Restoran Ini Marah karena Nasi Goreng Khusus untuk Pelajar Disalahgunakan
Sebuah restoran nasi goreng terkenal di Tainan selalu menyediakan makanan khusus untuk para pelajar. Namun, pemiliknya baru-baru ini memposting di Facebook bahwa makanan cinta khusus untuk para pelajar akan segera ditiadakan karena dia menemukan bahwa makanan cinta tersebut jelas-jelas disiapkan untuk pelajar dan yang membutuhkan, tapi ternyata diambil orang lain.
Sebelumnya, sebuah restoran nasi goreng terkenal yang pernah menang kejuaraan kompetisi Raja Nasi Goreng Taiwan dengan resep utama “nasi goreng minyak babi kemangi” sering berbagi makanan untuk para pelajar.
Namun, baru-baru ini pemilik restoran memposting dan menyampaikan melalui postingan Facebook, bahwa restoran tersebut akan menghentikan kegiatan amal berbagi makanan untuk para pelajar. Hal ini terkait dengan penyalahgunaan pemesanan. Menurut pemilik yang bermarga Jiang (江), banyak yang menelepon memesan menu, tapi kemudian sampai di restoran, ketika akan mengambil makanan baru mengeluarkan kartu khusus agar makanannya hanya perlu dibayar dengan harga tertentu. Padahal kartu khusus tersebut sejatinya hanya untuk para pelajar.
Restoran ini sejatinya memiliki 2 jenis makanan khusus, yang pertama untuk pelajar, yang kedua untuk yang membutuhkan, bekerja sama dengan petugas sosial. Kini pemilik restoran membatalkan makanan khusus untuk para pelajar, sebabg ada yang menelepon dan memesan makanan, serta mengabaikan pesan khusus di kartu terkait, di mana menurut aturan yang tertulis, makanan harus disiapkan oleh pihak toko sendiri (tidak pilih-pilih / pesanan khusus).
Meskipun demikian, restoran ini masih memberikan makanan cinta khusus untuk mereka yang membutuhkan. Menurut Pak Jiang, layanan makanan khusus itu telah dilakukan sekitar 4-5 tahun, di mana ada pekerja sosial yang akan mengambilkan makanan. Pihak restoran akan mendaftarkan nama, alamat, dan nomor teleponnya. Kemudian relawan terkait dari pihak restoran juga akan berkunjung dan melihat, jika bantuan benar-benar dibutuhkan, pihak restoran akan membantu hingga 3 kali sehari.

Nasi goreng (foto: SETN)
Beasiswa Taiwan ICDF 2025 telah Dibuka!
Beasiswa S2-S3 dibuka Taiwan International Cooperation and Development Fund (ICDF) dalam program TaiwanICDF 2025 Higher Education Scholarship. Calon mahasiswa asal Indonesia dapat mendaftar.
Para penerima beasiswa TaiwanICDF diharapkan berkontribusi pada pembangunan negara asal setelah lulus kuliah. Selama berkuliah, beasiswa ini sendiri meliputi ongkos pesawat, asrama, uang kuliah, uang SKS, asuransi, uang buku, dan uang saku.
Syarat Beasiswa S2-S3 TaiwanICDF
- Warga negara mitra, termasuk Indonesia
- Memenuhi syarat tiap perguruan tinggi mitra beasiswa
- Mendaftar ke kampus mitra beasiswa dengan beasiswa TaiwanICDF
- Memenuhi syarat visa residen dan sertifikat residen asing di Taiwan
- Tidak sedang menjadi penerima beasiswa Pemerintah Taiwan di tahun akademik yang sama (2025-2026)
- Tidak sedang mendaftar ke program beasiswa TaiwanICDF lainnya
- Penerima beasiswa TaiwanICDF, Kementerian Luar Negeri Taiwan, atau Kementerian Pendidikan Taiwan yang ingin mendaftar beasiswa ini harus sudah lulus sebelum 31 Juli 2024
- Menyertakan ijazah sebelum 31 Juli 2025
- Tidak pernah dibatalkan beasiswanya oleh badan Pemerintah Taiwan atau institusi bersangkutan lainnya
- Tidak pernah dikeluarkan dari universitas Taiwan.
Cara Daftar Beasiswa S2-S3 TaiwanICDF 2025
- Mendaftar secara online ke sistem beasiswa TaiwanICDF dan ke kampus tujuan.
- Mengunggah dokumen persyaratan dan menyiapkan berkas asli dari:
- Salinan paspor atau dokumen kependudukan/kebangsaan
- Salinan ijazah tertinggi dan transkrip akademik
- Salinan sertifikat kecakapan bahasa Inggris
- Informasi perekomendasi
- Kedutaan Besar Taiwan dapat meminta dokumen fisik asli atau salinan yang dibutuhkan kepada pelamar.
- Jadwal Beasiswa
- Pendaftaran: 1 Desember 2024-15 Maret 2025
- Pengumuman hasil seleksi tahap awal: 31 Maret 2025
- Pengumuman penerima beasiswa: 10 Juni 2025
Informasi beasiswa S2 dan S3 TaiwanICDF 2025 bisa dicek lebih lanjut di https://www.icdf.org

Laman situs terkait dibukanya beasiswa Taiwan ICDF 2025 (foto: situs web ICDF)
Jika Sudah Setengah Tahun tidak Digunakan, Barang Tersebut Berarti Sebaiknya Dibuang
Apakah Anda mempunyai kebiasaan menimbun barang? Banyak orang sering kali memiliki terlalu banyak barang di rumah mereka dan tidak tahu bagaimana mengatur atau membuangnya, atau mereka merasa tidak ada ruang untuk barang-barang tersebut di lemari.
Ketika musim berganti barang-barang perlu disortir, tetapi juga harus dipisahkan secara teratur. Menurut pakar pembersih, pakaian dan barang-barang dapat digunakan selama setengah tahun atau satu tahun sebagai titik batas. Jika tidak digunakan, dapat dibuang. Pakar juga menganalisis bahwa orang yang berusia di atas 55 tahun lebih cenderung mengembangkan kebiasaan menimbun, atau memiliki proporsi sindrom penimbunan (hoarding disorder) yang lebih tinggi.
Pakar pembersih Ashlee membagikan pengamatannya terkait hal tersebut, yaitu terlalu banyak barang di rumah dan perubahan musim membuatnya sangat berantakan.
Memilah barang-barang berlebih di rumah juga dapat membantu Anda memeriksa kebiasaan hidup Anda. Apalagi di kalangan mereka yang berusia di atas 55 tahun, penimbunan lebih mungkin terjadi , fokuslah pada hal-hal dalam hidup Anda.

Ilustrasi penumpukkan barang (foto: University of Miami)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 