History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Reporter Muda Ep.15 -Usungan Anak Remaja Tentang Kebijakan Pemerintah Semakin Beragam, Dewasa, Menarik Perhatian Lintas Selat

  • 20 December, 2023
Reporter Muda
(foto: kids.twreporter.org)

Mulai dari izin libur untuk kesehatan mental, pelestarian bahasa hingga keamanan nasional – usungan anak remaja terhadap politik semakin beragam, dewasa, juga menjadi target pendekatan dari RRT.

Taiwan mempromosikan “perwakilan anak remaja” ikut dalam kebijakan pemerintahan telah berjalan 10 tahun lamanya, topik usungan dari perwakilan anak remaja secara bertahap semakin beragam, sebagian usungan mereka juga diadopsi pemerintah dijadikan sebagai kebijakan pemerintahan. Adanya partisipasi anak remaja ikut bersuara, membuat proses pengambilan putusan kebijakan pemerintah mengalami perubahan. Wakil anak-remaja yang berpengalaman ikut serta dalam perpolitikan ini, tidak hanya menjadi gudang SDM masa depan Taiwan untuk urusan publik, bahkan juga menjadi target pertukaran generasi muda yang difokuskan oleh RRT untuk pembahasan pertukaran lintas selat tahun ini (2023).

 

Beberapa tahun terakhir ini, ketika mengamati topik usungan dari perwakilan anak remaja, dari kualitas usungan, tata penyampaian, semua mengalami kemajuan yang signifikan, ada beberapa usungan dari perwakilan anak remaja mampu menghubungkan lokasi setempat dengan sekolahnya, komunitas masyarakat menjadi satu rantai perkembangan urusan publik yang penting. Tidak sedikit usungan yang menarik perhatian masyarakat, selain itu secara nyata menciptakan perubahan kebijakan, misalkan usungan “izin libur untuk kesehatan mental” dan usungan “saluran pengaduan untuk permasalahan sekolah” menjadi serangan yang sukses.

 

Serangan yang sukses : Promosi Cuti Kesehatan Mental, Perbaikan Sekolah Tersedia Saluran Pengaduan

Masalah kesehatan mental siswa Taiwan semakin mendapat perhatian, dan semakin banyak siswa SD dan SMP membutuhkan layanan konseling psikologis. Perwakilan anak remaja Kota Tainan Liang Chaoxun (梁朝勛) mengusulkan gagasan "libur kesehatan mental" untuk sekolah di sekolah di bawah SMA yang disampaikan kepada sidang pertemuan konsultasi hak anak pemerintah kota pada tahun 2021, saat itu Liang masih duduk di bangku SMP Tainan kelas II, kemudian pada tahun 2022, bersama beberapa anak remaja dari perwakilan pusat mengusung topik ini kepada tim kerja promosi kesejahteraan dan hak (kelompok kerja hak anak-anak Yuan Eksekutif), dan dinilai perlu dipelajari oleh Kementerian Pendidikan untuk standar pemberian izin libur.

 

Perwakilan anak-anak dan remaja yang mengajukan usungan tersebut menyatakan bahwa sejak masa kanak-kanak hingga dewasa, mereka telah melihat ada teman yang mengalami depresi jangka panjang dan melukai diri sendiri, dikarenakan mendapat labeling, stigma yang menjadi beban masalah mental baginya, tidak tahu kemana harus mencari bantuan, bahkan izin liburpun menjadi kendala.

 

Perwakilan anak dan remaja merencanakan untuk mengajukan usungan libur untuk masalah kesehatan mental, yang bisa dipergunakan oleh siswa yang bermasalah dengan mentalnya, akan tetapi bagi siswa yang kondisi ini tidak terlalu parah hingga harus berobat ke psikiater, izin libur tidak perlu melampirkan surat keterangan dokter, jika dibandingkan dengan izin sakit, izin datang haid, tidak menjadi poin pengurangan untuk kehadiran siswa dalam kelas, yang bisa memengaruhi prestasi akademik, untuk menjaga kerahasiaan pribadi, maka menganjurkan siswa mengajukan izin melalui sistem online pengajuan izin libur yang tersedia.

