Bagaimana Cara Membuang Pakaian Bekas di Taiwan?
Saat merapikan pakaian, terkadang kita menemukan beberapa pakaian yang sudah lama tidak dipakai. Bagaimana cara membuang pakaian bekas ini?
1. Kotak Daur Ulang Pakaian yang Disetujui Ditjen Perlindungan Lingkungan (EPA)
Kotak daur ulang yang dikelola oleh Ditjen Perlindungan Lingkungan (EPA) biasanya berwarna hijau atau biru. Kotak ini biasanya ditempatkan di pinggir jalan sehingga masyarakat menyumbangkan pakaian bekas yang masih layak pakai, sehingga dapat disumbangkan ke orang yang membutuhkan. Lokasi kotak daur ulang dapat dicari melalui peta "Situs Daur Ulang MOENV” (全國不用品藏寶地圖)

(foto: CNA)
2. Toko Penerima Pakaian Bekas
Beberapa toko khusus menerima pembelian atau donasi pakaian bekas. Mereka akan mengolah ulang pakaian ini untuk digunakan kembali, mendorong keberlanjutan, dan mengembalikan pakaian tersebut ke pasar atau memberikan kepada mereka yang membutuhkan. Misalnya, merek pakaian seperti UNIQLO, GU, dan H&M menyediakan layanan daur ulang pakaian yang kemudian disalurkan ke lembaga amal atau dijual kembali.
3. Daur Ulang Pakaian dengan Mendapat Uang Tunai
Ada juga toko-toko yang khusus membeli pakaian bekas. Mereka akan mengolah ulang pakaian untuk dijual kembali, memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menukar pakaian bekas dengan uang tunai. Contohnya adalah 2nd STREET yang menyediakan layanan toko fisik dan pengiriman, serta twentythree yang menyediakan platform untuk menjual pakaian bekas. Pemilik pakaian akan menerima sebagian dari hasil penjualan.

(foto: 2nd Street)
4. Lembaga Sosial/Platform Donasi Pakaian
Di seluruh Taiwan, banyak yayasan dan lembaga sosial menerima donasi pakaian, seperti Pusat Daur Ulang Pakaian Bekas Xinyi (facebook hsinyespring) dan Step30 (program sepatu bekas). Syarat donasi disesuaikan dengan pengumuman dari masing-masing lembaga.
5. Grup Pakaian Bekas di Facebook
Cukup cari "pakaian bekas" di media sosial, dan Anda akan menemukan banyak grup terkait. Grup ini menjadi platform bagi pengguna untuk membeli, menjual, atau menukar pakaian bekas.
6. Pasar Barang Bekas
Berpartisipasi dalam pasar barang bekas dengan membuka lapak adalah cara lain untuk mendaur ulang pakaian bekas. Ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk membeli dan menjual pakaian bekas.
7. Mobil Daur Ulang dari Tim Kebersihan
Tim kebersihan di berbagai kota dan kabupaten menyediakan layanan daur ulang pakaian, mirip dengan pengelolaan sampah. Pakaian cukup dikemas dalam kantong plastik dan diserahkan ke mobil daur ulang. Berdasarkan pedoman EPA, pakaian yang masih layak pakai akan dijual kembali di pasar lokal atau internasional, sementara pakaian lain yang masih bisa dimanfaatkan akan digunakan sebagai kain lap atau bahan pengisi.

