Metro New Taipei Mengumumkan Berbagai Acara di Stasiun Sepanjang LRT Ankeng
Metro New Taipei mengumumkan empat acara dalam ruangan yang akan diadakan di stasiun-stasiun di sepanjang LRT Ankeng.
Menurut siaran pers New Taipei Metro pada Selasa (23 April), acara-acara yang akan diselenggarakan antara lain:
Pasar aneka makanan panggang pada 27 April. Beberapa jenis kue, seperti Kue keju basque, crepes Prancis, dan tiramisu dengan infus anggur akan dijual.
Pasar barang bekas “bos kecil” pada 4 Mei, mempromosikan semangat menghargai berkah dan cinta terhadap barang. Anak-anak akan diizinkan menjadi bos kecil dan menjual barang bekas mereka, kata pihak metro.
Pasar bertema vegetarian pada 25 Mei
Pasar makanan nabati pada tanggal 15 Juni..
Metro New Taipei melaporkan 2 juta penumpang pada tahun 2024. Perusahaan berharap pengunjung dapat ikut serta dalam perayaan tersebut.


(foto: MRT New Taipei via CDNS.com)
Pekerja Migran Asing Melakukan Tabrak Lari, tapi Akhirnya Menyerahkan Diri
Seorang mahasiswa terkena tabrak lari ketika sedang mengendarai sepeda motornya di persimpangan lampu merah Distrik Xitun, Taichung pada tanggal 21 April lalu. Pengendara yang melakukan tabrak lari sempat berhenti selama 30 detik, tapi kemudian memutuskan untuk pergi dari tempat kejadian dan kemudian menyerahkan diri beberapa hari kemudian.
Menurut Biro Kepolisian Keenam Taichung, pada tanggal 21 April sekitar pukul 08:00, terjadi sebuah kecelakaan di persimpangan Taiwan Avenue Section 4 dan Jalan Industri Zona 1. Seorang mahasiswa berusia 20 tahun dari Universitas Olah Raga Taiwan (TSU) bermarga Yang (楊) yang sedang mengendarai motor menjadi korbannya. Ia tertabrak dari sisi kiri ketika sedang melintas lampu hijau, dimana sebuah van berwarna hijau melewati lampu merah dan menabraknya. Pengendara mobil van adalah seorang pria bermarga Chen (陳). Seorang pengendara motor lain mengecek Yang dan memanggil bantuan. Chen sendiri sempat menghentikan kendaraannya selama 30 detik, tapi ia kemudian melarikan diri.
Polisi sempat mengejar Chen dan penumpang di dalam mobil tersebut, tapi Chen kemudian memarkir mobilnya di Jalan Huizhong, Distrik Nantun, Taichung. Keduanya kemudian melarikan diri. Pada tanggal 23 April sekitar pukul 16:00 Chen menyerahkan diri, tahu bahwa dirinya telah menjadi buronan dan target kepolisian.
Setelah penyelidikan, tersangka Chen dan penumpangnya, seorang pria bermarga Mei (梅) diketahui merupakan warga negara Vietnam dan merupakan pekerja migran hilang kontak (ilegal). Chen juga tengah dicari oleh Kejaksaan Taoyuan terkait kasus penipuan dan pencurian. Chen pun kemudian diproses terkait dengan hukum untuk kasus di Taoyuan dan Taichung untuk kasus tabrak larinya, sementara temannya Mei dibawa ke tempat penahanan Tim Khusus Taichung dan diproses sesuai dengan peraturan yang berlaku.

