Taiwan Kekurangan Talenta hingga 71%
Survei gaji terbaru pasar kerja Taiwan menekankan tantangan mendesak berupa kekurangan bakat, karena 71% pemberi kerja melaporkan kesulitan dalam mengisi posisi kunci, khususnya di tingkat manajer dan manajer senior.
Bekerja sama dengan Kamar Dagang Eropa Taiwan, firma solusi bakat Robert Walters merilis Survei Gaji 2025 untuk mengungkap tren dan wawasan terbaru tentang pasar kerja Taiwan.
Tercatat bahwa Institut Penelitian Ekonomi Taiwan memproyeksikan pertumbuhan PDB yang moderat sebesar 3,15% tahun ini, di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh ketegangan geopolitik, yang akan berdampak pada pasar kerja domestik Taiwan.
Efisiensi di tengah ketidakpastian
Menurut Robert Walters, pengusaha Taiwan memprioritaskan strategi efisiensi dan pengendalian biaya tahun ini. Perusahaan semakin memilih untuk mengalokasikan kembali bakat internal daripada melakukan perekrutan eksternal.
Struktur organisasi menjadi lebih datar, dan beberapa peran operasional telah bergeser ke pusat-pusat regional atau telah dialihdayakan, kata laporan tersebut. Hanya 35% profesional di Taiwan yang menyatakan keyakinannya terhadap pasar kerja, dan 46% profesional berencana untuk mencari peluang kerja baru dalam enam bulan ke depan.
Namun, permintaan untuk posisi senior dan strategis sangat tinggi. Para pekerja yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan dapat memperoleh kenaikan gaji sebesar 15-20%. Menurut Robert Walters, hal ini menggarisbawahi pentingnya "keahlian khusus" dan "kemampuan kepemimpinan" untuk mendorong pertumbuhan.
Kekurangan talenta
Laporan tersebut menggarisbawahi tantangan berkelanjutan Taiwan berupa kekurangan tenaga kerja, karena 71% pengusaha melaporkan kesulitan mengisi posisi-posisi penting. Dikatakan bahwa 52% pengusaha yang disurvei berencana untuk menambah jumlah karyawan mereka tahun ini, sementara 49% menganggap posisi manajer dan manajer senior sebagai posisi yang paling sulit diisi.
Tiga kendala utama dalam perekrutan staf adalah “kurangnya aplikasi/pasokan kandidat” (62%), “harapan gaji dan tunjangan yang tinggi” (51%), dan “persaingan ketat untuk mendapatkan kandidat” (51%). Laporan tersebut menambahkan bahwa perpindahan lintas industri meningkat, serta permintaan kandidat yang kembali dari luar negeri.
Sekitar 92% pengusaha mengatakan mereka berencana menghadapi tantangan melalui program pembelajaran dan pengembangan, memperluas kriteria masuk, dan melibatkan spesialis untuk membuat strategi perekrutan baru.
Manajer Robert Walters Taiwan John Winter mengakui bahwa para pemberi kerja membutuhkan waktu lebih lama untuk mengisi lowongan. Winter mengatakan bahwa untuk menarik bakat terbaik, “organisasi perlu ‘menjual’ tunjangan, pengaturan fleksibilitas, pengembangan karier, dan kerangka kerja dukungan kepada calon kandidat dan karyawan saat ini.”
AI mendorong permintaan talenta teknologi
Laporan tersebut menyebutkan bahwa talenta yang paling dicari di Taiwan adalah teknisi back-end yang memiliki keahlian dalam desain sistem besar, teknisi AI, dan spesialis keamanan siber. Pakar keberlanjutan juga dibutuhkan karena perusahaan-perusahaan memasukkan ESG ke dalam strategi bisnis mereka.
Namun, kekurangan tenaga profesional yang berkualifikasi menimbulkan risiko bagi sektor ini, karena permintaan AI mendorong permintaan bakat. Insinyur dengan keahlian yang tepat memiliki daya tawar dalam negosiasi gaji, dan para pekerja yang pindah kerja dapat memperoleh kenaikan gaji hingga 20%.
