History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 311024: Kampus Baru Academia Sinica Dibuka di Tainan

  • 31 October, 2024
Humantek - RtiFM Online Kamis

MODA Luncurkan Balon Altitudo Tinggi, Pulihkan Komunikasi di Situasi Darurat

Kementerian Urusan Digital Taiwan (MODA) baru-baru ini memperkenalkan balon altitudo tinggi yang pertama kali diproduksi di dalam negeri, yang berfungsi sebagai alat untuk memulihkan komunikasi saat terjadi keadaan darurat.
Menurut MODA, platform altitudo tinggi ini  memiliki potensi untuk memulihkan komunikasi dengan cepat setelah bencana dan memperkuat ketahanan jaringan Taiwan.

Dalam acara peluncuran di Dataran Tinggi Luye, Kabupaten Taitung, Menteri Urusan Digital Yennun Huang (黃彥男) menyatakan bahwa balon altitudo tinggi adalah salah satu solusi yang layak untuk membangun ketahanan jaringan komunikasi, mengingat Taiwan sering dilanda bencana alam.

Huang menyebut teknologi ini sebagai "Kebanggaan Taiwan" karena seluruhnya dikembangkan secara lokal.

CEO Telecom Technology Center (TTC) Lin Hui-tang (林輝堂), yang juga hadir di acara tersebut, menyatakan bahwa balon ini dapat terbang hingga ketinggian 800 meter dan mencakup area jaringan seluas 380 kilometer persegi.

Proyek ini merupakan kolaborasi antara Institut Penelitian Teknologi Industri yang disponsori pemerintah, National Taiwan University of Science and Technology serta National Taipei University of Technology, ujar Lin.

MODA juga mengungkapkan bahwa balon yang dikembangkan di Taiwan tersebut dapat tetap terbang selama lebih dari 14 hari dan didukung oleh sel bahan bakar hidrogen untuk operasi yang stabil dan rendah polusi.

Balon ini memiliki kapasitas muatan 50 kilogram dan dapat dilengkapi dengan stasiun basis seluler dan peralatan daya untuk mendukung kebutuhan komunikasi pascabencana serta meningkatkan cakupan di daerah terpencil.

Saat ini, ada tiga jenis platform komunikasi ketinggian tinggi, termasuk pesawat nirawak, balon helium, dan kapal udara altitudo tinggi, menurut TTC. Karena balon memiliki kapasitas muatan besar, mereka dapat tetap terbang lebih lama dengan teknologi yang sudah relatif matang.

Proyek terkait juga sedang dilakukan di Jepang, Republik Ceko, Amerika Serikat dan Inggris, tambahnya.

Ke depannya, balon buatan Taiwan ini dapat digunakan untuk meningkatkan cakupan jaringan dan juga digunakan untuk mendukung tim penyelamat serta individu yang terjebak dengan menggunakan pesan, panggilan, dan pengaliran video yang andal dalam skenario pascabencana.

(foto: MODA)
 

MODA akan Gelontorkan NT$100 Juta untuk Pembelian Chip AI, Dukung UKM Taiwan

Kementerian Urusan Digital (MODA) berencana untuk menghabiskan NT$100 juta (Rp48,47 miliar) pada tahun 2025 untuk membeli unit pemrosesan grafis kecerdasan buatan (GPUs) dan memfasilitasi platform komputasi AI yang diinisiasi oleh kementerian tersebut, termasuk mengembangkan aplikasi untuk membantu imigran di Taiwan.

Dana NT$100 juta tersebut juga akan digunakan untuk meningkatkan keamanan siber di bawah platform komputasi AI, kata MODA pada Sabtu (19/10).Seorang pejabat MODA mengatakan platform ini akan sangat penting bagi startup dan perusahaan-perusahaan kecil.

Kementerian tersebut telah memilih 64 pelamar yang memenuhi syarat sejak mulai menerima pendaftaran untuk menggunakan platform komputasi AI tersebut pada Juli, lebih dari setengahnya adalah startup, kata pejabat tersebut. Rencana untuk membeli tidak kurang dari 70 GPU tahun depan akan memungkinkan pelamar yang memenuhi syarat untuk menggunakannya secara gratis, menurut pejabat tersebut.

Pejabat tersebut mengulangi pernyataan Menteri Urusan Digital Yennun Huang (黃彥男), yang mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa banyak perusahaan kecil dan menengah (UKM) menghadapi kesulitan dalam mengembangkan komputasi AI karena biaya yang besar dan modal mereka yang terbatas, membuat bantuan pemerintah menjadi suatu keharusan.

