kecintaan pada seni perfilman
  2. Tanggung jawab untuk menjaga kenangan kolektif warga Tainan

Pada tahun 1999, bioskop modern mulai mengadopsi konsep multi-studio dengan beberapa layar yang menayangkan film berbeda secara bersamaan. Chin Men pun melakukan renovasi dengan:

  • Mengganti kursi kayu lama yang sudah dipakai selama 20 tahun
  • Mengubah satu ruang teater menjadi dua ruang teater
  • Meningkatkan sistem audio & video

Hingga kini, Chin Men masih mempertahankan arsitektur Barok, papan iklan film yang dilukis tangan, proyektor film klasik, panggung layar besar, mobil promosi film, dan suasana hangat khas bioskop lama.

Seniman Yan Zhenfa (顏振發) adalah seniman terakhir di Tainan yang masih melukis papan iklan film secara manual.

Chin Men juga merupakan satu-satunya teater tersisa di Taiwan yang masih memajang poster film yang digambar tangan, banyak di antaranya dapat dilihat di luar teater dan di jalan-jalan sekitar.

Diciptakan dan dilukis dengan tangan penuh cinta oleh Yan Jhen Fa selama 50 tahun terakhir, penglihatannya kini mulai menurun sehingga tradisi ini mungkin akan segera berakhir.

Bahkan, Pak Yan masih melukis poster untuk film-film yang baru dirilis seperti Napoleon, Oppenheimer, dan The Marvels.

Pada tahun ini, Yan berusia 72 tahun  dan juga dianugerahi Penghargaan Kontribusi Luar Biasa di Festival Film Taipei 2024 sebagai pengakuan atas 50 tahun pengabdiannya pada industri film.

Chin Men di Era Modern

Beberapa tahun terakhir, dengan berkembangnya industri budaya di Taiwan, Quanmei mulai beradaptasi dengan:

  • Menjual merchandise seperti kartu pos bertema film
  • Menyewakan koleksi poster dan foto film untuk pameran
  • Mengadakan kelas melukis papan film
  • Menyelenggarakan berbagai acara budaya

Karena sistem pemutaran film kini sudah serba digital, proyektor film 35mm yang lama kini hanya menjadi barang koleksi. Oleh karena itu, Bioskop Jinjiri (今日戲院) di Jalan Zhongzheng kini difungsikan sebagai "Museum Sejarah Film", menampilkan berbagai peralatan film klasik dan sejarah bioskop tua di Tainan.

Harga Tiket Bioskop Chin Men

  • Tiket reguler: NT$140
  • Tiket diskon (pemegang kartu VIP): NT$110
  • Anak-anak (usia 2 tahun – SD kelas 6): NT$80
  • Lansia (65+) & penyandang disabilitas: NT$70 (1 pendamping juga mendapat diskon)
  • Kartu VIP: NT$50 (berlaku hingga akhir tahun)

Bioskop Chin Men di masa sekarang (foto: UDN)

Penyiar

Komentar