Dalam acara Jiwa Muda kali ini, pembahasan utamanya adalah tentang acara persembahan laut Ying Wang di Donggang, Taiwan dan upacara serupa yang ada di Indonesia. Namun, sebelumnya, kita juga akan membahas berita-berita dan informasi menarik lainnya, yaitu:
Pekan ini Suhu Akan Turun Hingga 21 Derajat
Suhu bisa turun hingga 21°C minggu ini karena muson timur laut, di mana suhu di utara dan timur laut akan turun secara bertahap mulai hari ini hingga Rabu, 9 Oktober 2024.
Penuruan suhu ini juga mungkin disertai hujan lebat.
Meski demikian, cuaca cerah diperkirakan terjadi di seluruh Taiwan, dan pada sorenya bisa terjadi hujan lebat di Taiwan bagian tengah dan selatan,
Sementara itu Dari Kamis hingga Sabtu, hujan lokal kemungkinan hanya terjadi di wilayah utara Taoyuan dan pantai timur, sementara langit berawan hingga cerah diperkirakan terjadi di wilayah lain
Muson timur laut diperkirakan akan melemah pada hari Minggu.
Dari hari ini hingga Sabtu, suhu tertinggi akan mencapai 26°C hingga 30°C di utara, timur laut, dan timur; 28°C hingga 32°C di Taiwan tengah, selatan, dan tenggara; 27°C hingga 29°C di Kabupaten Penghu; 27°C hingga 30°C di Kabupaten Kinmen; dan 23°C hingga 26°C di Kabupaten Lienchiang (Matsu).
Suhu terendah akan mencapai 25°C hingga 26°C di Penghu, 22°C hingga 25°C di Kinmen, 21°C hingga 23°C di Matsu, dan 21°C hingga 25°C di wilayah lain di Taiwan.
Taiwan Investasi 200 Juta Dollar Untuk Pengurangan Konsumsi Antibiotik
Taiwan akan menghabiskan NT$200 juta (US$6,26 juta) untuk mengurangi konsumsi antibiotik pada tahun 2025 guna mengurangi dampak "bakteri super" pada populasi.
Dalam laporan yang disampaikan kepada Kementerian Kesehatan pada hari Selasa (24 September), Wakil Direktur CDC Lo Yi-chun (羅一鈞) mengatakan pendanaan tersebut akan bertujuan untuk mengurangi penggunaan antibiotik hingga 5%. Ia mengatakan Kabinet mengalokasikan uang tersebut pada bulan Juli, yang juga akan bertujuan untuk mengurangi infeksi dari bakteri yang sangat resistan terhadap antibiotik hingga 10%.
Mekanisme pemantauan dan penilaian risiko akan ditetapkan, kata Lo. Ia mengatakan rencana tersebut akan dilaksanakan bersama dengan badan administrasi makanan dan obat-obatan Kementerian Pertanian.
Pakar penyakit menular dan Wakil Presiden Universitas Nasional Taiwan Chang Shan-chwen (張上淳) dalam laporannya menyampaikan, bahwa resistensi antibiotik akan dibahas pada pertemuan tingkat tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada hari Kamis mendatang, 10 Oktober 2024.
Chang menyampaikan, bakteri yang sangat resistan terhadap antibiotik, yang juga dikenal sebagai "bakteri super," telah mengakibatkan peningkatan rawat inap dan biaya medis di Taiwan, dan terkadang menyebabkan kematian.
Hasil studi terbaru yang diterbitkan oleh Nature menemukan bahwa antara tahun 1990 dan 2021, lebih dari satu juta orang meninggal karena infeksi yang resistan terhadap obat setiap tahun. Angka ini dapat berlipat ganda dalam beberapa tahun mendatang, tambahnya.
Topik Utama: Festival Ying Wang
Festival Ying Wang adalah upacara tiga tahunan yang dimaksudkan untuk mengusir roh jahat dan untuk merayakan perdamaian dan keamanan.
Tidak hanya masyarakat lokal, tetapi para nelayan migran Asia Tenggara juga berpartisipasi dalam parade dan perayaan selama seminggu. Menurut para nelayan, tradisi ini sangat mirip dengan tradisi memancing di pantai utara Jawa, Indonesia.
Kepercayaan terhadap dewa Wang Ye merupakan bagian besar dari budaya di Kotapraja Donggang. Kuil Donglong di Donggang, Kuil Sanlung di Pulau Liuqiu, dan Kuil Daitian di Xizhou semuanya merupakan kuil terkenal yang sering kali dipadati oleh umat beriman.