Menurut Robert Walters, keamanan kerja adalah yang terpenting tahun ini. Para profesional lebih memilih perusahaan mapan daripada perusahaan rintisan, yang lebih banyak mengalami kesulitan dengan kinerja, PHK, dan penutupan. Kaum muda juga lebih mementingkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.
Tuntutan perekrutan
Hampir 90% pengusaha yang disurvei berencana untuk menaikkan gaji karyawan tahun ini, sesuai dengan inflasi. Sebagian besar akan melihat kenaikan antara 1-5%, sementara pekerja yang memiliki keterampilan yang dibutuhkan dapat menerima kenaikan gaji sebesar 5-20%.
Manfaat yang diutamakan oleh para profesional adalah skema bonus, jam kerja yang fleksibel dan jarak jauh, serta hak liburan yang diperpanjang. Untuk aspek yang paling dihargai oleh para profesional dari seorang pemberi kerja, mereka memprioritaskan kompensasi dan manfaat yang baik, diikuti oleh rekan kerja dan budaya yang menginspirasi, dan terakhir, pekerjaan yang menantang dan menarik.

Ilustrasi para pekerja (foto: Hukumonline)
Minum Kopi di Waktu Ini Bisa Hidup Lebih Lama, Penelitian terhadap 40 Ribu Orang Menemukan: Tingkat Kematian Kardiovaskular Turun 31%
(Taiwan, ROC) -- Kapan biasanya Anda minum kopi? Ternyata waktu minum kopi juga terkait erat dengan kesehatan dan umur panjang! Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan di European Heart Journal menganalisis data dari lebih dari 40 ribu orang dewasa dan menemukan bahwa dibandingkan dengan yang tidak minum kopi, orang yang minum kopi pada satu waktu tertentu memiliki risiko kematian lebih rendah 16%, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular turun drastis hingga 31%.
Minum Sepanjang Hari Tidak Efektif? Minum Kopi di Pagi Hari Menurunkan Tingkat Kematian Kardiovaskular 31%
Kopi tidak hanya membantu menjaga kewaspadaan dan fokus mental, banyak penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa minum kopi terkait dengan kesehatan jantung yang lebih baik dan umur yang lebih panjang.
Namun, Anda mungkin tidak tahu bahwa waktu minum kopi juga merupakan faktor kunci yang mempengaruhi kesehatan. Dokter Wang Pei-ning (王培寧), Direktur Pusat Memori dan Kesehatan Otak Klinik Yisen dan spesialis saraf, menunjukkan bahwa sebuah penelitian yang dipublikasikan tahun ini di European Heart Journal, tim peneliti menganalisis data dari dua database besar, masing-masing National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES) dari AS dan UK Biobank, yang mencakup informasi kesehatan dan pola makan lebih dari 40 ribu orang dewasa selama 10 tahun.
Berdasarkan detail asupan makanan yang diberikan oleh peserta, para peneliti membagi mereka menjadi beberapa kelompok berbeda seperti "minum kopi pagi", "minum kopi siang", "minum kopi malam", dan "minum kopi sepanjang hari", kemudian melacak kondisi kesehatan mereka.
Hasilnya menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orang yang tidak minum kopi, mereka yang hanya minum kopi di pagi hari memiliki risiko kematian 16% lebih rendah, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular turun drastis hingga 31%.
Yang lebih penting lagi, manfaat ini terlihat baik pada peminum kopi filter maupun kopi instan, dan berlaku untuk mereka yang minum kurang dari 1 cangkir atau lebih dari 3 cangkir per hari, asalkan diminum di pagi hari. Sebaliknya, mereka yang minum kopi sepanjang hari tanpa batasan waktu tidak menunjukkan penurunan risiko kematian.
Mengapa Minum Kopi di Pagi Hari Paling Baik? Jam Biologis dan Penanda Peradangan Mungkin Menjadi Kuncinya
Mengapa minum kopi di pagi hari lebih sehat? Dokter Wang Pei-ning memberikan beberapa kemungkinan penjelasan. Pertama, minum kopi di sore atau malam hari dapat mengganggu jam biologis kita, mempengaruhi produksi hormon seperti melatonin. Ketika kadar melatonin rendah, hal ini terkait dengan peningkatan tekanan darah, stres oksidatif, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Kedua, antioksidan dalam kopi dapat mengurangi peradangan dalam tubuh, dan beberapa penanda peradangan dalam tubuh manusia biasanya berada pada level tertinggi di pagi hari. Oleh karena itu, minum kopi di pagi hari mungkin lebih efektif dalam memanfaatkan efek anti-inflamasi kopi, sehingga menurunkan risiko penyakit kärdiovaskular.