Dengan spesifikasi yang beragam, sebuah GPU AI bisa berharga ribuan atau puluhan ribu dolar AS.Huang mengatakan bahwa jika para UKM dan startup ini diizinkan untuk menggunakan GPU secara gratis di bawah platform komputasi AI MODA, mereka akan dapat mengembangkan produk melalui percobaan untuk menemukan nilai komersial di masa depan.

Menurut MODA, platform komputasi AI tersebut merupakan bagian dari program empat tahun infrastruktur publik digital lintas domain dan program peningkatan layanan digital.

Program tersebut bertujuan untuk membangun fondasi yang kuat bagi industri perangkat lunak lokal untuk mengembangkan penggunaan AI untuk keperluan komersial dan meningkatkan daya saing Taiwan di sektor digital.

Pada 2024, Administrasi untuk Industri Digital MODA membeli 32 CPU H100 canggih dari perancang chip AI berbasis AS Nvidia Corp. dan delapan GPU MI300X canggih dari Advanced Micro Devices, Inc., perancang GPU AI Amerika lainnya, untuk membantu para UKM dan startup.

Tahun depan, rencana pembelian tambahan 70 GPU akan memberikan momentum baru terhadap platform komputasi AI, di mana pelamar yang memenuhi syarat akan diizinkan untuk menggunakan perangkat tersebut selama enam pekan secara gratis, kata MODA.

Kementerian tersebut mengatakan 64 pelamar yang memenuhi syarat di bawah platform komputasi AI diharapkan dapat mengembangkan aplikasi AI mereka dalam berbagai bidang, termasuk filantropi, pendidikan, kesehatan, pencegahan bencana, manufaktur dan transportasi.

Salah satu pelamar yang memenuhi syarat ingin mengembangkan perangkat terjemahan multi-bahasa dengan mengintegrasikan bahasa Mandarin, Taiwan, Hakka dan bahasa Asia Tenggara seperti Thai dan bahasa Indonesia ke dalam basis data, untuk membantu imigran di Taiwan berkomunikasi dengan lebih mudah.

Pelamar yang memenuhi syarat lainnya, menurut MODA, mengambil data dari lebih dari 170.000 laporan tentang volume curah hujan, kapasitas limbah dan catatan banjir untuk mencoba membangun model yang dapat memprediksi banjir.

Seorang pelamar lain berharap untuk memperkuat penegakan hukum perlindungan lingkungan dengan mendirikan model pencegahan polusi udara yang ditenagai oleh teknologi AI, kata MODA.

(foto: NVIDIA)

 

Kampus Baru Academia Sinica Dibuka di Tainan

Kampus Selatan Academia Sinica (ASSC), yang terletak di Tainan, Taiwan selatan, telah mengadakan upacara pembukaannya, menurut sebuah siaran pers.

Penelitian yang dilakukan di Kampus Selatan akan "Diintegrasikan dan diorganisir untuk mendorong kolaborasi lintas disiplin," bukan dalam unit bidang penelitian seperti yang dilakukan di Kampus Utara, demikian dikutip dari Presiden Academia Sinica, James C. Liao (廖俊智), dalam sebuah siaran pers hari Selasa (15/10).

Fokus dari ASSC akan mencakup emisi nol bersih, komputasi kuantum, pertanian berkelanjutan, serta ilmu humaniora dan sosial di Taiwan selatan, demikian disebutkan dalam siaran pers tersebut.

Dari bidang lintas disiplin ini, Academia Sinica memilih teknologi kuantum dan emisi nol bersih sebagai subjek utama untuk Pusat Penelitian untuk Isu-isu Kritis bulan Januari tahun ini, kata Liao pada upacara pembukaan pada Selasa.

Tim yang meneliti topik di kedua bidang tersebut sudah ditempatkan di kampus, termasuk Pusat Tematik untuk Komputer Kuantum dan Pusat Tematik untuk Energi Laut, tambahnya.

Berbicara pada upacara pembukaan, Presiden Lai Ching-te (賴清德), mengungkapkan harapannya bahwa kampus tersebut akan menjadi pusat penelitian kelas dunia yang menarik bakat domestik dan internasional ke Taiwan selatan.

Ini akan memungkinkan ASSC untuk membantu menyeimbangkan pengembangan di seluruh Taiwan dan meningkatkan kemampuan penelitian dan pengembangan negara secara keseluruhan, kata Lai.

