History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Di Negeri Rantau 180924: Perluas Pasar Wisata Muslim, 15 Pelaku Usaha di Kaohsiung Dapatkan 20 Sertifikasi Ramah Muslim

  • 18 September, 2024
Di Negeri Rantau - RtiFM Online Rabu

Perluas Pasar Wisata Muslim, 15 Pelaku Usaha di Kaohsiung Dapatkan 20 Sertifikasi Ramah Muslim

Biro Pariwisata Kota Kaohsiung memperluas pasar wisata Muslim yang berjumlah 1,9 miliar orang. Hingga saat ini, sebanyak 15 hotel dan restoran di seluruh kota telah memperoleh 20 sertifikasi ramah Muslim.

Direktur Biro Pariwisata Kota Kaohsiung, Kao Min-lin, mengungkapkan bahwa populasi pemeluk Islam di dunia mencapai sekitar 1,9 miliar orang. Di antara negara-negara New Southbound Policy, Indonesia memiliki 230 juta penduduk Muslim, Malaysia 22 juta, Filipina 6,3 juta, Thailand 4,3 juta, dan Singapura 950 ribu, sehingga merupakan pasar wisata yang layak dikembangkan.

Berdasarkan survei Indeks Wisata Muslim Global (GMTI) 2024, Taiwan menempati peringkat ketiga dalam kategori "destinasi wisata non-Organisasi Kerja Sama Islam", hanya kalah dari Singapura dan Inggris. Hal ini menunjukkan keunggulan Taiwan dalam mempromosikan pariwisata ramah Muslim.

Kao Min-lin mengatakan bahwa pemerintah kota ingin mengunjungi negara-negara New Southbound seperti Malaysia, Singapura, Thailand, untuk berpartisipasi dalam pameran pariwisata lokal dan mengadakan acara promosi wisata, juga terus mempromosikan sertifikasi akomodasi ramah Muslim. Hingga saat ini, 15 pelaku usaha telah mendapatkan 20 sertifikasi ramah Muslim, termasuk Howard Plaza Hotel Kaohsiung, Kaohsiung Marriott Hotel, Han-Hsien International Hotel, Fullon Hotel Kaohsiung, TAI Urban Resort, Chateau de Chine Kaohsiung, Kaohsiung Ahotel, dan Greet Inn, serta 7 restoran lainnya.

Biro Pariwisata Kota Kaohsiung juga merencanakan pengembangan destinasi wisata seperti Area Rekreasi Wisata Neimen, Eye of Gangshan, The Pier2 Art Center, Area Yawan, Qijin, Lotus Pond, dan Kebun Binatang Shoushan, dengan membangun fasilitas ramah Muslim seperti ruang solat dan tempat bersuci. Diharapkan Kaohsiung dapat menjadi kota pilihan utama bagi wisatawan Muslim yang berkunjung ke Taiwan.

Baru-baru ini, pemerintah kota juga mengadakan "Seminar Konseling Sertifikasi Akomodasi Ramah Muslim", yang menarik lebih dari 30 pelaku usaha perhotelan untuk berpartisipasi. Diperkirakan 10 pelaku usaha akomodasi akan dibimbing secara gratis untuk mendapatkan "Sertifikasi Akomodasi Ramah Muslim", serta 5 di antaranya akan dibimbing untuk mendapatkan "Sertifikasi Restoran Ramah Muslim". Selain itu, pemerintah akan memberikan subsidi 50% dari biaya yang diperlukan untuk peningkatan fasilitas seperti ruang akomodasi, ruang makan, dapur, desain menu, dan perbaikan toilet umum, dengan subsidi maksimum sebesar 20.000 NTD per usaha.

Liu Chia-chen, manajer pemasaran Howard Plaza Hotel, menyatakan bahwa melalui seminar tersebut, para pelaku usaha dapat memahami bagaimana menciptakan lingkungan wisata yang ramah Muslim, seperti menyediakan sajadah, penunjuk arah kiblat, jadwal salat di dalam kamar, serta memastikan pengaturan makanan Halal yang aman bagi wisatawan Muslim.

