History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Humantek 101024: Peta Akses Layanan Kesehatan 1955, Fitur Baru bagi PMI untuk Akses Dokter

  • 10 October, 2024
Humantek - RtiFM Online Kamis

Peta Akses Layanan Kesehatan 1955, Fitur Baru bagi PMI untuk Akses Dokter

Peta Akses Layanan Kesehatan Ramah Pekerja Migran resmi dirilis oleh pemerintah untuk memudahkan kehidupan Pekerja Migran Asing di Taiwan, menyajikan daftar layanan kesehatan yang mudah diakses.

Dikutip dari pengumuman Kementerian Ketenagakerjaan (MOL) Taiwan, layanan ini hadir dalam bentuk media percakapan LINE dengan alamat @1955mw_id dan tersedia dalam bahasa Indonesia.

Terdapat tiga menu utama dalam laman percakapan tersebut yakni “Prosedur Berobat”, “Peta Layanan Kesehatan”, dan “Penerjemah Aktual”.

Prosedur Berobat akan menyajikan layanan panduan untuk berobat di Taiwan; Peta Layanan Kesehatan untuk mencari fasilitas kesehatan terdekat; dan Penerjemah Aktual untuk menerjemahkan teks atau gambar.

Layanan ini diharapkan dapat membantu pekerja migran jika menghadapi kebingungan saat mengakses layanan kesehatan di Taiwan.

Diingatkan oleh layanan aduan 1955, migran yang memiliki ARC dan terdaftar dalam NHI berhak atas pelayanan kesehatan serta penanganan medis saat sakit, sama seperti penduduk lainnya di Taiwan.

Lalu bagaimana situasinya jika segan ke dokter karena kendala bahasa? Layanan aduan 1955 punya sejumlah solusi.

Pertama-tama tentu bisa meminta pertolongan kepada majikan. Atau anggota keluarga majikan yang bisa berbahasa Mandarin untuk mendapat pertolongan medis. Jika bahasa masih menjadi kendala untuk menyampaikan keluhan dengan tepat maka hendaknya menghubungi agensi.

Jika belum maksimal, maka 1955 bisa membantu. Layanan aduan 1955 melalui layanan penerjemah pihak ketiga akan membantu pekerja mendapat bantuan medis.

Layanan aduan 1955 mengingatkan bahwa tenaga kerja di Taiwan memiliki hak untuk tidak masuk kerja atau izin ketika merasa sakit. Hal ini berlaku bagi siapapun termasuk tenaga kerja migran asing di Taiwan.

Menurut unggahan 1955 di Facebook, pekerja migran sektor industri dan perawat panti jompo yang diatur oleh Undang-Undang Standar Ketenagakerjaan berhak mengambil cuti sakit jika mengalami cedera atau sakit yang membutuhkan perawatan. Oleh karena itu, majikan tidak boleh melarang cuti sakit atau menganggapnya sebagai absen jika pekerja tidak masuk kerja karena alasan kesehatan.

"Dan tenaga kerja memiliki cuti sakit selama 30 hari setiap tahun dengan pembayaran setengah dari gaji," ungkap 1955.

(foto: 1955)

 

Hon Hai Luncurkan Mobil Listrik Model Baru pada Tech Day Bulan Ini 

Raksasa manufaktur berbasis di Taiwan, Hon Hai Precision Industry Co., mengumumkan melalui unggahan Facebook baru-baru ini bahwa mereka telah meluncurkan model kendaraan listrik terbarunya — Model D — pada acara tahunan "Tech Day" bulan Oktober mendatang.

"Foxconn bergerak cepat dalam inovasi — nantikan peluncuran revolusioner EV MODEL D di HHTD24 pada 8 hingga 9 Oktober," tulis Hon Hai dalam unggahan Facebook-nya hari Senin (23/9).

Menurut Hon Hai, yang juga dikenal sebagai Foxconn, Model D dirancang bersama dengan Pininfarina, desainer mobil legendaris asal Italia.

Hon Hai hingga saat ini telah meluncurkan enam model prototipe EV: Kendaraan utilitas olahraga Model C, sedan Model E dan Model T e-bus pada 2021, mobil kota Model B, pick-up Model V pada 2022, dan prototipe van kargo listrik Model N pada 2023.

Dari enam model tersebut, SUV Model C adalah yang pertama diluncurkan berdasarkan penelitian dari "MIH Open Platform" dan produksinya terus meningkat.

Hon Hai telah memimpin Konsorsium Mobility in Harmony (MIH), platform terbuka EV di pusat tujuannya untuk menjadi "Android dari industri kendaraan listrik."

Platform terbuka EV konsorsium MIH mulai beroperasi pada Juli 2021 sebagai bagian dari upaya Hon Hai untuk memasuki pasar EV.

Hon Hai mengatakan Tech Day mendatang, yang telah dibuka untuk umum pada 9 Oktober, akan memperkenalkan inovasi EV baru, khususnya integrasi AI ke dalam tiga platform pintar mereka: Smart Manufacturing, Smart EV, dan Smart City.