 

Usungan ini mendapat banyak tanggapan, dan beberapa perwakilan anak remaja juga mengungkapkan kebutuhan serupa pada pertemuan konsultasi hak-hak anak di berbagai kabupaten dan kota. Eksekutif Yuan dan Kementerian Pendidikan telah menyatakan dukungannya. Mulai tahun 2023, banyak universitas dan lembaga akademik akan mulai menerapkan izin libur untuk kesehatan mental. Kementerian Pendidikan berencana untuk juga menerapkannya pada sekolah-sekolah di bawah SMA di masa depan.

 

Selain itu, perwakilan anak-anak dan remaja telah mengajukan banyak usulan agar ada perbaikan dari pihak sekolah dalam menangani kejadian di sekolah dan penerapan pengaduan. Perwakilan anak remaja mengumpulkan banyak kejadian nyata, membuat klarifikasi bahwa ada banyak kendala dalam proses pengaduan, instansi terkait akan melakukan inspeksi celah kebijakan, pada akhirnya, UU pendidikan nasional yang ditetapkan pada Juni 2023, akan memperkuat bantuan untuk melindungi hak siswa, mencakup wali hukum siswa atau pengasuh sebenarnya dapat membantu siswa membuat pengaduan, jika tidak puas terhadap penanganan atas pengaduan terhadap sekolah, maka dapat mengadu lagi ke otoritas berwewenang.

 

Permasalahan yang diangkat oleh perwakilan anak remaja diantaranya seperti tingkat bunuh diri yang terjadi pada anak-anak, cyberbulling (perundungan melalui online), konflik anak dengan permasalahan hukum. Sudah banyak usungan yang disempaikan untuk diputuskan setelah didiskusikan, hingga saat ini oleh otoritas terkait menyatakan “diambil alih” atau “ dipelajari”.

Permasalahan yang diangkat oleh perwakilan anak dan anak juga mencakup angka bunuh diri anak, cyberbullying, serta penempatan dan keterkaitan anak yang berkonflik dengan hukum. Sebagian besar usulan dibahas dan diselesaikan oleh pemerintah pusat, dan saat ini “dikelola” atau “dipertimbangkan” oleh departemen terkait.

Kejadian Tak Terduga : Usungan Pertahanan Nasional Berbalik Haluan

 

Akan tetapi, banyak usungan tidak dapat diselesaikan dalam waktu semalam, meskipun beberapa usungan menarik perhatian cukup tinggi, bahkan secara tak terduga menjadi topik yang menghebohkan, semua ini menguji kegigihan dan ketahanan bagi perwakilan anak remaja dalam menghadapi tekanan.

 

Perwakilan anak remaja kota Taipei Huang Pei-qi(黃佩琪), sedang mekanisme perlindungan dan konseling bagi anak-anak yang mendapat perlakuan pelecehan seksual, serta bagaimana agar pulih kembali dan bersekolah seperti sedia kala. Meskipun usungan ini tidak diloloskan, kemudian oleh perwakilan anak remaja lainnya mengajukan hal ini ke komite peningkatan kesejahteraan dan hak anak remaja di bawah kementerian kesehatan dan kesejahteraan (disingkat sebagai tim hak anak MOHW), juga akan terus berlanjut memantau topik serupa, untuk ditangani lebih lanjut.

 

Setelah invasi Rusia ke Ukraina, menyaksikan jutaan anak-anak Ukraina yang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi akibat perang, Jiang Yu-ting (江瑜庭) siswa SMA Yujen Taitung dan Chen Ming-qian(陳名謙) siswa Sacred Hearts High School di kabupaten Yunlin, mengusung peningkatan keamanan di lingkungan SD dan SMP , usungan mereka disampaikan kepada tim hak anak Yuan Eksekutif pada Oktober 2022. Selain itu, mengajukan pandangan bahwa anak remaja semestinya belajar tindakan pencegahan bencana yang dilakukan lebih maksimal, atau terlibat dalam penyelamatan bencana, termasuk bagaimana mengevakuasi siswa jika ada serangan udara selama jam sekolah? Bagaimana merencanakan jalur evakuasi? Langkah-langkah ini juga harus melibatkan anak-anak dalam diskusi.