(foto: LTN)
Taiwan TPASS 2.0 Tawarkan Hingga 40% Cashback untuk Pengguna Rutin
Untuk mendorong penggunaan transportasi umum yang lebih besar, Kementerian Transportasi dan Komunikasi (MOTC) pada hari Selasa (14 Jan) meluncurkan “Program Diskon Pengguna Rutin TPASS 2.0”. Manfaat untuk pengguna rutin tersedia bagi mereka yang menggunakan tiket elektronik dan menggunakan transportasi umum sebanyak 11 kali atau lebih dalam sebulan, dengan cashback berdasarkan persentase dari biaya perjalanan mereka. Cashback pertama akan dikreditkan pada 25 Maret.
Untuk transportasi jalan umum, termasuk bus antarkota, bus jarak jauh, dan bus kota, pengguna yang melakukan perjalanan 11 hingga 30 kali per bulan akan menerima cashback sebesar 15%. Bagi mereka yang melakukan perjalanan 31 kali atau lebih, cashback meningkat menjadi 30%.
Untuk layanan kereta api, yang sudah menawarkan diskon pengguna rutin (seperti Taiwan Railways Corporation, Taipei Metro, dan New Taipei Metro), MOTC akan memberikan tambahan cashback sebesar 2% bagi mereka yang melakukan perjalanan 11 kali atau lebih dalam sebulan.
Pelancong yang mendapatkan dan mendaftarkan kartu TPASS 2.0 sebelum 31 Maret dan memenuhi kriteria cashback hingga akhir tahun 2024 akan menerima bonus cashback tambahan sebesar 10% yang didanai oleh pemerintah pusat, sehingga total cashback maksimum mencapai 40%.
Kementerian transportasi menyatakan bahwa pengguna dapat mendaftar TPASS 2.0 mulai sekarang dengan mengunjungi halaman cashback pengguna rutin di situs web biro jalan raya dan menyelesaikan proses pendaftaran tiket elektronik. Mulai Februari, catatan perjalanan akan dihitung sejak hari setelah pendaftaran selesai.
Setiap penumpang dapat mendaftarkan hingga lima kartu elektronik berisi saldo pada setiap perusahaan tiket, dengan cashback dihitung secara independen untuk setiap kartu. Misalnya, perjalanan yang dilakukan selama bulan Februari 2025 akan menghasilkan cashback yang bisa Anda klaim mulai 25 Maret 2025.
Mulai 25 Maret, cashback untuk bulan Februari dapat dikumpulkan di empat konter toko serba ada utama dengan bantuan staf atau di stasiun MRT menggunakan mesin EasyCard.
Bagi mereka yang tertarik membeli kartu TPASS 2.0, kartu ini tersedia untuk dipesan melalui kios di empat toko serba ada utama atau untuk dibeli di konter layanan stasiun metro atau mesin penjual tiket.

Taiwan Membuka Pusat Startup di Silicon Valley
Menteri Dewan Pembangunan Nasional (NDC), Liu Chin-ching (劉鏡清), meresmikan pusat startup luar negeri kedua Taiwan di Palo Alto, California, pada hari Selasa.
Dalam pidatonya, Liu menyampaikan dua tujuan utama dari pusat ini, dilansir dari CNA. Pertama, Taiwan telah melahirkan banyak startup, dan pusat ini akan menjadi sarana untuk menonjolkan perusahaan-perusahaan tersebut.
Kedua, banyak perusahaan di Silicon Valley yang mencari peluang di Taiwan. Pusat ini akan menghubungkan investor dan institusi penelitian dengan perusahaan-perusahaan Taiwan.
Liu menambahkan bahwa target tahun ini adalah agar pusat tersebut mendukung 100 startup dan menarik setidaknya 2.000 profesional ke Taiwan. Selain itu, modal ventura Taiwan diperkirakan akan tumbuh sebesar 20% setiap tahun, mencapai US$5 miliar (NT$165 miliar) pada tahun 2027, menurut laporan Liberty Times.
CEO Ubestream, Su Yu-min (蘇育民), berkomentar bahwa pusat luar negeri NDC merupakan keuntungan besar bagi startup Taiwan yang ingin berekspansi ke pasar internasional. Ia mengatakan bahwa perusahaan tahap awal sering membutuhkan basis di luar negeri dan berharap pemerintah dapat membantu mengurangi biaya operasional yang tinggi di luar negeri.
NDC mendirikan pusat startup pertamanya di Tokyo pada bulan September lalu dan berencana mendirikan pusat startup lainnya di Asia Tenggara.

