(Taiwan, ROC) --- Cuaca stabil dengan langit cerah hingga berawan akan berakhir pada Jumat hari ini (19/1), di mana hawa dingin akan mulai menyelimuti beberapa wilayah Taiwan.
Di wilayah yang menghadap angin dari Chiayi ke utara, hujan diperkirakan akan turun terlebih dahulu.
Pada hari Minggu (21/1), cuaca akan menjadi lebih dingin karena pengaruh gelombang udara dingin. Ditjen Klimatologi Sentral (CWA) memperkirakan bahwa pada Senin (22/1) dan Selasa (23/1), cuaca akan menjadi lembap dan dingin, dengan suhu rendah di Taipei bisa mencapai 7C.
Pada Senin malam hari (22/1) dan sepanjang hari Selasa (23/1), di pegunungan yang berada di ketinggian lebih dari 1000 meter di utara Taiwan, dan kawasan dengan ketinggian lebih dari 2500 meter di sentral Taiwan, ada kemungkinan terjadinya turun salju.
Gelombang udara dingin yang datang kali ini diprediksi akan mempengaruhi banyak kawasan Taiwan semenjak hari Minggu (21/1) hingga Rabu (24/1). Warga yang rentan terhadap udara dingin diminta harus memberikan perhatian khusus.
Kawasan Erziping, Yangmingshan, yang terletak 10 km dari pusat kota Taipei, sangat jarang bisa turun salju, yang menciptakan pemandangan indah menakjubkan. Ini adalah panorama tiga tahun yang lalu, yaitu salju turun di Yangmingshan, yang merupakan fenomena langka.
Suhu di kala itu berkisar antara 0C hingga 1C, dengan kelembaban mencapai 87%, yang mana adalah kondisi sempurna untuk salju. Apakah dengan datangnya gelombang hawa dingin pada pekan mendatang akan membuka kesempatan untuk menyaksikan pemandangan salju yang indah lagi?
Staf CWA, Kuan Shin-ping (官欣平) mengatakan, “Pada 22 dan 23 Januari, area hujan di selatan Tiongkok akan berdampak pada cuaca. Pada saat yang sama, suhu udara juga akan sangat rendah, sehingga kondisi untuk turun salju akan sedikit mendukung. Mulai malam hari tanggal 22, di pegunungan utara pada ketinggian 1000 hingga 1500 meter, untuk ketinggian 1000 meter, terutama di Yangmingshan. Pada tanggal 23 di ketinggian 2500 hingga 3000 meter. Jadi, kisarannya sekitar itu.”
Doktor Ilmu Atmosfer dari Universitas Nasional Taiwan, Lin De-en (林得恩), menunjukkan bahwa kemungkinan turun salju di Yangmingshan kali ini lebih dari 75%. Pada Senin malam (22/1), kemungkinannya akan semakin tinggi, terutama di pegunungan yang berada di ketinggian lebih dari 1000 meter di bagian utara Taiwan, termasuk Lalashan dan Taipingshan.
Bahkan karena ketinggian yang lebih tinggi, dua tempat ini memiliki peluang lebih tinggi untuk turun salju dibandingkan Yangmingshan. Di bagian sentral Taiwan, Hehuanshan dan Yushan, waktu turun salju sedikit lebih lambat, diperkirakan baru akan turun pada sepanjang hari Selasa (23/1).
Staf CWA, Kuan Shin-ping mengatakan, “Waktu paling dingin, paling berpengaruh, dan paling jelas adalah pada tanggal 23 dan 24 Januari, baik di bagian utara, tengah, selatan, maupun timur, suhu akan sangat rendah (dingin). Di utara Taiwan, area Taipei, suhu diperkirakan mencapai 7C hingga 9C. Tentu saja, di area yang lebih terbuka, suhu bisa semakin turun , sekitar 1C.”
Pengaruh gelombang hawa dingin selama lima hari ini disebabkan oleh tekanan tinggi hangat di lintang tengah yang memadatkan udara dingin ke atas. Udara dingin ini bergerak ke selatan bersama aliran udara, dengan posisi yang tepat berada di atas Taiwan, menyebabkan aliran hawa dingin yang berkelanjutan mempengaruhi Taiwan. Sehingga periode dingin kali menjadi lebih panjang. Pakar cuaca di Taiwan, Wu Der-romg (吳德榮) menjelaskan bahwa ini adalah apa yang disebut "Gelombang Hawa Dingin yang Lambat".
Pada hari Senin (22/1) dan Selasa (23/1) yang akan datang, cuaca akan menjadi lembap dan dingin. Suhu yang terasa di badan di kawasan Taipei diperkirakan akan berada di bawah 7C.
Gelombang udara dingin terkuat musim dingin akan segera tiba, diingatkan kepada khalayak luas untuk mempersiapkan tindakan pencegahan, terutama menjaga kehangatan tubuh dengan sebaik mungkin.