Biro Pariwisata menekankan bahwa Kaohsiung adalah gerbang penting bagi negara-negara New Southbound untuk keluar masuk Taiwan, dengan penerbangan langsung harian ke beberapa kota di Asia Tenggara. Wisatawan yang tiba di Kaohsiung hanya memerlukan 15 hingga 30 menit untuk mengunjungi pusat kota dan tempat wisata populer, termasuk Masjid Kaohsiung, Museum Weiwuying, dan Miming Village, yang menjadi tujuan favorit wisatawan Muslim.

高市觀光局舉辦「穆斯林友善旅宿輔導說明會」。(記者葛祐豪翻攝)

(foto: 葛祐豪)

 

Kompetisi Membaca SmartReading AI oleh 3.300 Siswa dari 15 Negara

National Taiwan University (NTU) bekerja sama dengan Dewan Sains dan Teknologi Nasional (NSTC) untuk menyelenggarakan Kontes SmartReading ke-5, dengan partisipasi dari 3.300 siswa SD dan SMP dari 15 negara. Para siswa peserta menggunakan sistem "SmartReading Adaptive Reading" yang menyesuaikan tingkat kesulitan soal secara real-time dengan bantuan AI, sehingga dapat menilai kemampuan membaca secara akurat.

Wakil Rektor NTU Song Yao-ting (宋曜廷) menjelaskan bahwa selama kompetisi yang berlangsung selama 3 bulan, para peserta menyelesaikan evaluasi terhadap 48.797 buku, termasuk 9.862 buku elektronik, dengan rata-rata membaca 15,1 buku. Kategori yang paling populer adalah "Tumbuhan dan Hewan". Mereka juga menyelesaikan 36.999 ulasan artikel, dengan rata-rata membaca 11,3 artikel, dan "Matematika" menjadi topik yang paling banyak dibaca.

Mei-zhi Zeng, guru matematika dari SMA Fu Jen Sacred Heart di Kota Keelung, menyatakan bahwa dari pengalaman mengajarnya selama bertahun-tahun, peningkatan panjang soal ujian berdampak besar pada kemampuan membaca siswa, yang mempengaruhi pembelajaran di berbagai mata pelajaran. Melalui kompetisi selama 3 bulan yang melibatkan latihan membaca dan meringkas, para siswa kini memiliki struktur yang lebih jelas dalam menulis dan menyampaikan pendapat.

Song Yao-ting juga menyampaikan bahwa kompetisi ini telah diadakan sebanyak 5 kali sejak tahun 2020, dengan kategori peserta mulai dari siswa kelas 3 SD hingga kelas 1 SMA, terbagi menjadi 7 kelompok. Kompetisi dilakukan secara tatap muka dan online, berlangsung selama setengah tahun setiap kompetisi.

Tahun ini, kompetisi diperluas ke luar negeri, melibatkan siswa dari 14 negara, termasuk Korea Selatan, Jepang, Vietnam, Thailand, Kanada, Filipina, Indonesia, Guatemala, India, Spanyol, Amerika Serikat, Jerman, Australia, Italia, dengan total 667 sekolah dan 3.300 peserta, menjadikan jumlah total peserta lebih dari 15.000 orang.

Seorang siswa dari SMP Donghai, Kabupaten Taitung, Liao Zi-xiang, menyatakan bahwa sejak kecil ia sering pergi ke perpustakaan untuk membaca buku. Dalam kompetisi ini, menggunakan tablet dan ponsel untuk membaca e-book terasa lebih praktis karena bisa membaca kapan saja. Seorang siswa kelas 7 dari SMP Chongqing di Kota New Taipei, Chen Yu-ru, mengatakan bahwa saat pertama kali mengikuti kompetisi pada kelas 3 SD, ia memenangkan medali perunggu, dan pada kelas 5 SD, kemampuan membacanya setara dengan siswa kelas 8.

台師大善用AI助國際科普閱讀力競賽,今年共有15國、3300多位中小學生參與。(記者林曉雲攝)

(foto: 林曉雲 LTN)

 

Suka Belai Kucing Liar, PMI Terinfeksi Toksoplasma

Seorang pekerja migran asal Indonesia berusia 26 tahun, sebut saja Ana (nama samaran) di Kabupaten Miaoli, baru-baru ini mengalami penglihatan kabur pada mata kirinya dan muncul bayangan hitam di penglihatannya.

