Jangan Memanaskan Benda Ini di Microwave karena Buruk bagi Kesuburan
Apa hubungan bahan kimia dengan kesuburan? Penelitian terbaru menunjukkan, bahwa plastik dan makanan ternyata terkait dengan kesuburan manusia.
Ilmuwan kesuburan terkemuka menyarankan untuk “jangan pernah” memanaskan makanan dalam wadah plastik di microwave karena dapat mempengaruhi kesuburan. Terkait hal ini, Swan, pakar pengganggu endokrin, mengatakan alasan utamanya adalah ketika makanan yang ditempatkan dalam wadah plastik dipanaskan dalam oven microwave, bahan kimia dalam wadah plastik tersebut dapat meresap ke dalam makanan.
Swann lebih lanjut menjelaskan bahwa plastik mengandung bisphenol A, phthalates, dan pemlastis. Bahan-bahan tersebut pada awalnya tidak digabungkan secara kimia dengan plastik, tetapi jika Anda memasukkan suatu benda ke dalam wadah yang mengandung bahan kimia tersebut, jika ditempatkan di lingkungan bersuhu tinggi, "bahan kimia ini akan pecah, menjauh dari plastik dan masuk ke dalam makanan."
Meskipun banyak penelitian telah menghubungkan penggunaan bahan kimia ini dengan masalah kesuburan, pihak berwenang percaya bahwa bukti saat ini menunjukkan bahwa jumlah paparan terhadap orang-orang biasa dalam kehidupan sehari-hari masih berada dalam kisaran yang aman.
Meski demikian, para ahli seperti Swann semakin khawatir bahan kimia ini mungkin berdampak pada kesehatan reproduksi, seperti berkurangnya jumlah dan kualitas sperma pria. “Sebaiknya hindari menggabungkan sumber panas dengan plastik, dan cobalah untuk tidak memasukkan botol air ke dalam mobil pada hari yang cerah."

(foto: ETToday)
Kegiatan Seluncur Es Gratis di Taipei hanya hingga Awal Maret 2025
Acara amal tahunan China Trust telah dimulai. Acara skating gratis yang paling ditunggu-tunggu, yaitu "Polar Large Outdoor Skating Rink" di China Trust Financial Park kembali diadakan, mulai sekarang hingga 2 Maret 2025. Selama acara, ada seluncur es (ice skating) gratis. Penggemar yang belum pernah mengikutinya sebaiknya jangan melewatkan kesempatan ini.
Arena skating luar ruangan ini dibuka secara gratis untuk waktu terbatas, memungkinkan anak-anak dari segala usia untuk bermain skating secara gratis, dan penyewaan alat pelindung diri gratis juga disediakan di lokasi. Namun ingatlah untuk membawa kartu identitas Anda dan membawa sarung tangan serta kaus kaki sendiri. Sepatu skating dan alat pelindung diri bisa disewa. Anda yang merupakan penggemar atau ingin mencoba pengalaman berseluncur ini sebaiknya segera bersiap dan bergabung untuk merasakan serunya bermain skating di dunia es dan salju secara gratis.
Acara ini dibagi dalam 3 sesi setiap harinya, yaitu 15:30-17:00, 17:30-19:00, dan 19:30-21:00.
Jumlah pengunjung untuk setiap sesi dibatasi hingga 150 pada hari kerja dan 170 pada hari libur. Namun, di hari libur ada sesi tambahan, yaitu pukul 13:30-15:00.
Setiap sesi acara ada pembukaan pengambilan nomor selama 1 jam sebelum kegiatan dan jika Anda telat lebih dari 30 menit saat sesi acara, maka Anda tidak akan diperbolehkan untuk mengikuti acara ini, jadi pastikan Anda hadir tepat waktu.
Waktu acara:
Setiap hari hingga 2 Maret 2025 (28 Januari 2025 libur)
Alamat: Jalan Jingmao 2 No.186, Distrik Nangang, Kota Taipei (台北市南港區經貿二路186號)