(foto: Academia Sinica)

Asal Usul Academia Sinica

Academia Sinica (中央研究院), berkantor pusat di Distrik Nangang, Taipei, adalah akademi nasional Taiwan. Akademi ini mendukung kegiatan penelitian dalam berbagai disiplin ilmu, mulai dari matematika dan ilmu fisika, hingga ilmu hayat, dan ilmu humaniora dan sosial. Sebagai sebuah institut pendidikan, akademi ini memberikan pelatihan PhD dan beasiswa melalui Program Pascasarjana Internasional Taiwan berbahasa Inggris dalam biologi, pertanian, kimia, fisika, informatika, dan ilmu pengetahuan bumi dan lingkungan. Academia Sinica menduduki peringkat ke-144 dalam Indeks Nature Publishing - 2014 Global Top 200 dan ke-22 dalam Institusi Penelitian Paling Inovatif Dunia dari Reuters.

Academia Sinica didirikan oleh Pemerintah Nasionalis Republik Tiongkok pada tahun 1928. Pertemuan pertamanya diadakan di Shanghai. Setelah Perang Saudara Tiongkok, akademi ini direlokasi ke Taiwan. Akademi tersebut direncanakan sebagai sebuah organisasi yang akan mengawasi dan mengkoordinasikan penelitian ilmiah, ilmu sosial, dan humaniora di semua lembaga penelitian dan universitas yang dibiayai negara Republik Tiongkok.

Tidak seperti lembaga penelitian lain yang dibiayai pemerintah yang bertanggung jawab kepada kementerian Yuan Eksekutif yang relevan, Academia Sinica, sebagai lembaga penelitian utama negara ini, bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Tiongkok. Dengan demikian Academia Sinica menikmati otonomi dalam merumuskan tujuan penelitiannya sendiri. Selain penelitian akademis mengenai berbagai subjek dalam sains dan humaniora, tugas utama Academia Sinica juga mencakup memberikan panduan, jalur koordinasi, dan insentif-insentif dengan maksud untuk meningkatkan standar akademis di Taiwan.

Pada saat berdirinya Academia Sinica, telah ada sejumlah lembaga lain yang lebih kecil di beberapa kota di Republik Tiongkok. Academia Sinica memasukkan beberapa ilmu pengetahuan ini ke dalam organisasinya, dan dengan cepat membangun sembilan institut, yakni meteorologi, astronomi, fisika, kimia, geologi, teknik, psikologi, sejarah dan filologi, dan sosiologi, yang sebagian besar terletak di kota Nanjing.

 

KECANGGIHAN TEKNOLOGI PROPERTI DI TAIWAN

Yung Ching Realty Pimpin Pengembangan Teknologi Properti dengan AI "i Assistant" 

Seiring perkembangan kecerdasan buatan (AI), industri mendapatkan peluang inovasi yang pesat, membuka lebih banyak kemungkinan dalam layanan konsumen perusahaan. Industri real estat tradisional kini juga banyak menggunakan teknologi AI. Teknologi ini tak hanya mengubah interaksi perusahaan dengan konsumen, tapi juga meningkatkan efisiensi jual beli rumah, dan meningkatkan kepuasan konsumen.

Menggunakan AI untuk Mempermudah Pencarian Rumah, Yung Ching Dianugerahi Penghargaan Asian Technology Excellence Awards 2024

Dalam penerapan teknologi AI, Yung Ching telah memperkenalkan layanan seperti "Sistem Pencocokan AI", "Perhitungan Harga Rumah secara Real-time", "Renovasi AI", dan "i Assistant ". Layanan-layanan ini menggunakan teknologi AI seperti big data, AI generatif, serta pembelajaran mesin untuk menghadirkan pengalaman jual beli rumah yang sepenuhnya baru bagi konsumen.

Diluncurkan pada tahun 2023, layanan "i Assistant" dari Yung Ching Realty menyediakan pencarian rumah dan konsultasi properti melalui aplikasi LINE selama 24 jam penuh. Sistem AI ini mampu memfasilitasi pencocokan properti yang tepat, meningkatkan jumlah tampilan properti hingga 3 juta kali dan meningkatkan tingkat kunjungan bagi pelanggan tidak aktif hingga 15%. Berkat performanya yang luar biasa, "i Assistant" berhasil meraih penghargaan Asian Technology Excellence Awards 2024 dalam kategori teknologi properti (PropTech).