Dalam beberapa tahun terakhir, perakit iPhone Hon Hai telah meningkatkan upayanya dalam pengembangan kendaraan listrik sebagai bagian dari strategi "3 plus 3" untuk berdiversifikasi dari manufaktur kontrak ke kemampuan perangkat keras dan perangkat lunak.

Inisiatif ini mengacu pada tiga industri baru — kendaraan listrik, robot, dan perawatan kesehatan digital — yang sedang dikembangkan perusahaan tersebut melalui teknologi kecerdasan buatan, semikonduktor, dan komunikasi, dengan kendaraan listrik sebagai bisnis inti, menurut Hon Hai.

A Model D electric vehicle is displayed at the Hon Hai Tech Day event in Taipei Tuesday. Oct. 8, 2024

(foto: CNA)

 

Daya Komputasi Super Taiwan akan Mencapai 480 Petaflops pada 2029

Menteri Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) Wu Cheng-wen (吳誠文) pada 1 Oktober mengatakan bahwa daya komputasi super Taiwan diperkirakan akan mencapai 480 petaflops pada tahun 2029.

Dalam laporannya kepada Komite Pendidikan dan Budaya Yuan Legislatif, Wu Cheng-wen mengatakan bahwa Taiwan telah berfokus pada pembuatan perangkat keras yang diperlukan untuk AI dan sekarang akan berupaya mengembangkan aplikasi AI dan memperluas daya komputasi, dilansir dari CNA.

Wu Cheng-wen menambahkan bahwa daya komputasi sektor publik di Taiwan sekitar 19 petaflops. Satu petaflop setara dengan satu kuadriliun operasi floating-point per detik.

Menurut rencana NSTC, Taiwan akan memiliki sumber daya komputasi sebanyak 280 petaflops pada tahun 2028, dan mencapai 480 petaflops pada tahun 2029.

NSTC mengatakan bahwa mereka sedang membangun superkomputer baru, dengan batch pertama mainframe (unit utama) akan selesai tahun ini. Tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan daya komputasi Taiwan secara keseluruhan sehingga Taiwan dapat menempati peringkat 3 besar di Asia dan 10 besar di dunia pada tahun 2028.

Menurut peringkat terbaru yang diterbitkan oleh TOP 500, daya komputasi keseluruhan Taiwan berada di peringkat ke-17 secara global.

(foto: National Center for High-performance Computing)

PEMENANG PENGHARGAAN TANG DORONG TAIWAN PRODUKSI BAHAN CANGGIH PENANGKAP KARBON DIOKSIDA

Pemenang Penghargaan Tang dalam Pengembangan Berkelanjutan, Omar M. Yaghi, pada mendorong Taiwan untuk memproduksi bahan canggih yang mampu menangkap karbon dioksida dan mengumpulkan air.

Yaghi, Profesor Kimia James dan Neeltje Tretter di University of California, Berkeley, mengajukan proposal ini pada Forum Master Penghargaan Tang di Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung di kota utara Taiwan, Hsinchu.

Di forum tersebut, ahli kimia peraih penghargaan ini menjelaskan keunggulan dari kerangka organik kovalen (COF) yang dikembangkan oleh dirinya dan salah satu muridnya yang memiliki kemampuan untuk menangkap CO2 dari udara.

Menurutnya tantangan ilmiah dalam menangkap CO2 dari udara telah terpecahkan dan tugas Taiwan sebagai wilayah yang punya kemampuan tinggi di bidang teknologi untuk meningkatkan skala bahan ini.

Menurut Yaghi, COF yang dikembangkan di labnya terdiri dari ikatan karbon-karbon dan karbon-nitrogen yang membuatnya lebih stabil dan efisien energi dibandingkan teknik penangkapan karbon saat ini yang menggunakan larutan amina, sekaligus lebih tahan lama dibandingkan dengan yang menggunakan bahan padat.

Ahli kimia kelahiran Yordania ini mengatakan ahan ini bekerja "bahkan lebih baik" pada fasilitas yang menangkap gas buang.

Polimer yang dikembangkan oleh timnya yang dikenal sebagai kerangka logam-organik (MOFs) sudah digunakan di industri untuk menangkap CO2, tambah Yaghi.

Namun, dia berharap COF juga dapat mendapatkan pijakan di pasar dan menggambarkan Taiwan sebagai "satu-satunya negara yang memiliki keberanian untuk meningkatkan skala dan memproduksi COF."

Sebagai moderator diskusi panel, Albert Yeung (楊德忠), direktur Institut Teknik Lingkungan di Universitas Nasional Yang Ming Chiao Tung, menanyakan kepada Yaghi apa keuntungan Taiwan jika memproduksi COF secara komersial.

Yaghi menjawab bahwa Taiwan memiliki "tenaga kerja terampil yang sangat kuat" yang mampu mengambil semua langkah "yang diperlukan" mulai dari tahap desain hingga manufaktur.

Yaghi mengatakan bahwa satu jenis MOF yang timnya uji coba di Death Valley, gurun di California, berhasil menggunakan perangkat bertenaga sinar matahari seukuran lemari es kecil untuk menangkap 22 liter air dari udara per hari.

