History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 20112024 - Linda Tjindiawati, Penduduk Imigran Baru Berprestasi dengan Pengalaman sebagai Penerjemah Presiden

  • 20 November, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Taoyuan Tangkap 1664 Pekerja Migran Kaburan, Wali Kota Taoyuan akan Berdiskusi dengan Pemerintah Pusat untuk Menangani Akar Masalah

Masalah pekerja migran kaburan di Taiwan cukup serius. Hingga akhir Agustus tahun ini, tercatat lebih dari 88.000 pekerja migran kaburan di seluruh Taiwan. Di Kota Taoyuan sendiri, hingga September tahun ini terdapat 1.664 pekerja migran kaburan yang ditemukan, mencatatkan jumlah tertinggi di seluruh Taiwan. Dalam rapat pemerintahan pada 13 November, Wali Kota Taoyuan Chang San-cheng (張善政) mengatakan bahwa alasan utama pekerja migran kabur adalah karena gaji yang tidak sesuai harapan, kondisi kerja yang buruk, atau perlakuan tidak layak dari pemberi kerja. Dia mendesak pemerintah pusat untuk memikirkan solusi serius dan melakukan diskusi lintas kementerian guna menyelesaikan masalah ini secara menyeluruh. Pemerintah Kota Taoyuan juga akan terus berkomunikasi dengan pemerintah pusat.

Wali Kota Taoyuan Chang San-cheng menjelaskan bahwa jumlah pekerja migran di Taoyuan mencapai hampir 140.000 orang, terbanyak di Taiwan. Mereka datang dari jauh untuk bekerja di Taiwan, baik bekerja di pabrik maupun merawat lansia di rumah-rumah, dan kontribusi mereka tanpa diragukan adalah pilar penting bagi perkembangan ekonomi Taoyuan dan Taiwan. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, masalah pekerja migran kaburan semakin memburuk. Berdasarkan statistik Ditjen Imigrasi, hingga akhir Agustus tahun ini, pekerja migran kaburan di seluruh Taiwan telah mencapai lebih dari 88.000 orang, dengan Taoyuan yang memiliki jumlah pekerja migran kaburan sebanyak 11.000 orang. Kepolisian Kota dan Biro Ketenagakerjaan Taoyuan telah berupaya keras, termasuk melakukan inspeksi keamanan di lokasi-lokasi yang rawan, meningkatkan frekuensi pemeriksaan, memperkuat sosialisasi, serta memperbaiki mekanisme pelaporan. Hingga September tahun ini, Taoyuan berhasil menangkap 1.664 pekerja migran kaburan, terbanyak di Taiwan, sehingga Chang mengucapkan terima kasih kepada semua petugas garis depan atas kerja keras mereka.

Chang San-cheng menambahkan bahwa penangkapan pekerja migran hilang adalah salah satu pendekatan dari segi keamanan. Namun, bagaimana membuat pekerja migran merasa aman bekerja di Taiwan dan hidup berdampingan secara harmonis dengan komunitas lokal adalah tujuan utama pemerintah kota. Di Taoyuan, banyak pekerja migran yang bekerja di sektor manufaktur, dan dalam proses pengoperasian mesin terdapat risiko tinggi. Oleh karena itu, Biro Ketenagakerjaan Kota Taoyuan terus menerjemahkan poster-poster peringatan dan slogan ke dalam bahasa yang dapat dipahami pekerja migran, serta menyebarkannya ke perusahaan-perusahaan. Bahkan, mereka juga menyediakan materi pelatihan dalam berbagai bahasa dan mengadakan pelatihan keselamatan kerja di perusahaan.

Selain itu, kota ini juga mendukung proyek "Pusat Konsultasi Ibu dan Anak untuk Warga Negara Asing," agar pekerja migran wanita yang sedang hamil dapat menjalani persalinan dan masa nifas dengan tenang meskipun berada di luar negeri. Perpustakaan Umum Taoyuan pun telah mendirikan "Zona Multikultural," yang menyediakan buku dalam lima bahasa, yakni Vietnam, Indonesia, Thailand, Malaysia, dan Myanmar.