(foto: NDC)
La Kaffa International Akuisisi Hanlin Teahouse, Teh Susu Boba dan Mi Daging Sapi Akan Diekspor ke Luar Negeri
Akuisisi di pasar kuliner kembali ramai. Perusahaan induk Chatime, La Kaffa International, mengakuisisi 100% saham Hanlin Teahouse dengan nilai NT$272 juta pada 6 Januari. Direktur La Kaffa, Wang Yao-hui, mengatakan bahwa kolaborasi ini akan melengkapi kekurangan masing-masing pihak. Hanlin Teahouse akan terus memperluas gerainya, sementara La Kaffa mempertimbangkan untuk mengekspor konsep kuliner gabungan, seperti "the susu boba dengan mi daging sapi", yang memadukan cita rasa khas Taiwan ke luar negeri.
La Kaffa akan terus mencari peluang untuk akuisisi yang tepat guna memperluas platform restoran mereka. Merek mereka, "Chatime”, fokus pada pasar takeaway, sementara Hanlin Tea House adalah restoran dengan konsep makanan dan minuman yang lebih kompleks.
Belakangan ini, akuisisi di industri kuliner semakin marak. Contohnya, grup asal Filipina, Jollibee, melalui anak usahanya Milksha, mengakuisisi merek sup ayam populer Moon Moon Food. Kasus lain termasuk akuisisi merek The Diner oleh grup kuliner TTFB Company Limited (瓦城).
Wang Yao-hui menganalisis bahwa pasca-pandemi, konsolidasi pasar kuliner menjadi tren yang jelas. Perusahaan kecil dan menengah yang berdiri sendiri menghadapi tantangan besar, seperti meningkatnya biaya operasional, masalah keamanan pangan, kekurangan tenaga kerja, dan kesulitan ekspansi. Hal ini menekan banyak pengusaha dan meningkatkan hambatan untuk masuk ke pusat perbelanjaan. Selain itu, banyak merek kuliner terkenal menghadapi situasi generasi kedua yang tidak bersedia melanjutkan usaha, sehingga akuisisi menjadi solusi.
Hanlin Teahouse dikenal sebagai merek yang "mengklaim" menciptakan bubble tea pertama di Taiwan, meskipun sebelumnya berselisih hukum dengan Chun Shui Tang terkait klaim ini. Hanlin Teahouse didirikan pada tahun 1986 oleh Tu Zong-he, yang meninggal lebih dari dua tahun lalu. Tidak adanya minat dari generasi kedua untuk melanjutkan usaha menjadi salah satu alasan utama akuisisi ini.
Wakil Direktur Eksekutif La Kaffa, Wang Li-yu, yang kini menjabat sebagai Ketua Hanlin Teahouse, menyebut bahwa jika Chatime adalah Genghis Khan dalam dunia minuman boba yang memperluas kerajaan global, maka Hanlin adalah Christopher Columbus yang menemukan the boba pertama di dunia.
Pada 2024, Hanlin mencatat pendapatan sekitar NT$400 juta dengan 40 gerai di Taiwan, sebagian besar di pusat perbelanjaan dan semuanya dikelola langsung. Wang Li-yu mengatakan bahwa dalam dua tahun terakhir, Hanlin relatif kurang aktif. Ke depannya, fokus awal adalah menstabilkan tim operasional, dengan rencana memperluas gerai, terutama di wilayah utara Taiwan, dengan pertumbuhan dua digit setiap tahun. Target pendapatan 2025 adalah NT$450 juta dengan margin laba bersih 7-8%.
Wang Yao-hui menyebut bahwa La Kaffa sudah hadir di 63 negara, dengan jaringan ekspansi internasional yang kuat. Di masa depan, mereka mempertimbangkan untuk mengekspor konsep restoran Hanlin yang menggabungkan "the boba dan mi daging sapi" sebagai satu paket kuliner khas Taiwan ke luar negeri. Wang Li-yu menambahkan bahwa Hanlin sudah memiliki tiga gerai di AS melalui agen. Setelah optimalisasi merek dan menu, internasionalisasi adalah langkah yang tak terelakkan.
La Kaffa terus aktif memperluas pasar domestik dan internasional. Wang Yao-hui mengatakan bahwa Chatime berencana membuka lebih dari 100 gerai baru. Kawasan Asia Tenggara menunjukkan peluang besar, dengan Indonesia menjadi pasar luar negeri terbaik mereka. Pendapatan tahun ini diproyeksikan tumbuh lebih dari 10%, dengan tambahan kontribusi dari akuisisi yang mendorong pertumbuhan dua digit.

(foto: CNA)
Taipei Game Show Tampilkan 100 Game Baru
Taipei Game Show 2025 telah digelar pada 23–26 Januari di Taipei Nangang Exhibition Center. Panitia mengumumkan bahwa acara ini akan melibatkan 346 perusahaan dari 30 negara dan wilayah, dengan dua lantai pameran di lantai 4 dan 5. Pameran ini akan menampilkan berbagai game populer dari platform konsol, PC, perangkat mobile, serta game independen dan game papan. Total lebih dari 350 judul game telah dipamerkan, termasuk lebih dari 100 game baru yang belum dirilis yang bisa dicoba lebih dulu. Selain itu, akan ada juga kompetisi e-sports, konsol populer, dan produk hardware terkait lainnya.
Tahun ini, TGS Business Area akan diikuti oleh 79 perusahaan dari 14 negara, mencakup perusahaan game domestik yang terdaftar, perusahaan-perusahaan internasional terkemuka, tim pengembang game independen, serta berbagai sektor industri seperti pengembangan game, penerbitan, lisensi IP, layanan lokalisasi, pemasaran, desain seni dan animasi, serta produksi suara. Di sini, pengunjung dapat dengan mudah menjelajahi peluang kerja sama dengan mitra industri game dari berbagai level.
Perusahaan domestik yang terdaftar mencakup MyCard dan anak perusahaannya Chinese Gamer International Corp., Softstar Entertainment, InterServ International. Ada pula perusahaan GASH, dan Mercuries Data Systems Ltd. Selain itu, perusahaan layanan game dan analisis data global terkenal seperti Xsolla, AppsFlyer, MOLOCO, dan adjust turut berpartisipasi, bersama dengan 19 tim pengembang game independen dari berbagai penjuru dunia.