Gaya Hidup Sehat adalah Kunci Utama Menjaga Kesehatan
Namun, Dokter Wang Pei-ning juga menekankan bahwa jika Anda bukan peminum kopi, tidak perlu memaksakan diri minum kopi hanya untuk mendapatkan manfaat kesehatannya. Mempertahankan gaya hidup sehat, seperti olahraga teratur, pola makan seimbang, dan tidur yang cukup, adalah kunci utama untuk menjaga kesehatan.
Kopi hanyalah salah satu bagian dari gaya hidup sehat, bukan segalanya. Sebelum mulai minum kopi, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi Anda, terutama jika Anda memiliki masalah kesehatan tertentu.

Ilustrasi kopi susu dan kopi hitam (foto: Wikipedia)
Tren Kabur Aja Dulu, Bagaimana Diaspora Indonesia di Taiwan Menyikapinya?
Tren dengan #kaburajadulu yang bergema di Indonesia, membuat para diaspora Indonesia yang berada di luar negeri turut memberikan pendapat, tidak terkecuali beberapa orang Indonesia yang menetap atau pernah tinggal di Taiwan.
Salah satunya adalah Fathin yang berbagi pengalaman dan pengetahuannya terkait dengan kehidupan di Taiwan.
Dalam postingan di Threadsnya, Fathin beberapa kali membahas hal tersebut. Salah satunya adalah sharing terkait pengalaman hidupnya selama 7 tahun di Taiwan. Menurutnya, Taiwan sangat bagus dalam hal studi dan untuk berkarir. Namun, terkait hal itu, ia juga mengutarakan beberapa hal terkait dengan kelebihan maupun kekurangannya. Ia pun menyampaikan,
“banyak company yang cari pekerja profesional dari Asia Tenggara (termasuk Indonesia)
(-) gak semua perusahaan bisa ngurus visa sponsor bagi pekerja yang di-hire dari Indo. Mereka lebih prefer, cari orang Indo yang lulusan Taiwan dan kalau bisa yang berbahasa Mandarin.
Dan worth it! Karena UMR tiap tahun pasti naik, ada tax refund.
(+) tiap tahun UMR naik
(+) asuransi pemerintah murah (sekitar NT$800 – Rp.400.000/bulan) dengan coverage yang oke banget
(+) standard gaji sesuai pengalaman & sesuai pendidikan terakhir.
Per 2024 gaji S1 14-18 juta/bulan, S2 18-25 juta/bulan, S3 25+ ke atas, tergantung pengalaman
Biaya hidup Taipei start 4-5 juta / kamar/ bulan
Makan : 50k – 100k / sekali makan
Transport unlimited pakai TPASS sebulan 600k
Dengan gaji 15 juta per bulan, masih cukup banget
Selain itu, Fathin juga mengingatkan, bahwa untuk kaburajadulu perlu syarat:
1. Siapkan skill bahasa + skill yg bisa kamu jual di LN.
2. Cari informasi secara detail, mengenai perusahaan, VISA, proses izin tinggal, pajak penghasilan, biaya hidup, range harga apartemen dari kota & negara tujuan kalian. Cek informasi ink di web: numbeo.com
3. Cari jalur yg jelas, jangan asal "nge-iya-in" kalau diajak org (resiko tinggi human trafficking)
Tidak hanya Fathin, beberapa warganet lain juga turut berkomentar.
Melalui IG, akun yohana_ambarr menyampaikan, tidak masalah dengan #kaburajadulu, asal jangan asal kabur, kudu berbekal ilmu dan paling tidak punya pengalaman merantau dan daya juang.
Melalui Facebook, para warganet juga saling berbagi pendapat yang sangat menarik. Bagaimana pendapat-pendapat mereka secara lengkap? Yuk dengarkan di acara ini!

Ilustrasi persiapan ke luar negeri (foto: Shutterstock)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 