Metro Taipei akan Mengurangi Diskon bagi Penumpang mulai Maret 2025
(Taiwan, ROC) -- Taipei Rapid Transit Corp. (TRTC) mengumumkan beberapa waktu lalu, bahwa diskon untuk pengguna yang sering menggunakan MRT Taipei akan dikurangi, dari yang berlaku saat ini 10-30% menjadi 5-15% mulai tanggal 1 Maret 2025.
Mereka yang naik MRT antara 11 hingga 20 kali akan menerima potongan harga sebesar 5% pada akhir Maret. Potongan harga sebesar 10% akan diberikan kepada mereka yang naik 21 hingga 40 kali, dan 15% kepada mereka yang naik lebih dari 40 kali, kata TRTC dalam sebuah pernyataan.
Menurut keterangan, keputusan itu dibuat karena naiknya biaya listrik dan tenaga kerja.
Selain itu, perusahaan tersebut mengatakan biaya TPASS satu bulan yang mencakup perjalanan tak terbatas di kereta MRT, bus, kereta Taiwan Railway, kereta ringan, dan penyewaan YouBike di Taipei, New Taipei, Taoyuan, dan Keelung akan tetap sebesar NT$1.200.
Pengguna TPASS 2.0 akan menerima potongan harga bulanan tambahan sebesar 2% jika mereka mendaftarkan tiketnya di situs web resmi dan melakukan setidaknya 11 perjalanan per bulan.
TRTC menyampaikan, sekitar 300.000 orang akan terkena dampak pengurangan potongan tunai.

MRT Taipei (foto: CNA)
1.002 Kasus HIV Dikonfirmasi Tahun Lalu, Meningkat 17% untuk Usia di Bawah 34 Tahun
(Taiwan, ROC) -- Menurut statistik terbaru dari Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan (CDC), pada tahun 2024 terdapat 1.002 kasus baru HIV yang dikonfirmasi di kalangan warga negara Taiwan.
Hal ini mengalahkan rekor tahun 2023 yang pertama kali dalam 20 tahun berada di bawah 1000 kasus. Di antaranya, kasus yang dikonfirmasi pada kelompok usia di bawah 34 tahun meningkat sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya.
Bertepatan dengan Hari Valentine, CDC meluncurkan promosi terbatas untuk alat tes mandiri HIV, di mana pembayaran satu set alat tes mandiri akan mendapatkan dua set alat tes dan gratis ongkos kirim, mendorong masyarakat untuk melakukan tes bersama pasangan dan teman.
Pada tahun 2023, jumlah kasus HIV yang dikonfirmasi secara nasional turun menjadi 939 kasus, tidak hanya menurun selama enam tahun berturut-turut, tetapi juga pertama kalinya dalam 20 tahun berada di bawah 1.000 kasus. Namun, jumlah kasus yang dikonfirmasi tahun lalu kembali melampaui 1.000 orang.
Menurut statistik CDC, 85% dari kasus yang dikonfirmasi adalah orang dewasa muda di bawah 45 tahun, dengan kelompok usia 25-34 tahun terbanyak mencapai 439 kasus (44%), diikuti oleh usia 35-44 tahun sebanyak 221 orang (22%), dan usia 15-24 tahun sebanyak 188 kasus (19%).
Wakil Direktur CDC Tseng Shu-hui (曾淑慧) menunjukkan bahwa total kasus baru HIV yang dikonfirmasi tahun lalu meningkat sekitar 7% peningkatan yang tidak terlalu besar, tetapi kelompok usia muda 15-24 tahun dan 25-34 tahun mengalami peningkatan sekitar 17% dibandingkan tahun sebelumnya, menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Menurut Tseng Shu-hui, kemungkinan penyebabnya termasuk meningkatnya aksesibilitas layanan kesehatan setelah pencabutan pembatasan pandemi. Selain itu, pihak CDC juga bekerja sama dengan lintas instansi untuk mendorong masyarakat berisiko tinggi melakukan tes.
Jumlah orang yang melakukan tes mandiri juga meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dari sekitar 50.000 orang pada tahun 2022, meningkat menjadi lebih dari 70.000 orang pada tahun 2023, dan tahun lalu melonjak hingga 84.000 orang, mencapai rekor tertinggi. Peningkatan jumlah tes ini juga berkontribusi pada pertumbuhan kasus positif.