 

usungan tersebut diterima oleh Kementerian Pertahanan Nasional dan memperbolehkan anak-anak untuk berpartisipasi dalam diskusi tersebut. Namun, hal tersebut secara tidak terduga menimbulkan kontroversi. Beberapa politisi oposisi mengkritiknya sebagai "melatih tentara anak untuk berperang di medan perang" dan meragukan keabsahan dari perwakilan anak remaja yang ikut berpartisipasi. Setelah pemberitaan media, ada netizen dengan nama akun Rousou「肉搜」meninggalkan kritikan dan amarah pada kolom komentar medsos sekolah.

 

Pengusung isu ini, Jiang Yu-ting (江瑜庭) merasa sedih, dan hampir frustasi mendengar komentar seperti itu, “Demi tujuan politik pemilu dan mendapatkan publisitas, isi usungan kami sengaja didiskreditkan. Banyak media mengutip berita yang disalahartikan, tanpa verifikasi apa pun." Perwakilan anak-remaja berusaha sekuat tenaga mengadakan konferensi pers bertujuan untuk memberikan penjelasan konten usangan mereka sekali lagi.

 

Berawal dari Diri Sendiri: Promosi Materi Pembelajaran “Dialek Kinmen”, Upayakan E-Book Untuk Siswa Tunanetra

 

Adapun usungan yang diajukan oleh perwakilan anak-remaja di berbagai kabupaten-kota di pemerintah daerah saat ini sebagian besar berkaitan dengan kehidupan sekolah, misalnya usulan yang diajukan oleh perwakilan anak -remaja di Kota Kaohsiung beberapa tahun terakhir ini antara lain penerapan bebas memilih ikut bimbingan sekolah usai sekolah, penyatuan hasil ujian tahapan dan ujian tambahan, penyesuaian format siswa teladan sekolah, permintaan melibatkan anak remaja dalam perencanaan gedung olahraga kota Kaoshiung, memperbaiki hak kepentingan kerja paruh waktu bagi remaja kota Kaoshiung dan lainnya.

 

Lebih lebih spesial adalah perwakilan anak remaja kabupaten Kinmen, usungan Tzai Chi-ye(蔡其曄) bermaksud melestarikan dialek Kinmen dan memberikan masukan kepada pemerintah kabupaten Kinmen, guna menghindari pendidikan SMA, SMK Kinmen ketinggalan dari SMA Taiwan kabupaten kota lainnya, maka lebih aktif mengajukan kepada Kementerian Pendidikan, Kementerian Kebudayaan dan berkomunikasi dengan instansi terkait, untuk memperlonggar standar sertifikasi guru di wilayah Kinmen, dan juga memungkinkan kelancaran pembukaan kursus bahasa lokal "dialek Kinmen" untuk sekolah menengah kejuruan.  

 

Perwakilan lain dari anak-anak dan remaja Kota Taipei, Li Jiaying (李嘉瑩), seorang siswa SMA yang belajar otodidak di rumah, kala kecil orang tua bercerai, kemudian menjadi anak dalam keluarga pernikahan sesama jenis, mengalami banyak penderitaan batin dan tikungan, kebetulan sang ibu yang bekerja sebagai konsultan psikologis, mendorongnya untuk menjadi perwakilan anak remaja, membuat prakarsa agar pemerintah mementingkan permasalahan sumber daya untuk bimbingan psikologis siswa yang masih belum memadai. Maka dari itu, ia mengajukan kepada pemerintah, berharap agar pusat pengembangan pendidikan kreatif pemerintah kota Taipei menyediakan ruang bimbingan belajar bagi siswa homeschooling.

 

Penerus Politik dan Pemrakarsa, RRT Aktif Melakukan Pendekatan

 

Setelah menjalani pelatihan praktis dalam menyampaikan pendapat dan usangan mereka, perwakilan anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi gudang SDM masa depan yang sangat potensial untuk inisiatif sosial dan urusan publik di Taiwan, namun bahkan telah menjadi sasaran “manajemen” dan “pendekatan” aktif dari RRT.

 

Setelah pembatasan pandemi COVID-19 dibuka, RRT menetapkan tahun ini sebagai “pertukaran akbar”, berbagai jenis pertukaran sesi musim panas difokuskan pada generasi Taiwan yang menjadi kelompok pemula, cakupan diperluas hingga ke perwakilan anak-remaja Taiwan.

