Liburan Imlek 9 Hari Mau Jalan-Jalan ke Luar Negeri? Mayoritas Menyerah Karena “1 Alasan”: Tunggu Habis Imlek Baru Pergi
(Taiwan, ROC) --- Libur Tahun Baru Imlek untuk tahun ini berjumlah 9 hari, yakni semenjak 25 Januari 2025 hingga 2 Februari 2025. Banyak orang berencana memanfaatkan waktu ini untuk berlibur ke luar negeri dan menikmati suasana Tahun Baru yang berbeda.
Ada Warganet yang menyarankan untuk bisa mengatur perjalanan selama 5 hari 4 malam, sehingga masih ada waktu untuk beristirahat setelah kembali ke Taiwan dan sebelum mulai bekerja kembali.
Namun, sebagian besar orang menganggap tiket pesawat terlalu mahal selama periode Tahun Baru Imlek, sehingga merasa tidak sanggup membeli dan berencana untuk bepergian ke luar negeri setelah periode Tahun Baru Imlek berlalu.
Melalui platform media sosial local di Taiwan, PTT, seorang Warganet melontarkan pertanyaan, "Apakah kalian punya rencana pergi ke luar negeri saat Tahun Baru?"
Dia mengungkapkan bahwa tahun ini total libur 9 hari, yang menurutnya sangat cocok untuk merencanakan perjalanan 5 hari 4 malam, sehingga masih ada waktu 1 hingga 2 hari untuk beristirahat sebelum kembali bekerja.
Namun banyak netizen merasa bahwa tiket pesawat yang mahal menjadi faktor utama mengapa mereka enggan berangkat ke luar negeri. Belum lagi ditambah dengan keramaian selama periode Tahun Baru Imlek, sehingga membatalkan rencana mereka.
"Tiket pesawat di hari biasa NT$3800, saat Tahun Baru Imlek melonjak NT$9000. Harga tiket naik terlalu tinggi, lebih baik pergi setelah Tahun Baru," tulis salah seorang netizen.
"Tiket pesawat memang mahal selama Tahun Baru, mending di rumah main game," timpal lainnya.
Namun, ada juga yang dengan senang berbagi kabar perjalanan mereka. "Ambil cuti 3 hari tambahan untuk ke Eropa saat Tahun Baru," tulis netizen.
"Sepertinya Jepang akan penuh orang Taiwan saat Tahun Baru, banyak teman yang akan ke sana," timpal lainnya.

圖/UDN
Makin Bodoh!? Kemampuan Membaca Orang Dewasa Hanya Setara SD, Persentasenya Mencapai 20%, Teknologi Bisa Jadi Bumerang, Kecerdasan Manusia Menurun
(Taiwan, ROC) --- Jika Anda merasa dunia ini semakin bodoh, mungkin Anda benar! Survei Keterampilan Orang Dewasa yang dilakukan OECD terhadap 31 negara, menguji kemampuan matematika dan membaca. Soal-soal yang diujikan bukanlah soal ujian masuk sekolah, melainkan kemampuan orang dewasa dalam membaca, menulis, berhitung dan memecahkan masalah di tempat kerja.
Hasilnya menunjukkan bahwa sekitar seperlima orang dewasa memiliki kemampuan matematika dan membaca setara siswa Sekolah Dasar. Hal ini mungkin terkait dengan kebiasaan orang modern menggunakan internet dan media sosial, kemajuan teknologi, ledakan informasi, serta era visual dan audio-visual saat ini, di mana konsentrasi orang semakin menurun, bahkan kemampuan dan kesabaran untuk membaca artikel dengan baik pun berkurang.
Salah seorang warga Taiwan yang berprofesi sebagai product manager, Miss Lin (林小姐) memiliki anak yang sekarang duduk di kelas 1 SD. Miss Lin mengatakan dia dan suaminya sama-sama suka membaca, dan TV di rumah mereka hampir tidak pernah dinyalakan, dan seolah-olah hanya berfungsi sebagai pajangan.
"Setelah punya anak, kami ingin dia banyak membaca dan bisa mengeksplorasi berbagai hal, bukan menghabiskan waktu menonton TV. Jadi sejak kecil di rumah selain banyak buku, kami juga punya alat musik perkusi, bahkan saya membeli clay dan alat-alat menggambar. Saat saya menemani dia di rumah dulu, selalu ada banyak hal yang bisa dilakukan. (Untuk ponsel) kami membatasi penggunaannya, ada aplikasi buku audio di ponsel karena saya memang punya ponsel cadangan untuknya, tapi itu digunakan untuk mendengarkan cerita," pungkas Miss Lin.
