Monster Pemakan Listrik? Tagihan Perempuan Ini Mendadak Naik 5 Kali Lipat
Seorang wanita yang tinggal sendirian di Shenkang, Changhua, terkejut saat mendapati tagihan listriknya melonjak hingga lima kali lipat hingga mencapai NT$18.000. Curiga ada kesalahan, Taipower mengirim petugas untuk memeriksa dan menduga bahwa lonjakan ini mungkin disebabkan oleh AC lama yang digunakan oleh kerabat atau teman saat berkunjung.
AC lama tersebut merupakan tipe non-inverter yang tidak hemat energi, dan kemungkinan dinyalakan sepanjang hari. Kondisi ini dapat menyebabkan konsumsi listrik yang jauh lebih tinggi dibandingkan peralatan lainnya.
Wanita tersebut menyatakan bahwa untuk rumah tangga berpenghasilan rendah, tagihan hampir NT$18.000 dalam satu periode terasa sangat memberatkan. Sebelumnya, tagihan listriknya di bulan Juli-Agustus hanya sekitar NT$3.500, sehingga lonjakan ini terasa sangat tidak wajar.
Dia juga telah mengganti beberapa peralatan listrik, termasuk AC, kulkas, dan mesin cuci dengan model yang lebih hemat energi, yang awalnya berhasil mengurangi tagihan listrik. Namun, konsumsi listriknya tiba-tiba melonjak tajam belakangan ini.
Menurut pihak Taipower, dalam kasus wanita ini, penggunaan listriknya mencapai 3.063 kilowatt-jam, dengan 1.063 kilowatt-jam berada di tingkat paling tinggi.

(foto: Canva)
Musang Taiwan Alami Perubahan dalam 10 Tahun Terakhir
Lembaga Keanekaragaman Hayati Kementerian Pertanian Taiwan mengungkapkan hasil penelitian 10 tahun yang menunjukkan bahwa musang Taiwan, dulunya ditemukan di pegunungan rendah di bawah 1.100 meter, kini berpindah ke dataran menengah hingga tinggi. Diduga perubahan lingkungan menjadi salah satu penyebab pergeseran ini. Musang Taiwan adalah spesies asli dan dilindungi yang makanan utamanya adalah serangga, bukan biji kopi.
Pusat Penelitian Fujieda di Kaohsiung memantau populasi musang sejak 2011. Mereka menggunakan stasiun kamera otomatis di berbagai ketinggian. Awalnya, musang jarang terlihat dan hanya muncul di ketinggian rendah, namun setelah 2014, mereka mulai ditemukan di ketinggian yang lebih tinggi, hingga 1.600 meter. Sejak tahun lalu, sebagian besar penampakan musang tercatat di daerah pegunungan di atas 1.750 meter.
Asisten peneliti Cai Ji-feng menyebutkan bahwa musang sekarang dapat ditemukan sepanjang tahun di ketinggian antara 1.500 hingga 1.800 meter, dan populasi musang menunjukkan kecenderungan untuk bergerak menjauhi pemukiman manusia. Mereka ditemukan di area yang jarang dihuni, termasuk kawasan hutan kabut dataran tinggi dan Taman Nasional Yushan.
Cai juga menegaskan bahwa musang Taiwan berbeda dari luwak pengonsumsi kopi yang dikenal luas di Asia. Penelitian menunjukkan musang Taiwan tidak memakan biji kopi, dan kesalahpahaman ini muncul karena kekeliruan terjemahan pada masa lalu.
Karena ukurannya yang kecil dan kurang agresif, musang terancam oleh hewan liar lainnya, seperti harimau batu. Cai menghimbau agar masyarakat dan pemerintah menjaga dan mengelola satwa liar ini. Pelestarian satwa liar yang lebih baik dapat membantu memastikan kelangsungan hidup musang sebagai bagian dari keanekaragaman hayati Taiwan.

