History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Info Kita

  • 03 October, 2024

Pekerja Migran Melaju Kencang di Jalan Tol dengan Sepeda Motor! Tiba-tiba Letakkan dan Tinggalkan Sepeda Motor di Bahu Jalan Lalu Kabur Melompati Pembatas Jalan!

(Taiwan, ROC) --- Di ruas jalan tol nasional nomor 3 arah selatan, tepatnya di wilayah Yunlin, seorang pekerja migran ilegal mengendarai sepeda motor dan salah jalan hingga masuk ke jalan tol. Karena panik dikejar oleh mobil di belakangnya, ia meninggalkan sepeda motornya begitu saja di bahu jalan dan melompati pagar pembatas untuk melarikan diri.

Melihat hal tersebut, pengemudi mobil yang mengejar di belakangnya segera menghentikan mobil, ikut melompati pagar pembatas, dan berhasil menangkap pekerja migran tersebut untuk diserahkan kepada pihak kepolisian.

Kejadian ini terjadi pada Rabu pekan lalu (18/9), sekitar pukul 16:00, ketika seorang pria sedang mengemudi mobil di ruas jalan tol nasional nomor 3 wilayah Yunlin, tepatnya di kilometer 284.5. Ia dikejutkan dengan keberadaan sepeda motor yang melaju di bahu jalan. Pria bersangkutan segera melaporkan kejadian yang ada kepada polisi sambil terus membuntuti sepeda motor tersebut.

Saat pengejaran sampai di ruas Gukeng, pengendara motor tiba-tiba meninggalkan motornya di pinggir jalan dan menghilang. Pengemudi mobil menduga bahwa pengendara motor tersebut melompati pagar pembatas untuk melarikan diri. Setelah melaporkan kejadian tersebut kepada polisi, sang pengemudi mobil juga ikut melompati pagar pembatas untuk mencari.

Tak lama kemudian, pengemudi mobil berhasil menangkap pengendara motor tersebut. Ternyata, pengendara motor adalah seorang pekerja migran ilegal. Setelah polisi jalan tol tiba di lokasi kejadian, pekerja migran ilegal tersebut diserahkan kepada pihak kepolisian dan kemudian dilimpahkan ke Tim Operasi Khusus Imigrasi Kabupaten Yunlin.

Diketahui bahwa pengemudi mobil tersebut pernah bekerja dan mendapatkan pelatihan di tim derek Kepolisian Jalan Tol Nasional, sehingga ia memiliki keberanian dan kemampuan untuk melakukan tindakan tersebut.

 

Melalui Postingan di Medsos Membantu Memperkenalkan Pekerjaan Kepada PMA, Orang Ini Terancam Denda Berat Hingga Ratusan Ribu NT$

(Taiwan, ROC) --- Imigrasi Taiwan menangkap dua pekerja migran berstatus hilang kontak (ilegal), dan menyelidiki seorang wanita Vietnam karena membantu mempekerjakan mereka di sebuah perusahaan kebersihan di Kabupaten Hsinchu.

Tim Khusus Kabupaten Hsinchu dari Ditjen Imigrasi Nasional menerima informasi bahwa sejumlah pekerja migran ilegal terlihat berkumpul di perusahaan kebersihan di Kota Zhubei setiap pagi untuk menunggu pekerjaan.

Petugas kemudian menggerebek perusahaan itu dan menemukan dua pekerja migran ilegal sedang memuat barang-barang pembersih ke truk, bersiap untuk berangkat kerja.

Penyelidikan mengungkapkan bahwa perusahaan tersebut telah mempekerjakan seorang wanita asal Vietnam, yang memiliki nama panggilan A-Rou.

A-Rou kemudian menggunakan kefasihan bahasanya memposting pesan di grup Facebook dalam bahasa Vietnam untuk merekrut orang asing untuk pekerjaan bersih-bersih.

Perusahaan itu mengatakan kepada petugas imigrasi bahwa mereka telah menandatangani kontrak dengan A-Rou, dan mempercayainya untuk membantu mencari orang yang bersedia bekerja di perusahaan mereka. Di dalam kontrak tersebut, A-Rou menyatakan kesediaannya untuk membantu memperkenalkan siswa asing atau pengantin asing, bukannya memperkenalkan pekerja migran yang sudah hilang kontak.

Dan dalam kasus penggerebekan kali ini yang ditemukan adanya pekerja migran ilegal, maka baik A-Rou maupun pihak perusahaan tetap akan diselidiki oleh otoritas yang berwenang.

A-Rou, perusahaan, dan para pekerja migran ilegal semuanya diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Hsinchu untuk dihukum karena melanggar Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan. Bahkan A-Rou dapat menghadapi hukuman denda hingga NT$500.000.

Kepala Tim Khusus Kabupaten Hsinchu, Lee Wen-ta (李文達), menyampaikan bahwa sebelum mempekerjakan orang asing, pengusaha harus terlebih dahulu "bertanya" tentang identitas mereka, "memeriksa" dokumen mereka dan "menyimpan" salinan dokumen untuk berjaga-jaga. 

"Jangan pekerjakan mereka dulu dan periksa nanti, atau Anda akan menghadapi hukuman berat," kata Lee Wen-ta.

Menurut Undang-Undang Layanan Ketenagakerjaan, mereka yang menjadi perantara orang asing untuk bekerja secara ilegal di Taiwan dapat didenda antara NT$100.000 dan NT$500.000.

Mereka yang melanggar undang-undang untuk mendapatkan keuntungan dapat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun dan denda hingga NT$1,2 juta.

Lee Wen-ta mengimbau masyarakat untuk tidak mempekerjakan atau menjadi perantara pekerja migran ilegal untuk bekerja di Taiwan, guna terhindar dari jeratan pelanggaran hukum.

 

1. Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Kantor Biro Kesehatan Nasional sejak tanggal 1 November 2009 memberlakukan peraturan baru mengenai Undang-Undang Larangan Bahaya Merokok, yang di dalamnya termasuk larangan merokok untuk lokasi kerja dan tempat umum yang terdapat 3 orang atau lebih. Perokok yang melanggar peraturan dapat dikenakan denda sebesar 2,000 dolar Taiwan sampai 10,000 dolar Taiwan. Pintu masuk di lokasi larangan merokok harus ditempel tanda peringatan larangan merokok yang jelas, lokasi yang tidak ditempel tanda larangan merokok dapat dikenakan denda sebesar 10,000 dolar Taiwan sampai 50,000 dolar Taiwan. Apabila tidak jelas tempat tersebut adalah area merokok atau bukan, dapat menghubungi saluran hotline 0800-531-531 untuk mendapatkan informasi, apabila memiliki keinginan untuk berhenti merokok dapat menghubungi saluran hotline 0800-636363 untuk mendapatkan pelayanan konsultasi.

2. Demi melindungi dan menghormati kebebasan hidup hewan, Undang-Undang Perlindungan Hewan menetapkan bahwa siapa saja tidak boleh secara sengaja mengganggu, menganiaya, dan membunuh hewan seperti anjing dan kucing untuk diambil daging dan bulunya, paling berat mendapat hukuman maksimal 1 tahun penjara atau kurungan, untuk pelanggaran lebih dari satu kali akan dikenakan denda sebesar 100,000 dolar Taiwan sampai 1,000,000 dolar Taiwan.

Penyiar

Komentar