Kepercayaan masyarakat Donggang khususnya terlihat jelas pada ukiran daun emas yang rumit pada gapura berhias Kuil Donglong. Upacara yang wajib dilihat oleh pengunjung adalah Festival Ying Wang, yang telah terdaftar sebagai salah satu aset budaya keagamaan Taiwan, dan budaya unik Chi Jiao Tou yang memiliki tim untuk mengelola tandu dewa.
Kuil Donglong (awalnya dibangun pada tahun 1706 di Yanpu, rusak akibat banjir pada tahun 1894, kemudian dipindahkan ke Tungkang). Di tempat ini, kapal Wangye dibangun, dan kapal dipersiapkan untuk festival Ying Wang, sebuah festival lokal untuk memuja Wen Wangye.
Beberapa Sedekah Laut yang ada di Indonesia
Larung Sesaji di Pacitan
Pacitan adalah wilayah Kabupaten yang terletak di pesisir Selatan Pulau Jawa. kabupaten Pacitan termasuk dalam wilayah administrasi provinsi Jawa Timur dan sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan kapur. Nah, pegunungan kapur ini merupakan rangkaian dari pegunungan Kidul lho! Karena tekstur tanahnya sedemikian rupa, makanya wilayah Pacitan kurang cocok untuk pertanian.
Karena alasan itulah, laut menjadi andalan masyarakatnya untuk sumber penghidupan. Untuk menghormati lautan, masyarakat setempat rutin melakukan ritual larung sesaji tiap tanggal 1 Suro. meski awalnya dilakukan dengan sederhana, di dunia modern ritual ini digelar meriah dan dijadikan salah satu daya tarik wisata Pacitan di pantai Selatannya.
Tuturangiana Andala di Pulau Makassar
Di luar pulau Jawa, banyak ritual sedekah laut juga dilakukan mengingat sebagian besar wilayah Indonesia adalah lautan. Di Pulau Makassar, ada tradisi sedekah yang disebut Tuturangiana Andala. Sederhananya, ritual ini sangat mirip dengan acara sedekah di laut di tempat lain. Akan tetapi, ada keunikan yang berbeda yaitu sajian kue khas dan daging kambing yang dilarung ke empat penjuru mata angin. Hal itu dilakukan sebagai perwujudan persembahan dan ucapan syukur pada alam yang telah menjadi sumber penghidupan.
Petik Laut Muncar di Banyuwangi
Jika di banyak wilayah ritual sedekah dilakukan dengan cukup sederhana, lain halnya dengan Banyuwangi. Secara resmi, pemerintah memanfaatkan ritual dalam tradisi masyarakat ini sebagai daya tarik wisata. Tujuannya tentu untuk menunjang pendapatan daerah. Di Banyuwangi ada ritual yang disebut Petik Laut Muncar.
Dalam ritual ini, masyarakat pesisir bahu-membahu menghias kapal mereka agas saat melaut menjadi indah dipandang. Perlombaan tidak resmi ini dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh masyarakat setempat dan diakhiri dengan doa bersama.
Kirab Sedekah Laut Cilacap
Nah, bicara soal kemeriahan ritual sedekah laut, Cilacap bisa jadi salah satu contoh nyata. Di sana, ritual ini benar-benar dikemas menjadi sebuah rangkaian acara kirab budaya yang meriah. Pemerintah setempat mendukung acara syukuran ini sekaligus menjadi penggagas acara pameran kekayaan budaya. Acara ini berpusat di wilayah Teluk Penyu dan diikuti oleh begitu banyak nelayan.
Bajo Pasakkayang, Ritual ala Masyarakat Bajo
Selain sedekah laut, ritual syukuran juga bisa dimanfaatkan untuk acara berkumpul dan keakraban lho! Seperti yang dilakukan oleh masyarakat Bajo ini. Ritual dimulai dengan Ngangaidah, prosesi mengibarkan bendera hitam. Dalam ritual Pasakkayang ini, musik tradisional mengiringi pemuka adat yang membawa sesajen ke laut. Tujuannya tetap sama yaitu menyatakan syukur dan terima kasih pada alam yang telah memberikan penghidupan bagi masyarakat. Tentu saja acara yang menarik seperti ini kemudian dimanfaatkan untuk acara keakraban sesama suku Bajo dan mengundang wisata dengan sajian seni dan kuliner khas Bajo.
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 