(foto:: Joel Sartore)
Perkuat Pemahaman Wirausaha PMI, KDEI Taipei kolaborasi dengan Universitas Telkom gelar pelatihan Literasi Digital untuk Mendukung Entrepreneuship Berbasis Sosial Media
Minggu, 3 November 2024, KDEI Taipei kembali menggelar Sosialisasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan Kewirausahaan Peningkatan Kapasitas Literasi Digital untuk Mendukung Entrepreneurship PMI Melalui Sosial Media. Acara ini berkolaborasi dengan Universitas Telkom Bandung. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi PMI Taiwan guna perubahan mindset dalam memanfaatkan platform digital dan media sosial untuk pengembangan usaha sebagai modal dalam berwirausaha kelak setelah menjadi PMI Purna.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dari Kepala KDEI Taipei, Sambutan Dekan FEB Universitas Telkom (online), pemberian informasi/sosialisasi ketenagakerjaan dari Bidang Tenaga Kerja, serta sesi inti berupa pelatihan terkait Peningkatan Kapasitas Digital Literasi untuk Mendukung Entrepreneurship PMI Melalui Sosial Media.
Kepala KDEI Taipei, Bapak Arif Sulistiyo membuka acara pelatihan ini, turut memberikan apreasiasi dan motivasi kepada PMI atas partisipasinya sehingga dapat terselenggaranya pelatihan ini. PMI juga dihimbau agar dapat memanfaatkan waktu dengan baik selama bekerja di Taiwan. Diharapkan PMI di Taiwan cukup bekerja beberapa kali kontrak saja, dengan harapan nantinya pulang ke Indonesia sudah bisa berwirausaha dengan bekal modal dan pengetahuan yang diperoleh selama di Taiwan. Turut disampaikan bahwa KDEI Taipei aktif dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan pemberdayaan untuk PMI di Taiwan.
Plh. Kepala Bidang Tenaga Kerja turut menyampaikan terkait dengan perpanjangan kontrak tanpa pulang, saluran pengaduan PMI bila ada kendala serta himbauan agar PMI tidak memilih jalan pintas dengan kabur (melarikan diri dari tempat kerja).
Narasumber dari Univeritas Telkom, Dr. Maria Sugiat menyampaikan materi diantaranya mengapa perlu pemanfaatan media sosial untuk pengembangan usaha, turut diulas berbagai sosial media yang sering digunakan PMI beserta kelebihan dan kekurangannya, pentingnya mempertimbangkan target audiens platform media sosial, memahami demografi target pasar sebelum memilih platform. Selain itu, ia juga menjelaskan meningkatnya interaktivitas di media sosial, terutama selama pandemi Covid-19, yang telah mendorong pertumbuhan belanja daring secara signifikan.
Menjawab pertanyaan PMI, Dr. Irni Yunita turut menjelaskan terkait dengan strategi pengelolaan uang hasil bekerja yakni selain digunakan untuk biaya operasional sehari-hari, kebutuhan penting, serta perlu juga mempertimbangkan untuk menabung serta sebagian untuk investasi. Tak kalah pentingnya juga perlu mengalokasikan anggaran untuk hal-hal yang tidak terduga.
Narasumber juga mengemukakan pentingnya membangun komunitas online sebagai sarana interaksi yang lebih dekat antara bisnis dan pelanggan. Di akhir kegiatan disimpulkan yakni: perlu pemahaman karakter media sosial, memili platform yang tepat, fokus pada beberapa platform serta perlu komitmen dan konsistensi dalam mengelola media sosial untuk mendapatkan hasil yang optimal.
Acara ini mendapat antusiasme tinggi dari para PMI, terlihat selama pelatihan PMI berinteraksi langsung dalam menyampaikan pertanyaan terkait dengan pemanfaatan media sosial serta kendala yang ditemukan dalam pemanfaatan media sosial untuk berbagai keperluan.
“Terima kasih kepada KDEI Taipei sebagai penyelenggara, semoga akan terus ada kegiatan untuk pemberdayaan PMI di waktu yang akan datang”, ujar Sulastri, salah satu PMI yang ditulis dalam WAG khusus peserta pelatihan.

(Foto: KDEI Taipei)
PELANTIKAN DEWAN PERWAKILAN DAN PENGURUS PPI TAIWAN PERIODE 2024/2025 DI KDEI TAIPEI
Pada 3 November 2024, KDEI Taipei fasilitasi pelantikan Dewan Perwakilan (DP) dan Pengurus PPI Taiwan periode 2024-2025 bertempat di Hall lt.6 KDEI Taipei. Kegiatan dihadiri Kepala KDEI Taipei, Kepala Bidang PWNI Pensosbud, DP dan Ketua Umum PPI Taiwan demisioner periode 2023-2024, serta sekitar 30 orang pengurus baru DP dan PPI Taiwan.
Dalam sambutannya, Kepala KDEI Taipei, Bapak Arif Sulistiyo menyampaikan apresiasi kepada DP dan Pengurus PPI Taiwan periode 2023-2024 yang selama ini telah berkolaborasi dan bekerja sama dengan KDEI Taipei dalam berbagai program dan kegiatan bermanfaat bagi Pelajar Indonesia di Taiwan, serta sampaikan ucapan selamat atas terpilihnya DP dan Pengurus PPI Taiwan untuk periode 2024-2025.
Kepala KDEI juga sampaikan harapan agar PPI Taiwan, PPI Kota dan PPI Kampus dapat bersinergi dengan baik, termasuk dalam perencanaan dan penyelenggaraan berbagai program kegiatannya. Disampaikan pula harapan agar Pengurus PPI Taiwan yang baru juga dapat kreatif dan inovatif, serta terus memberikan manfaat bagi pelajar dan WNI di Taiwan.
Ketua Umum PPI Taiwan periode 2024-2025, Sdri. Febriyanti Rukmana dalam sambutan sampaikan komitmen PPI Taiwan untuk berinovasi dan memberikan dampak positif bagi pelajar dan masyarakat Indonesia di Taiwan. Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan dan konsultasi DP dan Pengurus PPI Taiwan dengan Kepala KDEI Taipei dan Bidang PWNI-Pensosbud, dengan pembahasan terkait isu-isu pelajar Indonesia, ide dan rencana program kegiatan PPI Taiwan, termasuk kegiatan yang dapat dilakukan dengan dukungan KDEI Taipei.
(foto: KDEI Taipei)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 