(foto: abic.com)
Informasi Festival Lentera Taiwan di Taoyuan!
Ditjen Pariwisata meluncurkan desain lentera utama untuk Festival Lentera Taiwan tahun ini yang akan digelar di Taoyuan pada 3 Januari.
Menteri Transportasi Chen Shih-kai (陳世凱) mengatakan tema festival tahunan ke-36 ini adalah “Cahaya yang Menghubungkan Seribu Kolam di Taoyuan.” Chen menambahkan bahwa lentera utama diberi judul “Infinite Paradise” dan dirancang oleh seniman Lee Ming-dao (李明道), yang juga dikenal sebagai Akibo.
Chen menjelaskan bahwa lampion tersebut menampilkan desain simbol infinity yang modern dan abstrak, dikombinasikan dengan bentuk-bentuk bola dan geometris untuk menciptakan nuansa taman hiburan futuristik yang penuh keajaiban teknologi. Lentera ini terinspirasi oleh elemen-elemen taman bermain seperti roller coaster dan seluncuran air.
Lentera ini memiliki tinggi 18 meter dan menggunakan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan motion capture untuk menampilkan narasi visual yang terus berubah. Chen mengatakan lentera ini menyampaikan tema pembangunan berkelanjutan dan koneksi lintas generasi.
Desain lentera ini juga terinspirasi dari kemenangan Tim Taiwan dalam turnamen WBSC Premier12. Untuk merayakan pencapaian ini, Lee Ming Dao mengatakan bahwa ia merekam gerakan empat pemandu sorak menggunakan teknologi motion. Data gerakan ini kemudian digunakan untuk membuat visual animasi yang dinamis dan realistis, yang kemudian divisualisasikan ke dalam pertunjukan lentera utama.
Menteri Transportasi Chen Shih-kai dan Wali Kota Taoyuan Chang San-cheng (張善政), bersama beberapa pihak lainnya, ikut berkontribusi dengan membuat emoji bertema buah persik. Beberapa mahasiswa internasional juga menulis doa untuk Taiwan dalam bahasa ibu mereka masing-masing.
Dirjen Pariwisata, Chou Yung-hui (周永暉), mengatakan bahwa setiap tahun lentera yang paling dinantikan adalah lentera kecil genggam untuk anak-anak yang memiliki bentuk aneka shio. Tentu saja untuk tahun ini temanya adalah ular.
Dirancang dengan konsep mainan ular fleksibel, tubuh lentera ular ini terdiri dari struktur tujuh segmen yang dapat bergerak. Setiap segmen dapat ditekuk hingga sudut 90 derajat, memungkinkan pengguna untuk merangkainya menjadi angka dari nol hingga sembilan.
Selain itu, setengah dari lampion genggam dirancang untuk menyala menggunakan power bank. Dengan menghubungkannya ke kabel Type-C, pengguna dapat menyalakan lampion tanpa bergantung pada baterai sekali pakai, sehingga lebih ramah lingkungan.
Festival Lentera Taiwan akan menyala mulai pukul 7 malam pada malam Festival Lentera, yaitu pada 12 Februari 2025, dan berlangsung hingga 23 Februari. Lentera utama terletak di dekat Stasiun MRT Bandara Taoyuan A18 dan akan menampilkan pertunjukan cahaya setiap 30 menit.

(foto:桃園事臉書)
PMI Didenda karena Tekuk Pelat Kendaraan untuk Hindari Razia
Sejak penerapan wajib registrasi dan pemasangan pelat nomor untuk kendaraan roda dua listrik mikro (e-bike) dimulai sebulan lalu, jumlah kendaraan roda dua listrik mikro di Kota Taichung mencapai 32.050 unit, tertinggi di seluruh Taiwan. Kepolisian telah menindak lebih dari 425 pelanggaran terkait kendaraan tanpa pelat nomor yang sah.
Di Distrik Wuri, seorang PMI ketahuan memodifikasi posisi pelat nomor hingga menekuk ke atas untuk menghindari razia. Dinas Pengawasan Lalu Lintas dan Kepolisian juga melakukan razia bersama terhadap pekerja migran asing tanpa pelat nomor, sembari mengingatkan bahwa usia minimal untuk mengendarai kendaraan roda dua listrik mikro adalah 14 tahun, dan kendaraan tersebut harus didaftarkan, atau akan dikenakan denda sebesar NT$1.200 hingga NT$3.600.
Masa sosialisasi dua tahun untuk registrasi kendaraan roda dua listrik mikro berakhir pada 29 November tahun lalu. Setelah itu, mulai 30 November, polisi mulai menindak pelanggaran. Hingga 2 Januari, telah tercatat lebih dari 758 pelanggaran, dengan 425 kasus terkait tidak adanya pelat nomor menjadi pelanggaran terbanyak.
Kepala Kepolisian Distrik Wuri, You Qi-nan, menyebutkan bahwa di wilayah Wuri, Dadu, dan Longjing, razia terhadap kendaraan roda dua listrik mikro yang melanggar aturan diperketat. Salah satu kasus melibatkan pekerja migran asal Indonesia bernama Aman (30 tahun), yang memodifikasi posisi pelat nomor hingga menekuk ke atas. Polisi menghentikannya saat ia berhenti di lampu merah dan menemukan posisi pelat nomor yang tidak sesuai standar. Aman berdalih bahwa ia membeli motor tersebut dari seorang teman dan belum sempat mendaftarkan pelat nomor.
Polisi mencatat bahwa posisi pelat nomor yang menekuk ke atas merupakan upaya untuk menghindari razia. Sesuai dengan Pasal 71 Peraturan Administrasi Lalu Lintas Jalan, Aman dikenakan denda sebesar NT$1.200 hingga NT$3.600, sementara motor listriknya disita. Polisi kembali mengingatkan pengendara untuk memasang pelat nomor sebelum mengendarai kendaraan di jalan raya.

RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