(foto: 記者陳宏睿)
Kementerian Ekonomi Taiwan Pamerkan Teknologi Kendaraan Otonom
Departemen Teknologi Industri Kementerian Ekonomi memamerkan teknologi mobil otonomnya di Taipei International Automobile Electronics Show ke-19 pada hari Rabu (17 April).
Diorganisir oleh Taiwan External Trade Development Council (TAITRA), pameran tersebut juga berlangsung bersamaan dengan Taipei International Auto Parts and Accessories Show (Taipei AMPA) di Taipei Nangang Exhibition Center Hall 1, dilansir dari CNA.
Departemen Teknologi Industri Kementerian Ekonomi bekerja sama dengan produsen, seperti Toyota dan ELAN Microelectronics, mendirikan paviliun Konsorsium Penelitian Otomotif Taiwan (mTARC) untuk memamerkan 18 proyek kendaraan.
Direktur Jenderal Departemen Teknologi Industri Chiu Chiu-hui (邱求慧) mengatakan bahwa industri otomotif global terus berkembang menuju elektrifikasi dan kecerdasan. Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan bahwa pada tahun 2030, 60% kendaraan yang dijual di AS dan Eropa akan menjadi listrik, katanya.
Selain itu, menurut agen riset pasar, diperkirakan bahwa pada tahun 2028, kendaraan dengan kemampuan mengemudi otonom Level 2 atau lebih tinggi akan mendominasi lebih dari 50% pangsa pasar, dengan pasar elektronik otomotif pintar global mencapai US$500 miliar pada tahun 2030, kata Chiu.
Selama empat tahun mendatang, Kementerian Urusan Ekonomi berencana mengalokasikan NT$5 miliar untuk memberikan subsidi kepada bisnis dalam penelitian dan pengembangan teknologi kendaraan listrik dan elektronik kendaraan pintar, tambahnya.

(foto: CNA)
FAKTA UNIK
Pisang Raksasa Ini Jadi Obat Kerinduan WNA di Taiwan akan Kampung Halaman
Institut Penelitian Pisang di Taiwan (Taiwan Banana Research Institute - TBRI) baru-baru ini secara bertahap memanen "pisang tanduk kerbau 牛角蕉", yang ukurannya sebesar lengan depan manusia, kira-kira tiga sampai empat kali lebih besar dari pisang biasa yang dikonsumsi oleh masyarakat umum.
Pisang ini tidak terlalu familiar bagi konsumen lokal, tetapi bagi banyak warga negara Amerika Tengah, Amerika Selatan, dan Asia Tenggara yang tinggal di Taiwan, pisang ini merupakan rasa nostalgia dari kampung halaman yang lezat untuk dimasak. Saking langkanya, pisang ini sudah habis dipesan bahkan sebelum dipanen.
Saat ini, Institut Penelitian Pisang hanya menanam pisang tanduk dalam jumlah kecil dan menjualnya untuk mengobati kerinduan warga Amerika Tengah dan Selatan di Taiwan.
Karena masyarakat Taiwan cukup terbuka dengan masakan dari berbagai daerah, pihak institut berharap bisa mempromosikan pisang ini ke lebih banyak restoran di masa depan, sehingga konsumen dapat mencicipi berbagai hidangan pisang yang unik.
![]()
(foto: 自由時報)
WAWANCARA
Jadi Halal Travel Planner, Fatin Ungkap Tips Menemukan Pekerjaan Impian di Taiwan!
Fathin Nur Aulia Husna, atau yang lebih akrab disapa Fathin adalah seorang wanita muda yang telah membuktikan bahwa mimpi bisa diraih dengan kerja keras dan dedikasi. Lulusan S1 Taiwan Shoufu University ini tidak hanya sukses membangun karir sebagai Halal Travel Planner, tetapi juga aktif berbagi pengetahuan dan pengalamannya melalui platform media sosial sebagai content creator. Kerja kerasnya tidak sia-sia karena kini pengikut Instagramnya telah mencapai 12 ribu orang dan konten-konten yang dibagikannya berhasil membantu banyak orang yang ingin berwisata ke Taiwan.
Dalam sesi wawancara ini, dia akan membagikan tips dalam mencari pekerjaan di Taiwan, khususnya bagi para Muslim. Salah satu poin penting yang dia tekankan adalah pentingnya menguasai bahasa Mandarin, meskipun banyak perusahaan di Taiwan yang menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, penting juga untuk menjalin relasi dengan teman-teman di Taiwan agar lebih mudah mendapatkan rekomendasi pekerjaan.
Tanpa berlama-lama lagi, yuk, kita langsung dengarkan saja cerita Fathin!

(foto: IG Fathin @fathinbasha)
RTI Radio Taiwan International
RTI Radio Taiwan International 
