History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Jurnal Maria 週記 Usia Jelang Senja Seorang Pengacara 讀書會中年好秋

  • 07 October, 2024

Bacabuku Usia Jelang Senja Seorang Pengacara 讀書會中年好秋

Bacabuku 讀書會

 Mari bacabuku kembali, Buku yang ditulis oleh seorang pengacara bernama Lu Chiu Yuan, dan 2 orang pengacara lainnya lagi. dengan judul buku: 中年好秋:人生如騎行,不論面對上坡或下坡,我們都要好好的把路走下去

Menuliskan cerita kehidupan manusia yang memasuki usia paruh baya, mendorong para pembaca yang mungkin mulai siap-siap menjadi manula, pensiun, menerima kehidupan periode berikutnya, ia mengatakan kehidupan ini seperti bersepeda, baik sedang menanjak atau menuruni jalan yang curam, jadi ibarat nasib yang jatuh bangun, kita semua hendaknya melakoni sampai tuntas.

 

Pernahkan Anda membaca sebuah buku yang ditulis oleh 3 serangkai tapi hubungan mereka sebenarnya adalah bos dan 2 karyawan. Perusahaannya adalah sebuah kantor pengacara. Di zaman sekarang, masih begitu kental tali persahabatan yang terjalin di sebuah medan kerja, dan citra bos malah menjadi sahabat, dewa penolong saat karyawan sedang galau. Nah.... ini buku cerita fiksi, melainkan kenyataan. Hubungan intim antar bos dengan karyawan, walaupun semua berprofesi sebagai pengacara, telah membuat citra dunia hukum yang kejam dan tidak bersahabat, menjadi nyaman dan hangat. Seperti yang ditulis mereka masing-masing dalam buku ini. Dan yang lebih menarik adalah, bagaimana mereka bisa tercetus ide menulis buku ini. Dan bagaimana perasaan mereka? Dan siapa mereka? Mari simak dalam acara baca buku baca kehidupan manusia ini.

 

Pengacara sekaligus penulis buku ini yaitu Lu Chiu Yuan, mempunyai laman FB yang banyak fans, di mana mereka suka berkomentar atas artikel tentang kasus-kasus di laman FB, bahkan ada yang berkonsultasi langsung karena kasusnya mirip. Pengacara Lu selalu berurusan dengan masalah sulit yang sebagian besar tidak mau dihadapi secara langsung oleh masyarakat, sehingga ia suka menulis, yang ia pakai sebagai pelipur atas dirinya sendiri, dan sekaligus juga menjadi dorongan untuk netizen yang sedang dirundung masalah. Mereka ini terdiri dari usia 10 hingga 70 tahun lebih, dan ada yang menginboxnya untuk berkonsultasi hukum. Dan yang menarik adalah, fansnya tidak hanya sangat mempercayai pengetahuan hukumnya, juga malah sangat tergantung pada pengacara Lu yang dianggap seperti mentor psikologi, tempat curhat. Penulis Lu Chiu Yuan mengakui, walau ia kelihatan berwatak keras, tetapi hatinya lembut, ia tidak tega melihat orang menangis. Ia selalu menggaris bawahi “Ketegaran yang benar-benar, selalu terselubung dalam kelembutan.”

 