(foto: TGS)
Sosok : Chi Po Lin
Chi Po-lin (27 Desember 1964 – 10 Juni 2017) adalah seorang fotografer udara, pembuat film dokumenter, dan aktivis lingkungan asal Taiwan yang terkenal dengan karya monumental Beyond Beauty: Taiwan from Above (2013). Film ini memaparkan keindahan Taiwan dari perspektif udara, namun juga menyoroti kerusakan lingkungan yang mulai mengkhawatirkan. Film ini bahkan mendapatkan penghargaan Golden Horse Awards dalam kategori Film Dokumenter terbaik tahun 2013.
Sebelum menjadi pembuat film, Chi bekerja sebagai pegawai negeri di Direktorat Jenderal Proyek Jalan Raya Kementerian Transportasi Taiwan selama 23 tahun. Hanya tinggal tiga tahun lagi untuk pensiun, tapi ia memutuskan untuk berhenti dari pekerjaannya dan kehilangan 4 juta dolar pensiun hanya untuk membuat film dokumenter Beyond Beauty: Taiwan from Above.
Ia sangat tertarik pada fotografi, khususnya fotografi udara, yang ia mulai tekuni setelah keluar dari wajib militer. Pekerjaannya dalam fotografi real estate membuka jalan bagi kariernya sebagai fotografer udara. Namun, hidupnya berubah saat ia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya menjelang pensiun dan menggadaikan rumah serta meminjam uang untuk mewujudkan impiannya membuat film dokumenter.
Beyond Beauty membutuhkan lebih dari 400 jam terbang helikopter untuk pengambilan gambar, dengan biaya yang sangat tinggi—sewa helikopter saja menghabiskan biaya 150.000 dolar Taiwan per jam, dan lensa khusus mencapai 30 juta dolar Taiwan. Proyek ini menelan biaya total sekitar 90 juta dolar Taiwan, menjadikannya film dokumenter termahal dalam sejarah Taiwan. Walaupun Chi menghadapi banyak penolakan dan kesulitan dalam mencari dana, dengan bantuan sutradara terkenal Hou Hsiao-hsien dan beberapa perusahaan seperti Delta Electronics dan Wistron, ia berhasil mewujudkan film tersebut.
Film ini tidak hanya menampilkan keindahan alam Taiwan, tetapi juga memperlihatkan dampak kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh pembangunan manusia. Pandangannya terhadap Taiwan berubah setelah bencana gempa bumi 921, yang membuatnya sadar akan pentingnya melestarikan alam. Beyond Beauty adalah panggilan untuk dunia agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungan yang semakin terancam. Film ini, meskipun berjudul Beyond Beauty, lebih banyak menunjukkan sisi Taiwan yang jarang dilihat orang—kerusakan lingkungan dan perubahan yang tidak terlihat dari permukaan.
Pada 10 Juni 2017, tragisnya Chi Po-lin meninggal dalam sebuah kecelakaan helikopter di daerah pegunungan di Kabupaten Hualien saat sedang merekam untuk sekuel Beyond Beauty. Chi Po-lin, bersama asistennya Chen Kuan-chi dan pilot Chang Chi-kuang, meninggal saat sedang terbang untuk syuting gambar-gambar tambahan bagi film yang rencananya dirilis pada 2019. Kepergian Chi menyisakan kesedihan mendalam di kalangan masyarakat Taiwan, dan sebagai penghormatan, sebuah asteroid, 281068 Chipolin, dinamai untuk mengenangnya.
Selain karya-karya film dan fotografi yang ia tinggalkan, Chi Po-lin juga dikenal karena dedikasinya yang besar terhadap alam dan keberanian untuk berjuang demi visi yang ia yakini. Pada 14 Juli 2017, sebuah upacara peringatan diadakan di Taipei untuk mengenangnya. Sebagai bentuk penghargaan, pada Maret 2018, gambar-gambar dari sekuel Beyond Beauty digunakan sebagai desain perangko oleh Chunghwa Post. Pada April 2019, ruang peringatan Chi Po-lin dibuka di Tamsui sebagai penghormatan terhadap warisan hidupnya.
Chi Po-lin meninggalkan dua anak, seorang putra dan seorang putri, serta warisan yang tak ternilai tentang pentingnya menjaga alam dan keindahan tanah kelahirannya.

(foto: South China Morning Post)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