Banyak aplikasi di ponsel yang menyediakan cerita audio yang cocok untuk anak-anak. Miss Lin berharap anaknya tidak terlalu dini terpapar gadget, jadi dia pribadi juga tidak bermain ponsel terus-menerus di depan anaknya.
Sejak kecil mereka mempertahankan kebiasaan membaca bersama, Miss Lin mengatakan dia berharap anaknya dapat mengembangkan kebiasaan membaca, mengembangkan berbagai minat dan belajar untuk fokus.
"Saya sendiri mengamati bahwa memang video pendek (shorts) ini semakin banyak, membuat anak muda sangat suka scroll terus-menerus, dan menjadi sulit membaca artikel atau dokumen yang lebih panjang. Ini mungkin juga mempengaruhi kemampuan berpikir mereka, menjadi lebih singkat dan tidak bisa bertahan lama. Jadi saya khawatir... sejujurnya agak khawatir, karena sepertinya anak muda sekarang berbeda dengan generasi kami yang lebih terbiasa membaca buku daripada menonton video," lanjut Miss Lin
Di era teknologi, konsentrasi menjadi tantangan besar. Mungkin banyak yang bertanya-tanya apakah manusia semakin bodoh?
Menurut survei Keterampilan Orang Dewasa dari OECD terhadap 31 negara, yang menguji kemampuan matematika dan membaca untuk kemampuan kerja sehari-hari, hasilnya menunjukkan sekitar seperlima orang dewasa memiliki kemampuan setara siswa SD.
Dalam hal kemampuan membaca, meski tingkat pendidikan lebih tinggi dari sebelumnya, skor di banyak negara justru menurun. Hanya Denmark dan Finlandia yang menunjukkan peningkatan.
Penelitian OECD juga menunjukkan bahwa orang dewasa yang berkinerja buruk dalam tes ini memiliki penghasilan jauh lebih rendah dibanding yang berkinerja baik.
Para ahli melihat generasi muda sekarang sebagai digital native yang sejak kecil terpapar internet, di mana kelebihan mereka bisa jadi juga kelemahan mereka, ditambah dengan hadirnya AI yang memberikan bantuan lebih kuat.
Direktur Divisi Pendidikan Karir Bank Tenaga Kerja di Taiwan, Wang Rong-chun (王榮春), mengatakan, "Generasi muda sangat mahir menguasai informasi, baik dalam menghasilkan teks, video, gambar, dan penggunaan informasi. Ini keunggulan besar. Dengan alat yang sangat mudah digunakan, terkadang kita tidak perlu terlalu dalam memahami apa yang ada di baliknya. Kemampuan penguasaan teks kita, karena informasi datang dan pergi dengan cepat, membuat kita kurang sabar dengan konten yang lebih panjang. Jadi terkadang kita mengatakan bahwa kemampuan dasar anak muda sekarang lebih lemah, mungkin ada hubungannya dengan penggunaan teknologi."
Pada abad ke-20, peningkatan IQ manusia cenderung stabil, fenomena ini kemudian dikenal sebagai Efek Flynn. Namun, penelitian yang diterbitkan di Prosiding Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS tahun 2018 menemukan bahwa Efek Flynn telah berbalik arah, dengan IQ manusia mulai menurun sejak 1975.
Para ilmuwan menduga ini terkait dengan perubahan sistem pendidikan, nutrisi, lingkungan media saat ini, serta jumlah membaca dan aktivitas internet. Para ahli pendidikan anak juga menyatakan bahwa banyaknya visualisasi saat ini mempengaruhi kemampuan verbal.
Pakar pendidikan pengasuhan anak, Yang Li-rong (楊俐容), mengatakan, "Jika kita melihat Belanda, kita akan menemukan bahwa tingkat kebahagiaan dan kesehatan mental remaja mereka berada di peringkat atas dunia. Bisa dibayangkan tekanan belajar mereka tidak terlalu besar dan sistem pendidikannya lebih disesuaikan dengan bakat dan kemampuan individu. Namun mereka menghadapi masalah, yakni PISA (Programme for International Student Assessment) untuk kemampuan membaca)), mereka berada di peringkat 35. Lebih mengkhawatirkan lagi, mereka menemukan bahwa hampir sepertiga remaja di negara tersebut memiliki kemampuan membaca yang sangat rendah. Ini tidak hanya mempengaruhi pembelajaran berbagai mata pelajaran, tapi Belanda juga khawatir hal ini bisa mengancam demokrasi mereka, karena demokrasi membutuhkan pemikiran independen."