CDC membeli setidaknya 100.000 alat tes HIV setiap tahun untuk mendorong pencegahan dan pengendalian penularan. Tseng Shu-hui mengakui bahwa pembelian terdampak karena pembekuan dar pengurangan anggaran.
Namun, dia tetap menghimbau bahwa mereka yang pernah melakukan hubungan seksual harus melakukan tes setidaknya sekali. Bagi mereka yang pernah melakukan hubungan seksual tidak aman, atau pernah terinfeksi penyakit seksual menular, memiliki banyak pasangan seksual, menggunakan narkoba, berbagi jarum suntik, atau memiliki pasangan seksual dengan kondisi tersebut di atas, maka disarankan untuk melakukan tes setiap 3-6 bulan sekali.
CDC menghimbau masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan melakukan tes ini.

HIV - AIDS (foto: Helloyishi)
Ketentuan Diskriminatif Bagi Kaum Lajang? Persyaratan Klaim Pensiun Asuransi Tenaga Kerja untuk Orang Tidak Menikah
(Taiwan, ROC) --- Jaminan hidup pekerja setelah pensiun terutama berasal dari dana pensiun asuransi tenaga kerja dan dana pensiun kerja. Namun, sistem asuransi tenaga kerja tidak hanya menghadapi risiko kebangkrutan, tetapi juga dikritik memiliki klausul diskriminatif terhadap orang lajang dalam hal klaim ahli waris.
Menurut peraturan, jika tertanggung meninggal secara tidak terduga setelah memenuhi syarat klaim, maka ahli waris dapat mengklaim tunjangan atau pensiun ahli waris. Namun, penerima klaim harus terbatas pada pasangan, anak-anak, orang tua, atau kakek-nenek.
Untuk orang lajang yang tidak memiliki kerabat langsung, selain tunjangan pemakaman, sisa dana pensiun juga akan disita oleh negara.
Para ahli menganalisis bahwa hal ini terutama karena sifat dasar asuransi tenaga kerja adalah asuransi sosial, bukan properti pribadi. Klaim hanya dapat dilakukan oleh kerabat yang menjadi tanggungan tertanggung atau anak angkat.
Ilustrasi Kasus:
Terry, seorang pekerja kantoran dengan pengalaman kerja hampir 10 tahun, mengatakan, "Dari gaji saya saat ini, saya merencanakan untuk pengeluaran sehari-hari, investasi, dana pensiun jangka panjang, dan asuransi kesehatan. Saya melakukan tabungan pensiun jangka panjang, dan untuk bagian asuransi tenaga kerja, saya menganggapnya sebagai sesuatu yang bisa saya terima secara bulanan di masa depan."
Meskipun perencanaan keuangan dan investasi penting untuk masa depan, dan asuransi pensiun tenaga kerja adalah salah satu jaminan setelah pensiun, sistem ini tidak hanya menghadapi kekhawatiran kebangkrutan tetapi juga dikritik karena persyaratan klaimnya yang dianggap diskriminatif terhadap orang lajang.
Wartawan senior Liu Li-chun (劉俐均)mengatakan, "Sejak kita memasuki dunia kerja, kita diwajibkan untuk mengikuti asuransi tenaga kerja. Namun, selain harus memenuhi usia pensiun dan masa kerja, jika Bertanggung meninggal secara tidak terduga, pihak yang dapat mengklaim meliputi pasangan, anak-anak orang tua, dan kakek-nenek. Jika tidak ada kerabat langsung ini, hanya dapat menerima tunjangan emakaman dan sisa dananya kemungkinan akan disita."
Terry melanjutkan, "Saya merasa ini lebih condong sebagai bagian dari asuransi sosial, jadi jika nanti saya meninggal dan dalam keadaan tidak memiliki kerabat, dalam kondisi seperti itu sebenarnya saya tidak terlalu merasa bahwa saya harus mendapatkannya kembali."
Ketika masa kerja Anda memenuhi syarat, Anda dapat mengklaim tunjangan hari tua asuransi tenaga kerja. Namun, jika tertanggung meninggal sebelum memenuhi syarat klaim, ahli waris dapat mengklaim tunjangan atau pensiun ahli waris, sehingga masa asuransi tertanggung tidak sia-sia.