Dan 2 penulis lainnya yaitu 曾學立Ceng Xue Lik dan 劉孟哲

Liu Meng Ce kedua-duanya juga sama berprofesi pengacara seperti Lu Chiu Yuan. Menulis buku ini dikarenakan pengacara Lu Chiu Yuan merasa sebagian besar waktunya dihabiskan untuk menyelesaikan urusan norang lain, hingga ia mencapai usia 50 tahun, ia merasa berada di sebuah persimpangan, ia ibaratkan inilah masa ia memasuki tahap usia yang matang, dan untuk itu ia harus mempertimbangkan rencana perjalanan hidupnya di masa yang akan datang. Gagasan ini bukan terjadi tiba-tiba saja, melainkan sudah terada di benaknya lama sekali, yaitu sejak ia mulai berpraktik sebagai pengacara, jadi sudah berapa lama ide tersebut dipikirkan. Lu Chiu Yuan mengatakan, ia sangat menyukai profesinya ini, karena ia bisa mengembangkan keakhliannya setiap hari. Tetapi tidak bisa dipungkiri, bidang pekerjaannya ini sangat kejam, nasib manusia selalu dipertaruhkan di meja pengadilan, dan bukan hanya semata, mengalahkan lawan saja di pengadilan, sebab faktor yang paling pelik yang dihadapi pengacara setiap hari adalah apakah kliennya berbohong, apakah akan mengkhianatinya. Pekerjaan sebagai pengacara adalah pekerjaan yang mengikis tenaga, meskipun berbakat, ada persiapan penuh, pun belum tentu bisa menerima proses dengan tenang, maka ia terkadang ingin melarikan diri dari kantor pengadilan di mana ia setiap hari bekerja bersidang demi kliennya. Ada sebuah kejutan bagi Lu yaitu dalam proses komunikasi dengan para kliennya, ia menyadari semua orang ternyata sama saja akan mempertanyakan kehidupanya sekarang ini, apakah benar-benar diinginkan, orang-orang baik dalam proses hubungan relasi suatu perkawinan, hubungan dengan anak dan orang tua, ketika mencapai sebuah tahap, semua akan menghadapi dilema, mempertanyakan kembali apa yang kita maui, dan ingin tahu apakah ada kesempatan lainnya lagi. Ada yang ingin menggapai sesuatu di saat ia mulai menua, ia ingin meraih sisa masa muda baik dengan uang, atau berselingkuh, semuanya adalah buah dari kebimbangan manusia. Lalu apakah kalau memang ada suatu jalan baru, pengacara Lu beranggapan ia akan berusaha menggembangkan hobi nya, agar bisa diteruskan dalam perjalanan masa tuanya. Dan kebetulan sekali ia menaruh minat untuk menjelajahi jalan tua yang menghubungkan Tokyo dengan Tokyo. Maka mereka bertiga yaitu ketiga pengarang buku ini bersama-sama menapaki jalan tua di Jepang ini. Bagi beberapa amatir, perjalanan ini sangat mudah, tetapi bagi saya kata pengacara Lu, ini mungkin adalah sebuah titik balik, yang menuntun diriku di persimpangan kebimbangan seorang paruh baya, untuk mengetahui kembali apa yang dilakukan di masa menjelang tuanya. Lalu bagaimana dengan 2 pengarang lain di buku ini曾學立

Ceng Xue Lik dan 劉孟哲Liu Meng Ce yang merupakan pengacara di kantor Lu.

 

