美食無國界Jelajah Kuliner
Bebek Panggang Taiwan Murmer 台灣親民價的烤鴨
Kita bicara bebek di hari ini. Mengapa bebek menjadi bintang di JK hari ini, karena saya melihat sebuah video yang menceritakan ada orang yang menjual bebek Peking di Jakarta dan bahkan menjadi grosirnya kalau tidak salah ingat. Sebenarnya tidak hanya orang Tionghoa saja yang suka masakan bebek, orang Indonesia juga sangat bukan bukan? Hanya saja cara mengolahnya agak berbeda.
Saya sendiri suka daging bebek, kalau dibandingkan dengan daging ayam, mungkin saya lebih condong pada daging bebek. Di Taiwan juga banyak kuliner bebek hingga angsa dan mahal harganya untuk angsa asap. Masakannya ditimbang, jadi tidak seperti kita makan ayam panggang atau ayam goreng, dijual perpotong, paha, dada atau seekor utuh. Kalau angsa asap di Taaiwan, malah dijual pergram. Jadi misalnya kita ingin makan daging angsa di depot kuliner angsa, maka setelah kita pilih maka ditimbang oleh penjualnya. Menarik bukan?
Tetapi kalau untuk bebek Peking di Taiwan, tidak perlu ditimbang, cukup beli seekor atau separuh saja. Dan ada harga patokannya. Dulu hidangan bebek Peking yaitu bebek panggang khas Peking yang agak berbeda dengan bebek panggang ala Hongkong. Harganya mahal, kalau mau makan bebek peking, kita perlu ke restoran khusus yang ada menu ini. Jadi tidak semua restoran masakan tionghoa menyediakan menu ini. Bahkan restoran yang menjual bebek peking, akan mencanangkan dirinya penjual bebek Peking, sehingga yang suka akan khusus mendatanginya. Dan bahkan untuk restoran yang bergengsi, kita harus pesan dulu, karena proses pematangannya sangat lama. Yaitu dibumbui dulu, lalu digantung diangin-angin untuk zaman dulu, tapi sekarang demi kebersihan dimasukkan ke ruang khusus untuk ditiup angin agar kulitnya mengering. Proses ini sangat penting. Kulit yang mengering karena tiupan angin, akan menjadi krispi ketika dibakar dalam oven khusus yang seperti gentong. Dan bebeknya digantung mengitari mulut gentong dan ditutup seperti diungkep. Bara apinya di zaman dulu pakai arang. Tetapi sekarang pakai gas. Hanya saja prosesnya masih seperti dulu. Tentu aroma yang pakai arang akan lebih nikmat dan sedap.
Zaman berubah dan status bebek panggang bebek peking pun merakyat, yang mahal masih tetap dijual di restoran bergengsi. Tetapi ada banyak orang swasta membuka usaha jualan bebek peking murah. Kalau di restoran seekor mencapai 3000 dolar, di gerai gerai kecil ini seekor tidak sampai seribu dolar. Bahkan bisa beli setengah ekor. Dan malah dipotongkan daging-dagingnya, dibeber cantik dipiring datar yang terbuat dari kartun, dan diberi dua bungkus saus bebek peking dan beberapa lembar kulit lumpia, irisan daun bawang prey bagian putihnya. Karena cara menyantap bebek peking yang autentik adalah membungkus daging bebek dengan selembar kulit lumpia khas bebek peking, sepotong bawang prey putih dan sesendok kecil sausnya. Lalu dibungkus dan disantap. Dan tulang belulang bebek dipotong-potong dan ditumis bersama daun kemangi dan cabai serta kecap menjadi sepiring hidangan sedap karena tulang bebeknya masih tertinggal banyak daging.
Saya selalu membawa pulang tulangnya tanpa ditumis. Karena tulang bebek panggang yang masih banyak daging ini sangat nikmat untuk dimasak bubur. Karena bau asap di tulang bebek akan menambah aroma bubur. Dan tidak ada yang bisa menandingi aroma ini. Tapi ini berlaku untuk bebek panggang saja, karena untuk ayam panggang tidak ada aroma ini. Mungkin bebek memberikan aroma eksotik yang tidak tertandingi.
Cara membuat bubur bebek sangatlah mudah. Kalau ada kaldu ayam akan lebih OK, tapi kalau tidak ya pakai air biasa saja tanpa tambahan bubuk kaldu ayam atau tambahan bumbu penyedap lainnya. Karena bubur ini akan menjadi sedap sendiri karena dimasak bersama tulang bebek dengan api kecil. Air, tulang bebek, beras semua dimasukkan dalam panci, digodok sampai mendidih lalu kecilkan api. Jangan lupa masukan beberapa iris jahe, dan daun bawang prey kalau ada. Kalau tidak bisa pakai bawang merah. Tidak perlu bawang putih. Digodok terus sampai mengental, tentu kalau bukan pakai rice cooker, jangan lupa mengaduknya agar tidak hangus bagian dasarnya. Kalau Anda ingin cepat dan praktis, bisa dimasukkan rice cooker. Dan akan memperoleh hidangan bubur yang lembut. Biasanya bubur ini dimakan bersama taburan daun bawang. Dan pitan yaitu telur marinasi yang menjadi hitam tapi disukai. Tidak ada telur ini juga bisa pakai telur asin. Saya sendiri suka menaburinya dengan tongcai, yaitu sayur kubis asin. Aromanya bisa harum. Dan ditaburi juga dengan jahe iris dan daun ketumbar dan tentu bawang putih goreng dan cabai.
Selain itu bisa dimasak sup dengan sayur asin. Dan diberi bihun.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 