Chang San-cheng menekankan bahwa untuk menangani masalah pekerja migran kaburan, perlu adanya peningkatan dari segi regulasi. Sebagian besar pekerja migran kaburan karena gaji yang tidak sesuai harapan, kondisi kerja yang buruk, atau perlakuan tidak layak dari pemberi kerja. Oleh karena itu, ia mengimbau pemerintah pusat untuk mempertimbangkan secara serius dan mengadakan diskusi lintas kementerian mengenai sistem penampungan dan deportasi, serta Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, guna memperbaiki lingkungan kerja dan mengurangi motivasi pekerja untuk kabur. Hal ini agar pemberi kerja, pekerja migran, dan pemerintah dapat mencapai situasi yang saling menguntungkan.

Petugas dari Ditjen Imigrasi Nasional (NIA) ketika melakukan pemeriksaan terhadap pekerja migran asing ilegal (foto: NIA)

Makanan “Baru” dari Kedai Taiwan Ini Menyajikan Mantau 3 Lapis dengan Aneka Isian

Pernahkah kamu menyantap mantau dengan isian telur sembari menikmati pemandangan laut yang tiada duanya? Mungkin pernah, tapi tahukah kamu bahwa kini ada makanan dengan nama “mantau dengan kenikmatan pemandangan laut saus kacang” (饅頭配海景花生醬)?

Sebuah kedai sarapan di Banqiao, New Taipei beberapa waktu belakangan ini menjadi bahan pembicaraan, sebab para pelanggannya merasa sarapan mantau berlapis dari kedai tersebut sangat enak dan memiliki CP tinggi.

Menurut para pelanggan, mantau ini memiliki banyak bahan yang pasti akan membuatmu kenyang dan puas.

Apa saja isinya? Mantau gulung gula merah yang telah dikukus dipotong 2 bagian kemudian diisi dengan telur goreng daun bawang, ham, keju, dan daging babi, kemudian ditambahkan dengan cakwe sehingga tingginya bisa mencapai 20cm. Tidak hanya itu, sausnya adalah selai kacang. Anda pun akan merasakan pengalaman makan mantau lezat ini hanya dari 1 gigitan.

Pemiliknya adalah Hsiao Li-hua (蕭麗華), Hsiao Tai-he (蕭太和), dan Hsiao Chang Chun-zhi (蕭張春枝). Hsiao Li-hua mengambil alih kedai dari ayahnya dan ia telah memegang kedai ini selama lebih dari 10 tahun. Harga mantau lapis tersebut hanya dihargai NT$ 75, membuat banyak orang bertanya-tanya karena untungnya kemungkinan hanya sedikit saja.

Pemilik Tai-he Dou-jiang (太和豆漿),  Hsiao Tai-he menyampaikan, bahwa mereka tidak bisa menjualnya terlalu mahal sebab semua orang mencari uang dan ia mengharapkan agar semua orang bisa makan dengan baik.

Sarapan khas Taiwan ini merupakan sebuah ciri tersendiri di Taiwan dan perpaduan makanan khas ala timur dan barat tersebut tentunya membuat para pecinta kuliner akan merasa sangat senang di pagi hari.

Alamat: No.69, Jalan Minzhi, Distrik Banqiao, Kota New Taipei (220新北市板橋區民治街69號).

Mantau lapis yang terkenal dari Tai-he Dou-jiang (太和豆漿) (foto: Blaketravel)

Wawancara Khusus: Linda Tjindiawati, Penduduk Imigran Baru Berprestasi dengan Pengalaman sebagai Penerjemah Presiden

Linda Tjindiawati merupakan seorang penduduk imigran baru asal Indonesia di Taiwan yang memiliki beragam prestasi. Linda yang berprofesi sebagai guru Bahasa Indonesia, penerjemah, dan duta budaya Museum Nasional Taiwan ini sebelumnya mengalami berbagai kesulitan untuk beradaptasi di awal kedatangannya ke Taiwan. Namun kini, selain mahir berbahasa Mandarin dan berbahasa Inggris, ia juga memiliki pengalaman sebagai penerjemah mantan presiden Tsai Ing-wen ketika menerima delegasi Indonesia di tahun 2022 lalu dan menjadi jembatan penghubung antara Taiwan dan Indonesia.

Bagaimana kisahnya di Taiwan? Yuk dengarkan langsung di acara ini!

Linda saat berada di Kantor Radio Taiwan Internasional

Penyiar

Komentar