 

Masih ada perwakilan anak remaja yang melakukan perjalanan lintas selat, bermaksud menjalin koneksi dan mencari sumber daya untuk memprakarsai usungan anak dan remaja, kemudian pada tanggal 1 November tahun ini (2023) membentuk “Asosiasi Anak – Remaja Chunghwa” yang telah memiliki 30 anggota yang terdiri dari generasi muda Taiwan yang berada di selat seberang.

 

Perintis Asosiasi Anak Remaja Chunghwa 鄭胤宏 (Cheng Yun-hong) , pernah menjabat sebagai perwakilan anak remaja kota Taipei dan penasihat remaja Ditjen Pendidikan Kemendik, melalui penyeleksian khusus mengeyam pendidikan program sarjana di Universitas Tsinghua, saat ini sudah semester ke-6. Cheng memberikan Reporter Muda , program kerja Asosiasi Anak Remaja Chunghwa memiliki 3 sasaran yaitu: mempromosikan pertukaran lintas selat, menjamin hak anak -remaja, mempromosikan partisipasi anak remaja dalam urusan publik.

 

Cheng mengatakan, termasuk dirinya ,banyak anggota kini menjadi peserta tetap dalam pertukaran lintas selat, pada tahun ini ikut serta dalam “Forum Selat” yang diadakan di Hsiamen, pertukaran ekonomi budaya dalam “Pekan Zhongqing Taiwan” dan lainnya, ada peserta perorangan maupun asosiasi, semua mewakili generasi Taiwan ikut berpartisipasi, asosiasi tidak menerima sumbangan dana dari partai politik manapun, kegiatan mereka tidak ada hubungannya dengan politik, murni ingin mempromosikan pertukaran lintas selat dan perkembangan damai dari sudut pandang para generasi muda.

 

Selama Cheng menjabat sebagai penasihat Ditjen Pendidikan, pernah mengusung lebih dari 30 topik nusulan, mencakup perbaikan standar evaluasi untuk SD dan SMP dan memberikan masukan pengurangan ujian sekolah, ia mengatakan, “SD kelas 1 ujian tahapan sebanyak 3 kali, apakah perlu sebanyak itu?” Ia juga mengemukakan, RRT pada tahun 2021 mempromosikan kebijakan pendidikan yang disebut “reduksi ganda”, melarang ujian tertulis untuk SD kelas 1, kelas 2 ; SD kelas 3 hingga SMP kelas 3 selama 1 semester hanya ujian akhir semester 1 kali, melarang sekolah menerapkan simulasi ujian gabungan dan lainnya yang bertujuan mengurangi beban ujian kepada siswa, Ia beranggapan dalam hal ini, apa yang dilakukan RRT lebih baik daripada Taiwan.

 

Faktanya, RRT menandatangani Konvensi PBB tentang Hak Anak (The Convention on the Rights of Children ,CRC) dan secara resmi menjadi negara yang terlibat pada tahun 1990, jauh mengungguli Taiwan. Namun, status kepatuhan Tiongkok terakhir ditinjau oleh Komite Hak Anak PBB pada tahun 2013 menunjukkan bahwa masih banyak masalah yang terjadi.

 

Menurut laporan tinjauan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada saat itu, alokasi anggaran dan pendanaan pemerintah RRT untuk program perkembangan anak nasional tidak mencukupi, dan pemerintah terus mengancam, melecehkan, mengancam, dan menangkap para pembangkang dan organisasi non-pemerintah, sehingga melanggar hak asasi manusia, kondisi pemberitaan dari pembela HAM dan jurnalis terkait hak anak RRT masih terbatas, data statistik yang diberikan tidak dapat diandalkan dan meminta ada perbaikan dari pihak RRT. Apakah sudah ada kemajuan hingga saat ini, masih perlu menunggu beberapa tahun untuk peninjauan yang lebih transparan baru aka nada hasil yang lebih jelas.

 

"Reporter Muda" bertanya tentang promosi pertukaran lintas Selat, apakah hal ini akan menimbulkan bias terhadap pengakuan RRT, atau terserap oleh RRT dan berpihak kepada RRT? Cheng Yin-hong mengatakan, ada banyak keunggulan Taiwan, selama pertukaran , “Taiwan semestinya lebih percaya diri, SDM Taiwan tidak akan direbut orang lain.”

Penyiar

Komentar