(Taiwan, ROC) --- Gempa besar berkekuatan 6,4SR di Chiayi kemarin (21/1), mengingatkan banyak warga setempat akan Gempa Besar Baihe yang terjadi 61 tahun lalu dengan kekuatan 6,3SR. Selain keduanya merupakan gempa dangkal, lokasi episentrumnya juga hampir berhimpitan dengan koordinat yang sangat dekat.
Para ahli memperkirakan jarak antara kedua episentrum hanya sekitar 10 kilometer, dan penyebab kedua gempa tersebut sama-sama disebabkan oleh sesar naik.
Pusat Pemantauan Gempa Ditjen Klimatologi Sentral lebih lanjut menjelaskan bahwa zona sesar di sekitar area tersebut sangat aktif, sehingga setelah 61 tahun kembali terjadi gempa kuat dengan magnitude yang hampir sama.
Tim teknisi bergegas melakukan pemeriksaan dan perbaikan. Jembatan Zhuwei di Yujing, Tainan, mengalami deformasi dan keretakan parah pada permukaannya. Gempa berkekuatan 6,4SR yang terjadi di Chiayi pada Selasa dini hari (21/1), tidak hanya membangunkan banyak warga dari tidur mereka, tetapi juga membangkitkan kenangan para warga setempat akan peristiwa 61 tahun lalu.
Gempa Besar Baihe di Tainan pada tahun 1964 berkekuatan 6,3SR, mengakibatkan 106 orang meninggal dan 650 orang luka-luka. Jumlah korban dan kerusakan hanya lebih kecil dibandingkan Gempa 921, Gempa 403, dan Gempa Meinong. Yang menarik, episentrum gempa tersebut sangat dekat dengan lokasi gempa Chiayi kali ini.
Profesor Chen Wen-shan (陳文山), mantan pengajar Departemen Ilmu Geologi Universitas Nasional Taiwan menerangkan, "Lokasi dan karakteristik gempanya sangat mirip dengan gempa kali ini. Kedalamannya sekitar 10 kilometer, dan sama-sama disebabkan oleh sesar naik."
Jika membandingkan koordinat secara detail, gempa Chiayi berkekuatan 6,4SR kali ini berpusat di Dapu, Chiayi dengan koordinat 23,23 derajat Lintang Utara dan 120,57 derajat Bujur Timur. Sementara gempa Baihe 61 tahun lalu berada di koordinat 23,2 derajat Lintang Utara dan 120,6 derajat Bujur Timur.
Kedua gempa dangkal ini memiliki episentrum yang hampir berhimpitan, dengan jarak hanya 10 kilometer, membuat warga merasa ini merupakan kebetulan yang luar biasa.
Wu Chien-fu (吳健富), Kepala Pusat Pemantauan Gempa CWA mengatakan, "Setelah 61 tahun, terjadi lagi gempa dengan kekuatan yang mirip. Dalam radius 30 kilometer, telah terjadi banyak gempa dengan kekuatan di atas 5,5SR, menunjukkan bahwa aktivitas seismik di daerah ini sangat aktif."
Mengenai rumor yang beredar bahwa penyebab utama gempa ini adalah Sesar Meishan, CWA membantah hal tersebut. Namun, masyarakat juga mengingat bahwa pada Desember tahun lalu, Kementerian Urusan Ekonomi telah mengumumkan tiga zona sesar aktif baru yaitu Liji, Kouxiaoli, dan Chuxiang. Timbul pertanyaan apakah sesar-sesar ini yang menyebabkan gempa kuat di Chiayi.
Chen Wen-shan menerangkan, "Mengenai sesar Kouxiaoli, kami menilai bahwa ini bukan sesar yang berpotensi menghasilkan gempa. Sesar Kouxiaoli sebenarnya terbentuk akibat aktivitas dari sesar Lunhou yang menyebabkan retakan. Jadi untuk gempa kali ini, kita seharusnya lebih memperhatikan sesar Lunhou."
Mengingat banyaknya sesar aktif di sekitar pusat gempa, CWA menekankan bahwa penyebab gempa sangat kompleks, baik itu terkait sesar maupun lempeng tektonik, dan masih membutuhkan penelitian dan diskusi lebih lanjut.