Dia kemudian memeriksakan diri ke dokter spesialis mata di Rumah Sakit Memorial Wei Gong di Kota Toufen. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa penglihatan mata kirinya hanya tersisa 0,2. Setela diperiksa, ternyata dia menderita radang mata yang disebabkan oleh infeksi toxoplasma.

Dokter menemukan bahwa Aba suka bermain dengan kucing, yang menyebabkan infeksi oleh parasit tersebut. Kepala Departemen Retina Rumah Sakit Wei Gong, Dr. Lin Ju-nxian, menjelaskan bahwa toxoplasma adalah sejenis parasit yang paling sering hidup di dalam tubuh hewan dari keluarga kucing. Penyebaran infeksi yang paling umum adalah melalui konsumsi daging babi, sapi, domba, atau sayuran yang terkontaminasi (terutama yang dimakan mentah), atau secara tidak sengaja menelan makanan yang terkontaminasi oleh kotoran kucing yang terinfeksi.

Lin Jun-xian mengatakan bahwa orang yang terinfeksi biasanya tidak menunjukkan gejala, atau hanya mengalami demam ringan, kelelahan, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Namun, pada orang dengan kondisi kekebalan tubuh yang buruk, infeksi yang parah bisa menyebabkan komplikasi berupa meningitis, mata merah, dan kelainan pada retina serta makula, yang dapat menyebabkan risiko kebutaan jika tidak ditangani. Xiao Li, setelah mengetahui sumber infeksinya, menjalani terapi antibiotik untuk toxoplasma, serta menggunakan obat tetes mata, obat oral, dan injeksi antiinflamasi di bola mata. Setelah menjalani perawatan selama satu bulan, penglihatannya meningkat menjadi 0,9. Setelah dilakukan penanganan dan pemantauan selama enam bulan, bayangan hitam di penglihatannya hilang sepenuhnya dan penglihatan pulih menjadi 1,0.

Lin Jun-xian mengingatkan bahwa dengan perubahan kebiasaan makan masyarakat dan semakin populernya kafe kucing dan hewan peliharaan, jumlah kasus infeksi toxoplasma cenderung meningkat. Untuk mencegah infeksi toxoplasma, makanan harus dimasak hingga matang, tangan, pisau, dan talenan yang bersentuhan dengan daging mentah harus dibersihkan dengan baik. Keluarga yang memelihara kucing harus menghindari memberi makan daging mentah atau jeroan kepada kucing mereka, serta melakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan. Selain itu, hindari kontak dengan kucing liar yang asal-usulnya tidak diketahui.

苗栗縣26歲印尼籍移工小莉(化名),因喜歡與貓咪玩耍,進而導致寄生原蟲引發眼睛發炎。圖為為恭醫院視網膜科主任林俊賢看診示意照。(為恭紀念醫院提供)

(foto: RS M

 

KDEI Akan Mengadalkan Layanan Keimigrasian di Tainan Cultural & Creative Park

Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei akan mengadakan layanan keimigrasian dan administrasi kependudukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) di 🇹🇼Tainan Cultural and Creative Park pada 21-22 September 2024. Layanan ini mencakup penggantian paspor yang masa berlakunya habis maksimal 31 Maret 2025, dengan pendaftaran dibuka mulai 4 September hingga 13 September 2024. Untuk penggantian paspor, pemohon diwajibkan membayar sebesar 800 NTD di Bank Changhwa dan melampirkan dokumen seperti paspor lama, ARC, bukti pembayaran, dan formulir permohonan yang dikirim melalui WhatsApp.

Selain penggantian paspor, KDEI juga akan melayani pendataan perpanjangan kontrak bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang telah memiliki Surat Izin Kerja dari Kementerian Ketenagakerjaan Taiwan (MOL) namun belum melaporkannya ke KDEI Taipei. PMI diminta mengecek status mereka di situs BP2MI dan melakukan registrasi online serta membayar BPJS Ketenagakerjaan dan Legalisasi Dokumen sebesar 850 NTD. Pemohon juga diharuskan membawa dokumen seperti Surat Izin Kerja, fotokopi ARC dan paspor, serta bukti pembayaran ke lokasi layanan KDEI.

Tainan Cultural and Creative Park - Wikipedia

(foto: Wikipedia)

 

 

 

 

 

 

 

Penyiar

Komentar