Dalam kondisi Taiwan yang jauh lebih lembab, satu ton MOF dapat menghasilkan 3.000 ton air bersih per hari hanya dengan menggunakan sinar matahari sekitar, dan jika menggunakan listrik, bisa menghasilkan hingga 600.000 liter air per hari, ujar Yaghi.

"Jadi saya pikir sekarang ini siap untuk diserahkan kepada seseorang di Taiwan untuk memproduksi, memodifikasi, dan menjadikannya lebih kuat sebagai perangkat," tambahnya.

Lee Tzong-ming (李宗銘), wakil presiden senior di Institut Penelitian Teknologi Industri di Taiwan, mengatakan selama diskusi panel bahwa Taiwan memiliki kapasitas teknis untuk memproduksi MOF jika diberi kesempatan untuk berkolaborasi dengan Yaghi.

Misalnya, Lee mengatakan, dua perusahaan minyak dan gas terbesar di Taiwan, Formosa Petrochemical Corp. dan CPC Corp., keduanya memiliki kemampuan penelitian dan rekayasa yang diperlukan.

Teknologi ini juga memiliki prospek yang baik di pembangkit listrik dan sektor lainnya di mana gas buang dihasilkan dalam jumlah besar, tambahnya.

Omar M. Yaghi - Wikipedia

(foto: Wiki)

APA ITU PENGHARGAAN TANG?

Penghargaan Tang adalah penghargaan dua tahunan yang didirikan pada tahun 2012 oleh pengusaha Taiwan Samuel Yin (尹衍樑), ketua Ruentex Group, untuk menghormati mereka yang telah memberikan kontribusi signifikan dalam empat kategori — pengembangan berkelanjutan, ilmu biofarmasi, sinologi, dan supremasi hukum.

Samuel Yen-Liang Yin lahir 16 Agustus 1950 di Shandong, Tiongkok adalah seorang pengusaha miliarder Taiwan dan filantropis. Ia dikenal terutama karena pendiriannya terhadap Penghargaan Tang, dan sebagai ketua Ruentex Financial Group. Ia juga menjabat sebagai presiden Guanghua School of Management di Universitas Peking.

Yin mempelajari sejarah di Chinese Culture University. Ia meraih gelar master di bidang bisnis di National Taiwan University pada tahun 1982, dan gelar PhD di bidang bisnis di National Chengchi University pada tahun 1986. Pada tahun 2004, Yin diangkat menjadi anggota Chinese Institute of Civil and Hydraulic Engineering. Pada tahun 2008, ia diundang untuk bergabung dengan International Academy of Engineering Rusia dan dianugerahi Engineering Prowess Medal, penghargaan tertinggi dari akademi tersebut. Pada tahun 2010, Yin menerima Henry L. Michel Award for Industry Advancement of Research dari American Society of Civil Engineers (ASCE) atas kontribusinya di bidang penelitian teknologi konstruksi. Ia adalah orang pertama tanpa latar belakang akademis dalam bidang teknik yang menerima penghargaan tersebut.

Yin memimpin Ruentex Financial Group yang berinvestasi di Taiwan dan Tiongkok. Ruentex dikenal terutama karena investasi mereka dalam bidang konstruksi serta jaringan ritel RT Mart. 

Di Taiwan dan Tiongkok, ia dikenal sebagai pendorong kewirausahaan dan startup. Pada tahun 2014, Yin diakui sebagai salah satu investor utama di Gogoro, sebuah startup skuter listrik di Taiwan.

Yin menyatakan bahwa ia berencana untuk menyumbangkan 95% dari kekayaan bersihnya untuk amal, terutama yang berkaitan dengan sains, seni, hukum, dan politik. 

Yin mendirikan Penghargaan Tang pada Desember 2012, didanai dengan modal pribadinya sebesar US$100 juta. Penghargaan ini disebut sebagai setara dengan Penghargaan Nobel di Asia. Misi dari penghargaan ini adalah untuk mempromosikan penelitian yang bermanfaat bagi dunia dan umat manusia, mempromosikan budaya Tiongkok, dan menjadikan dunia tempat yang lebih baik. Penghargaan ini memberikan hadiah setara dengan US$1,7 juta dalam kategori pengembangan berkelanjutan, ilmu biofarmasi, sinologi, dan supremasi hukum.

Yin juga memberikan dukungan finansial dan kepemimpinan untuk yayasan berikut di Taiwan dan Tiongkok: Yayasan Pendidikan Yin Xun-Ruo, Yayasan Medis Yin Shu-Tien, Yayasan Pendidikan Kwang-Hua, dan Guanghua School of Management di Universitas Peking. Pada tahun 2016, Yin menyumbangkan US$12,8 juta kepada Scripps Research Institute untuk "berkontribusi pada pembangunan laboratorium baru yang canggih."

Central Mint (Taiwan) | Tang Prize Gold- Plated Copper Medal

(foto: CMC)

Penyiar

Komentar