Teknologi telah membawa perubahan dan bantuan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam kehidupan kita. Namun, teknologi juga bisa menjadi pedang bermata dua yang membuat kita semakin enggan berpikir dan menjauhkan kita dari mengeksplorasi nilai-nilai inti, serta mengurangi kepedulian terhadap kemanusiaan.
Seperti pepatah air bisa membawa perahu, tapi juga bisa menenggelamkannya, jangan sampai suatu hari teknologi yang akhirnya mengendalikan manusia.
圖/PEXELS
Jadwal Lengkap Penukaran Uang Baru Tahun Ular! Netizen Ajarkan 1 Trik Biar Gak Perlu Antre
(Taiwan, ROC) --- Menjelang Tahun Baru Imlek, banyak orang akan menukarkan uang baru untuk keberuntungan atau memberi angpao. Meskipun waktu penukaran uang baru untuk tahun 2025 belum diumumkan secara resmi, tetapi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, biasanya akan dijadwalkan lima hari kerja sebelum Malam Tahun Baru Imlek.
Penukaran uang untuk tahun ini diperkirakan akan berlangsung semenjak 20 Januari 2025 hingga 24 Januari 2025. Informasi detailnya masih menunggu pengumuman terbaru dari Bank Sentral, dan masyarakat disarankan untuk memperhatikan informasi terkait agar tidak melewatkan kesempatan penukaran uang.
Waktu dan Lokasi Penukaran
Waktu dan lokasi penukaran uang baru untuk tahun 2025 diperkirakan tidak akan banyak berubah. Waktunya diperkirakan semenjak 20 Januari 2025 hingga 24 Januari 2025, dan lokasinya meliputi delapan institusi keuangan utama: Bank of Taiwan, Land Bank of Taiwan, Taiwan Cooperative Bank, First Bank, Hua Nan Bank, Chang Hwa Bank, Taiwan Business Bank, dan Chunghwa Post, dengan total 465 cabang di seluruh Taiwan yang akan melayani penukaran uang secara serentak.
Prosedur Penukaran
Prosedur penukaran sangat sederhana, tidak perlu mengisi formulir atau membawa kartu identitas. Cukup membawa uang lama ke loket bank untuk ditukarkan.
Uang pecahan NT$100 yang berwarna merah sangat populer untuk ditukarkan, tetapi perlu memperhatikan pengumuman setiap di bank, perihal ketentuan penukaran, yang biasanya akan membatasi jumlah penukaran untuk nominal tertentu. Terutama untuk pecahan NT$100 dan NT$200.
Tips hemat waktu untuk penukaran uang
Orang berpengalaman menyarankan untuk menghindari mengunjungi bank pada jam-jam sibuk, seperti saat baru buka, jam makan siang, dan menjelang tutup, karena biasanya pada waktu tersebut antriannya akan panjang.
Anda bisa mencari Daftar Lokasi Penukaran Uang Baru di Google Maps untuk dengan cepat menemukan bank terdekat, meningkatkan efisiensi penukaran dan mengurangi waktu tunggu.
Ada juga orang yang berbagi trik cepat untuk menukar uang, salah satunya adalah dengan menukarkannya di mesin ATM.
Mengenai jumlah angpao
Beberapa pekerja perlu memberikan angpao kepada orang tua saat Tahun Baru. Umumnya, angpao untuk orang tua berkisar antara NT$ 6.000 hingga puluhan ribu, sementara untuk kakek-nenek berkisar antara NT$ 3.600 hingga NT$ 10.000, tergantung pada kemampuan finansial masing-masing.
Banyak orang juga memberikan angpao sebesar NT$ 6.600 yang melambangkan Liu Liu Da Shun六六大順, yang dianggap membawa keberuntungan.
Untuk fresh graduate atau yang memiliki anggaran terbatas bisa menyesuaikan dengan kondisi mereka, memberikan angpao sebesar NT$ 2.000 hingga NT$ 3.600 sudah cukup untuk menunjukkan niat baik mereka.

圖/UDN
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 