Namun, jika yang bersangkutan sudah mengklaim tunjangan hari tua asuransi tenaga kerja dan memilih menerima pensiun bulanan, jika meninggal secara tidak terduga, ahli waris juga dapat menerima selisih antara klaim dan jumlah pensiun, atau terus menerima setengah dari pensiun ahli waris.
Namun bagi yang lajang dan tidak memiliki orang tua atau kakek-nenek, selain tunjangan pemakaman, sisa dana pensiun ini kemungkinan tidak ada yang bisa mewarisi.
Liu Li-chun, Manajer Senior Departemen SDM Bank Tenaga Kerja, mengatakan, "Jadi jika benar-benar tidak bisa memenuhi persyaratan klaim ahli waris yang diatur dalam undang-undang, memang akan sulit. Namun untuk bagian anak-anak, mungkin bisa dipertimbangkan, karena anak tidak harus anak kandung. Jika Anda memiliki anak angkat dengan masa adopsi lebih dari 6 bulan, sebenarnya juga akan memenuhi syarat sebagai ahli waris."
Pembatasan lingkup kerabat yang dapat mengklaim terutama karena asuransi tenaga kerja adalah asuransi sosial, bukan properti pribadi. Ketika tertanggung meninggal dunia, yang dapat mengklaim sisa pensiun juga harus merupakan kerabat yang menjadi tanggungan.
Profesor Xin Bing-long dari Institut Pembangunan Nasional Universitas Nasional Taiwan menerangkan, "Pada dasarnya tunjangan asuransi tenaga kerja diberikan karena pemerintah ingin menjamin keamanan ekonomi lansia Anda. Ini bukan hasil dari tabungan atau sisa dana atau apapun, jadi sangat berbeda dengan properti pribadi. Jika kita membahas kemungkinan memperluas ke saudara kandung atau lainnya, masalahnya adalah saudara kandung bukan orang yang seharusnya Anda tanggung. Jika mereka bukan orang yang seharusnya Anda tanggung, kematian Anda tidak mempengaruhi kehidupan ekonomi mereka di masa depan, karena itu mereka tidak disertakan. Hanya jika orang-orang tersebut benar-benar dalam tanggungan atau perawatan Anda, tentu mereka akan dimasukkan sebagai pihak penerima warisan."
Selain pensiun asuransi tenaga kerja yang merupakan asuransi sosial, ada juga sistem baru rekening dana pensiun tenaga kerja. Meskipun ahli waris memiliki hak untuk mengklaim, jika melewati batas waktu klaim 10 tahun, rekening pensiun akan dihapus.
Menurut statistik Biro Asuransi Tenaga Kerja, sejak sistem baru dana pensiun tenaga kerja diberlakukan, ada 26.000 rekening yang hangus karena kerabat tidak mengklaim dalam batas waktu yang ditentukan.
Manajer Senior Departemen SDM Bank Tenaga Kerja, Lin Huei-lan (林慧間), menyampaikan, "Untuk Dasangan dan anak-anak tentunya iya, tapi untuk cucu atau saudara kandung, mereka tidak harus menjadi tanggungan. Dengan status mereka saja, mereka sudah bisa mengklaim, karena dana pensiun tenaga kerja juga sedikit memiliki konsep tabungan pribadi."
Profesor Hsin Pin-lung (辛隆) dari Institut Pembangunan Nasional Universitas Taiwan mengatakan, "Saya menganggap dana pensiun tenaga kerja juga merupakan asuransi sosial, hanya saja mekanisme keuangannya menggunakan rekening individu, jadi tidak harus disamakan dengan tabungan pribadi. Jadi dalam hal hukum, mungkin masih ada ruang untuk diskusi."
Baik pensiun asuransi tenaga kerja maupun dana pensiun tenaga kerja, keduanya menyediakan jaminan hidup setelah pensiun. Bagi pekerja dan keluarga yang membutuhkan, penting untuk memperhatikan persyaratan dan regulasi agar tidak kehilangan hak mereka.

Ilustrasi dana pensiun (foto: Info Training)
RTI Radio Taiwan International 
