History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 081223: Inilah Alasan Bos di Taiwan Tak Mau Rekrut Karyawan yang Terlalu Cerdas

  • 08 December, 2023
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

PMI Dijatuhi Hukuman 2 Tahun Penjara Akibat Siksa Bayi Majikan, Mengaku Diperlakukan Seperti Robot

Wanita asal Indonesia bernama Atik (nama samaran) dipekerjakan pada bulan Maret 2023 untuk merawat sepasang anak kembar laki2 dan perempuan di Distrik Longtan, Kota Taoyuan. Namun, ibu dari anak kembar tersebut menuduh Atik di Facebook, bahwa Atik memukul bayi laki-laki berusia kurang dari 1 tahun saat memandikannya, yang menyebabkan bayi laki-laki tersebut mengalami memar di berbagai tempat.

Kejaksaan Negeri Taoyuan menuntut Atik atas tuduhan percobaan pembunuhan, tetapi Atik membela diri dengan mengatakan bahwa dia adalah pembantu rumah tangga, tetapi diperlakukan seperti mesin. Selain merawat anak kembar, dia juga harus melakukan banyak pekerjaan rumah tangga. Dia kehilangan kendali atas emosinya dan akhirnya memukul anak majikannya untuk melampiaskan kekesalannya.

Setelah diadili oleh Pengadilan Negeri Taoyuan, dakwaan akhirnya diubah. Pengadilan berpendapat bahwa Atik tidak memiliki motif atau niat untuk membunuh bayi tersebut. Atik akhirnya dihukum 2 tahun 2 bulan penjara atas tuduhan penganiayaan anak oleh orang dewasa, dan dapat mengajukan banding.

Menurut informasi, selain sepasang anak kembar, majikan Atik (27 tahun) juga memiliki dua anak kembar perempuan lainnya yang sudah berusia 2 tahun. Selain merawat 2 anak kembar bungsu, Atik juga harus membantu pekerjaan rumah tangga.

Pada tanggal 25 Maret 2023, ibu tersebut membawa saudara kembar perempuan keluar rumah dan mengintip rekaman kamera pengawas. Dia tidak sengaja melihat Atik bertindak kasar saat memandikan anak kembarnya.

Dia kemudian memutar ulang kamera pengawas dan menemukan bahwa pada tanggal 22 hingga 24 Maret, bayi laki-laki menangis saat mandi. Namun, bukannya menenangkannya, Atik malah memukul kepalanya, bahkan menekan kepalanya di dalam air sampai dia kesulitan bernapas dan menangis. Atik kemudian memegang lengan si bayi laki-laki dengan satu tangan dan menariknya ke atas, lalu menggendongnya keluar kamar mandi. Akibatnya, anak laki-laki itu mengalami memar di telinga dan di beberapa bagian tubuhnya. Ibunya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke kantor polisi tanggal 26 Maret pukul 1 dini hari.

Sang ibu mengatakan, dia sangat terpukul dan marah setelah melihat rekaman video tersebut. Dia tidak menyangka bahwa pengasuh yang dipercayanya akan menganiaya anaknya. Dia ingin menuntut keadilan untuk anaknya dan berharap kejadian ini tidak terjadi lagi di masa depan.

Saat diinterogasi, Atik mengatakan bahwa dia dipekerjakan untuk merawat bayi, tetapi majikannya juga memintanya untuk membersihkan rumah dan mengurus anjing. Dia mengaku telah diperlakukan seperti robot dan tidak boleh istirahat sehingga ia stress dan melakukan perbuatan tersebut. Dia menekankan bahwa dia tidak pernah memukul bayi laki-laki saat bermain dengannya, dan hanya memukulnya saat itu karena si bayi terus menangis.

(foto: Canva)

Gaji NT$ 40 Ribu untuk Lulusan Teknik Baru, Warganet Taiwan Berkomentar Pedas

Generasi muda di Taiwan kini menghadapi dilema dengan gaji rendah dan tingginya harga rumah. Sebagian besar dari mereka pun berharap untuk mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Baru-baru ini, seorang insinyur yang baru bekerja selama lebih dari 1 tahun memposting di forum online. Gaji bulanannya saat ini berkisar NT$ 40.000. Apakah menurut teman-teman gaji NT$40.000 termasuk banyak atau sedikit? Dengarkan pendapat warganet Taiwan di acara Pekan Interaktif hari ini!

(foto: Canva)

FAKTA UNIK

Asal-usul Alkaline Ion Water
Air alkali ion laut Taiwan terasa berasal dari laut. Air yang dikemas dalam botol berwarna biru ini tersebut diambil dari Laut Selat Taiwan, tepatnya 1580 meter di belakang Pabrik Garam Halus Taiwan Salt di Miaoli, dengan kedalaman 12 meter.

Air yang digunakan oleh pabrik garam halus Taiwan Salt untuk membuat berbagai produk berasal dari laut di lokasi tersebut. Setelah melalui serangkaian proses seperti penyaringan pasir, pemurnian, perebusan, dan proses lainnya, baru lah terbentuk Air Alkali Ion Laut ini yang meski terlihat sederhana, sebenarnya memiliki proses pembuatan yang cukup kompleks.

(foto: momo)

 

Inilah Alasan Bos di Taiwan Tak Mau Rekrut Karyawan yang Terlalu Cerdas

Baru-baru ini, seorang Warganet mengunggah postingan di platform media sosial lokal Taiwan, menuliskan bahwa ia bertanggung jawab mengemban divisi personalia di salah satu perusahaan berskala menengah. Dirinya memiliki tugas untuk merekrut dan menyeleksi karyawan baru. Ia tentunya selalu berusaha mencari kandidat terbaik untuk dipekerjakan, tetapi sang bos malah memintanya untuk tidak memilih mereka yang terlalu berprestasi (pintar).

Kenapa kebanyakan bos ogah merekrut karyawan yang terlalu cerdas? Simak jawabannya di acara Pekan Interaktif hari ini!

(foto: Canva)

Penyiar

Komentar