Empat Fitur Inovatif "i Asisstant" yang Meningkatkan Pengalaman Pencarian Rumah Konsumen

Lu Xue-yao (呂學堯), Asisten Direktur Informasi dari Yung Ching Realty Group, menjelaskan bahwa "i Assistant" mengintegrasikan empat fitur inovatif: "Layanan Pencarian Rumah AI", "Konsultasi Real Estat dengan Manusia dan AI", "Layanan Musyawarah", serta  “Layanan Pelanggan Otomatis". Fitur-fitur ini berhasil mengubah cara interaksi antara agen properti dan konsumen, menciptakan proses pembelian rumah yang lebih efisien dan pengalaman yang lebih baik.

Dalam "Layanan Pencarian Rumah AI", "i Assistant" dapat merekomendasikan rumah sesuai kebutuhan dan preferensi konsumen. Jika kebutuhan berubah, konsumen dapat mengatur ulang kriteria pencarian, dan sistem AI "i Assistant" akan merekomendasikan kembali properti yang sesuai. Pada fitur "Konsultasi Real Estat dengan Manusia dan AI", "i Assistant" tidak hanya menyediakan layanan pencarian rumah berbasis AI, tetapi pengguna juga dapat berkonsultasi dengan agen real estat profesional yang siap membantu mengenai pinjaman, pajak, dan pertanyaan lainnya. Pengguna juga bisa meminta agen untuk mengatur jadwal kunjungan rumah, menciptakan pengalaman pencarian rumah yang terpadu.

Mengenai "Layanan Musyawarah", Lu Xue-yao menjelaskan bahwa membeli rumah adalah keputusan besar yang seringkali melibatkan keluarga. Oleh karena itu, "i Assistant" mendukung fungsi diskusi bersama, sehingga anggota keluarga lain dapat bergabung dalam grup chat LINE dan menggunakan layanan "i Assistant" untuk menerima informasi properti secara bersamaan, meningkatkan efisiensi komunikasi. "i Assistant " membantu konsumen menemukan rumah yang sesuai, tidak hanya meringankan beban kerja agen tetapi juga meningkatkan kapasitas layanan agen, serta mencapai "Layanan Pelanggan Otomatis".

Pengembangan Teknologi Properti Berbasis AI Secara Menyeluruh Mengubah Model Pembelian dan Penjualan Properti

Lu Xue-yao menekankan bahwa seiring perkembangan teknologi AI, industri real estat semakin mengubah model pembelian rumah, meningkatkan efisiensi dan pengalaman transaksi properti. Yung Ching berhasil meluncurkan layanan jual beli properti berbasis AI yang mendapat sambutan positif dari pasar. Sebagai contoh, layanan "Perhitungan Harga Rumah secara Real-time" yang diluncurkan oleh Yung Ching menggunakan big data dan AI untuk memperkirakan harga referensi rumah berdasarkan data harga transaksi dari Kementerian Dalam Negeri dan harga pasaran properti serupa, sehingga membuat informasi harga rumah lebih transparan dan membantu konsumen mengikuti perkembangan pasar.

Yung Ching juga memanfaatkan teknologi AI generatif untuk mengembangkan layanan "Renovasi AI " yang dapat mengubah foto rumah menjadi delapan ilustrasi dengan gaya dekorasi berbeda. Lu Xue-yao menjelaskan bahwa beberapa konsumen terkadang terlalu terfokus pada gaya dekorasi dan kondisi rumah yang usang, sehingga melewatkan properti yang sesuai. Di sisi lain, beberapa pemilik rumah mungkin menjual dengan harga lebih rendah karena kondisi rumah yang kurang baik, menyebabkan hilangnya nilai properti. "Renovasi AI" membantu pembeli membayangkan tampilan masa depan properti dan membantu pemilik meningkatkan keyakinan dalam menjual properti mereka.

Layanan-layanan berbasis AI ini telah mengubah model tradisional pembelian dan penjualan properti serta meningkatkan efisiensi transaksi. Lu Xue-yao menegaskan bahwa industri properti adalah bisnis yang berpusat pada "manusia"; perkembangan teknologi AI tidak menggantikan peran agen, tetapi meningkatkan efisiensi layanan dan kepuasan konsumen, sekaligus membantu agen fokus pada kebutuhan pelanggan yang lebih penting, menjadi asisten terbaik bagi konsumen dan agen properti.

(foto: LTN)

Penyiar

Komentar