History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Asam Bongkrek Adalah Biang Keladi dari Insiden Keracunan Makanan?, Kecoak Berkeliaran Bebas di Dapur dan Bahan Makanan Bercampuran Jadi Satu

  • 02 April, 2024
Kedai RTISI
Asam Bongkrek Adalah Biang Keladi dari Insiden Keracunan Makanan?, Kecoak Berkeliaran Bebas di Dapur dan Bahan Makanan Bercampuran Jadi Satu

(Taiwan, ROC) --- Kasus keracunan makanan di Polam Kopitiam kini ditetapkan bahwa penyebabnya adalah asam bongkrek, tetapi dari mana asalnya? Beberapa ahli berpendapat bahwa hal itu mungkin terkait dengan ekskresi kecoak.

Karena pada inspeksi pertama di Polam Kopitiam oleh Biro Kesehatan Kota Taipei, telah ditemukan ekskresi kecoak. 

Profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Nasional Taiwan, Lee Chien-chang (李建璋), menyatakan bahwa ekskresi kecoak mungkin mengandung bakteri "Burkholderia gladioli", dan kondisi lingkungan yang tepat dapat memicu produksi asam bongkrek.

Selain itu, media cetak menyebutkan bahwa penyelidikan oleh polisi dan jaksa menemukan, kepala koki dan koki pengganti tidak melakukan serah terima dengan baik. Penyimpanan kwetiau baru dan lama yang bersamaan tanpa label yang jelas, serta menggunakan produk kedaluwarsa mungkin menjadi penyebab masalah dari keracunan ini.

Kasus keracunan makanan di Polam Kopitiam, dan asam bongkrek diduga menjadi penyebab utama. Dalam penelusuran sumber racun, ditemukan jejak asam bongkrek dalam lingkungan dapur Polam Kopitiam.

Menurut investigasi tim khusus polisi dan jaksa, bahwa manajemen di dapur Polam Kopitiam tidak memiliki SOP jelas. Koki utama bermarga Zhou (周姓) yang sedang yang tengah mengambil cuti liburan panjang, tidak melakukan serah terima dengan baik dengan koki pengganti, yang diduga menjadi celah dalam insiden keracunan makanan kali ini.

Setelah melakukan survei di pasar, ditemukan bahwa kwetiau mentah dikemas dalam kantong plastik transparan. Sedangkan kwetiau mentah yang dibeli Polam Kopitiam, diduga diangkut ke toko dengan menggunakan sepeda motor.

Apakah tidak disimpan dengan baik menjadi salah satu kunci dari keracunan kali ini? Ditambah tidak ada label tanggal kedatangan dan kedaluwarsa antara kwetiau baru dengan yang lama, keduanya dicampur menjadi satu.

Beberapa ahli menduga hal ini mungkin terkait dengan ekskresi kecoak. Asam bongkrek utamanya disebabkan oleh bakteri "Burkholderia gladioli". Bakteri ini ada dalam usus kecoak sebagai bakteri efektif. Pada inspeksi lokasi Polam Kopitiam seminggu sebelumnya, ditemukan ekskresi kecoak.

Lingkungan untuk produksi asam bongkrek memerlukan media seperti pati dan kelapa untuk tumbuh. Suhunya juga harus berada di lingkungan netral antara 22C hingga 33C.

Pada tahun 2018, Tiongkok juga dilaporkan terjadi hal serupa, yakni ditemukan bakteri "Burkholderia gladioli" di dalam produk kwetiau. Dan otoritas setempat mencoba untuk menelusuri hingga ke pihak pemasok, walau akhirnya tidak berhasil menemukan sumbernya.

Itulah mengapa beberapa pakar mengimbau, jika tidak menemukan sumbernya di hulu, maka bisa mencoba melacak di hilir.

Saat ini, sumber asam bongkrek belum ditemukan pada sumber bahan-bahan makanan yang ada. Sekarang, masalah dalam Polam Kopitiam muncul satu per satu. Instansi terkait berupaya menemukan penyebab utama keracunan makanan.


 

Penyiar

Komentar