(Taiwan, ROC) --- Sup daging sapi Tainan yang terkenal telah menarik banyak orang untuk datang menikmatinya, tetapi harganya mungkin akan naik di masa mendatang.
Di bawah Perjanjian Kerjasama Ekonomi Taiwan yang sepenuhnya berlaku tahun ini, dengan pengurangan produksi dan penutupan peternakan susu, pasokan daging sapi segar di pasar domestik terkena dampak.
Hal ini membuat banyak pemilik kedai sup daging sapi khawatir bahwa biaya produk daging akan naik lagi di masa mendatang. Mengingat biaya telah disesuaikan berkali-kali dalam beberapa tahun terakhir.
Ketika konsumen mendengar berita ini, mereka dengan pasrah mengatakan bahwa karena bahan baku naik, mereka hanya bisa menerima situasi yang ada.
Sementara itu, Asosiasi Pengembangan Industri Daging Sapi Taiwan berharap pemerintah dapat mendorong kerjasama antara peternak sapi perah dengan produsen daging sapi untuk menstabilkan pasokan sambil memastikan kualitas tidak terpengaruh.
Irisan daging yang lembut dan segar, setelah diletakkan satu per satu ke dalam mangkuk, langsung disiram dengan sendok kaldu panas yang mengepul, menghasilkan semangkuk sup daging sapi yang harum menggoda.
Menikmatinya di cuaca dingin, terasa sangat ideal sekali. Namun, biaya semangkuk sup daging sapi diprediksi akan semakin mahal di masa mendatang.
Di bawah pemberlakuan nol tarif untuk susu sapi Selandia Baru pada 2025, Kementerian Pertanian berencana untuk mengurangi biaya produksi, sehingga menurunkan produksi susu sapi dari 470.000 ton per tahun menjadi 430.000 ton. Yang mana hal ini mengakibatkan kemungkinan berkurangnya pasokan daging sapi untuk sup daging sapi, yang 95% menggunakan sapi perah di pasar.
"Kenaikan harga memang harus dilakukan, orang tidak bisa bertahan kalau tidak, kan?" ujar salah satu pemilik warung sup daging sapi.
"(Biaya) sudah naik beberapa kali, karena gelombang kali ini belum naik, (harga daging terus naik) tentu saja khawatir, semuanya sama, bahan baku dan biaya Anda semua naik, tentu saja khawatir," tambahnya
Pemilik warung sup daging sapi yang mendengar berita ini tidak bisa menghindari kekhawatiran akan kenaikan harga daging di masa depan, karena dua tahun lalu harga daging sapi segar sudah naik dari NT$140 per kilogram menjadi sekitar NT$170 sekarang.
Asosiasi Pengembangan Industri Sapi Perah Nasional juga memperkirakan harga sup daging sapi Tainan akan naik setelah Tahun Baru Imlek.
Ketua Asosiasi Pengembangan Industri Daging Sapi Taiwan, Zhang Zhi-ming (張志名), mengatakan, "Sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu, jadi harga sudah naik, harga sapi sudah naik satu gelombang. Tentu saja pasar daging sapi segar sudah mulai bergejolak, karena permintaan melebihi pasokan."
Dengan berlakunya Perjanjian Kerjasama Ekonomi Taiwan dengan Selandia Baru, membuat pengurangan produksi dan penutupan peternakan susu berdampak pada pasokan daging sapi segar.
Para pelaku usaha berharap pemerintah akan mendorong kerjasama antara peternak sapi perah dan produsen daging sapi untuk memastikan pasokan yang stabil dengan syarat kualitas tidak menurun, sehingga konsumen dapat terus menikmati sup daging sapi yang lezat.