Ceng Xue Lik bercerita, beberapa waktu lalu ketika aku pulang ke rumah ibu, beliau bercerita, aku di masa kecil sudah mahir bercerita, bakan bisa mengulas keseluruhan buku Sun Go Kong Si You Ci Penjelajahan ke Barat yang dipinjam dari perpustakaan, ibu tadinya berharap aku bisa berlomba cerita di Taman kanak-kanak, dengan bercerita tentang Sun Go Kong. Tetapi ternyata aku malah bercerita atas cerita karangan aku sendiri, yaitu cerita tentang seorang dewa menangkap manusia, separuh seluruh hadirin tidak mengerti akan ceritaku. Dan tampaknya sejak saat itu, aku beranggapan menceritakan apa yang aku pikirkan adalah sebuah hal yang privat sekali, dan aku terus dibayangi oleh kontradiksi semacam ini, aku dengan penuh kebimbangan menuntaskan naskah yang aku pertanggungjawabkan. Meskipun aku hanya menuliskan apa yang kami alami saat bersepeda menjelajahi jalan tua Kyoto ke Tokyo, tetapi sebenrnya aku sedang menuliskan isi hati, kadang karena tersentuh oleh sebuah nuansa di perjalanan, kadang karena berinteraksi dengan dua kawan perjalanan, sehingga membuat perjalanan ini seperti sebuah miniatur sebuah kehidupan. Sehingga banyak bab aku tulis seperti aku sedang menulis surat cinta untuk orang lain, kata-kata atau isi hati yang belum sempat atau sulit aku utarakan langsung di hari-hari biasa, termasuk ucapan terima kasih dan perhatian, yang paling banyak kutujukan adalah untuk Pak Lu walaupun aku tidak yakin apakah beliau membacanya tidak, dan juga kepada partner kerja ku Meng Ce, kolega lainnya, orang tuaku, pacarku dan nenekku walaupun nenek sudah tidak bisa membaca buku ini lagi. Kalau Pak Lu berharap melalui perjalanan kali ini bisa memberitahu kepada orang-orang sebayanya untuk segera merealisasikan impiannya, tapi bagiku, malah ingin berbagi dengan semua orang, perasaanku saat menjelajahi perjalanan ini, meskipun bukan menulis cerita fiksi, atau bercerita dewa menangkap manusia, tapi aku berharap pembaca menyukainya.

 

Bagi penulis ketiga yaitu Liu Meng Ce, ia menuliskan tentang keberanian, persahabatan dan kepercayaan. Sebelum berangkat, aku sempat berkelakar dengan pak Lu, mengapa tidak kita bertiga menulis buku tentang perjalanan kali ini saja. Karena pak Lu yaitu bos saya dan Ceng Xue Lik sangat gemar menulis, sedangkan aku suka fotografi, maka mengapa tidak kalian berdua bertugas menulis naskahnya, dan aku bertugas menjadi fotografernya, di dunia hukum masih belum ada yang menerbitkan buku seperti ini lho. Perjalanan kami bertiga ini bisa dikupas dari banyak sisi, Anda bisa melihatnya dari visi seorang paruh baya sedang bertamasya, dan mendorong orang-orang sebayanya untuk berani melakukan tantangan hidup, bisa juga dari visi hubungan persaudaraan kental, saling bahu membahu saling percaya, dan juga bisa dari visi perjalanan sebuah tamasya, menikmati petualangan yang penuh risiko sepanjang perjalanan. Aku sudah lama mengenal Xue Lik, ia adalah orang yang suka fasien, yang modern, estetik, kuliner dan wine, ia adalah orang yang punya selera tinggi, tetapi ia juga suka membaca, ia juga punya sertifikat pramusuguh anggur atau Sommelier, ia tidak hanya tampil rapi juga mempunyai jiwa yang menarik. Xue lik adalah orang yang membimbingku ke jalan kemujuran, ia merekomendasikan diriku untuk bekerja di kantor pengacara, mengabdi kepada bos pak Lu ini. Xue Lik adalah orang yang patut dipercayai dan diandalkan. Dan bos pak Lu, aku sangat bahagia bisa bekerja di kantornya, selama beberapa tahun mengabdikan diri, adalah masa paling bahagia bagiku sejak terjun ke masyarakat. Perhatian yang penuh dari bos, seperti ketika aku membutuhkan bantuan, beliau segera tampil membantu, membuatku sangat nyaman di hati, aku kira inilah penyebabnya mengapa begitu banyak orang yang suka curhat kepada beliau dan memohon bantuannya. Semua aku dan Xue Lik ingin melakukan sesuatu sebagai hadiah ulang tahun ke 50 beliau, maka kami berdua mendampinginya menyelesaikan perjalanan ini, keberanian, persahabatan dan kepercayaan antara kami bertiga, semua tertuang dalam buku ini, aku harap para pembaca bisa turut berpetualang bersama kami melalui buku ini.

 

 

 

 

 

Penyiar

Komentar