History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 031123 : Tinggalkan Pekerjaan Demi Kejar Gelar S3 di Taiwan

  • 03 November, 2023
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Jakarta Taipei School Gelar Acara Hari Budaya Internasional

Setiap tahun pada tanggal 24 Oktober, dunia merayakan Hari Budaya Internasional, sebuah momen yang mempersatukan berbagai kalangan masyarakat untuk saling mengenal budaya masing-masing, meningkatkan toleransi, peduli lingkungan, menghormati kehidupan, dan untuk membuat dunia menjadi lebih baik.

Jakarta Taipei School mengadakan acara "Hari Budaya Internasional" setiap dua tahun sekali sejak tahun 2014. Mereka berharap agar anak-anak mengenal banyak negara selain Indonesia, memahami konsep "Bumi sebagai Satu Keluarga" dan "Keanekaragaman Budaya yang Luar Biasa", dengan mengajak anak-anak untuk mempelajari bendera negara, bahasa, dan pakaian tradisional dari berbagai negara. Melalui hal ini, anak-anak diharapkan dapat merasakan keindahan dan makna dari setiap budaya.

(foto: https://www.roc-taiwan.org/)

MAFINDO Datang ke Taiwan untuk Berbagi Cara Mencegah Penipuan

Dengan kedatangan era digital, banyak warga Indonesia menggunakan internet untuk mendapatkan informasi. Namun, penipuan daring yang mengikutinya juga menjadi ancaman potensial. Untuk itu, organisasi verifikasi dari Indonesia, "Mafindo", khusus datang ke Taiwan untuk berbagi pengalaman dalam memerangi penipuan.

CEO dari organisasi verifikasi "MAFINDO" mengatakan bahwa seminar kali ini adalah salah satu program kerjasama lintas negara antara Pusat Fakta Pemeriksa Taiwan, Asosiasi Saudari Nanyang Taiwan, dan organisasi verifikasi fakta dari Indonesia "MAFINDO". Harapannya adalah untuk berbagi dengan komunitas Indonesia di Taiwan tentang bagaimana mencegah penipuan dan memperkuat keamanan daring di era teknologi digital. Mengingat pekerja migran Indonesia mungkin tidak bisa hadir dalam acara fisik karena pekerjaan, seminar juga disajikan dalam dua format, online dan offline, agar semua orang dapat berpartisipasi.

Pada seminar tersebut, organisasi verifikasi dari Indonesia membuka dengan video menarik yang menampilkan trik yang sering digunakan oleh sindikat penipuan, termasuk berpura-pura sebagai staf bank, menelepon korban, dan mengklaim bahwa rekening bank korban telah dibekukan. Kemudian, mereka meminta korban untuk memberikan nomor kartu bank dan kode keamanan ponsel untuk serangkaian kegiatan penipuan. Selain metode ini, organisasi juga menyarankan semua orang untuk tidak dengan mudah mengungkapkan informasi pribadi di media sosial, seperti tanggal lahir, foto dengan teman di depan rumah, dan nomor identitas di sertifikat kelulusan. Kebocoran informasi pribadi ini dapat dimanfaatkan oleh pelaku kriminal untuk penipuan.

Selain seminar pencegahan penipuan, CEO "MAFINDO" juga memanfaatkan kesempatan kunjungannya ke Taiwan untuk merekam podcast berbahasa Indonesia bersama anggota dari Asosiasi Pemancing Indonesia di Donggang (FOSPI), yang telah lama berjuang untuk kampanye WiFi bagi pekerja nelayan, saling berbagi dan berdiskusi tentang tantangan yang dihadapi pekerja nelayan di Taiwan dan tantangan verifikasi fakta.

sumber berita : 
https://news.immigration.gov.tw/NewsSection/Index/1?lang=IN&page=1

 

REYNER :  Tinggalkan Pekerjaan Demi Kejar Gelar S3 di Taiwan

Reyner adalah seorang mahasiswa doktoral di Chung Yuan Christian University, Taiwan. Sebelum memulai perjalanan akademisnya di Taiwan, Reyner bekerja sebagai auditor independen yang telah bekerja sama dengan berbagai perusahaan. Di saat teman-teman sebayanya kebanyakan memilih untuk fokus bekerja dan tidak melanjutkan studi, Reyner justru mengambil langkah "nekat", yaitu meninggalkan pekerjaannya dan mendaftar kuliah di Taiwan. Ini merupakan pertama kalinya dia merantau dan hidup jauh dari keluarganya.

Saat ditanya mengenai alasannya memilih Taiwan, Reyner bercerita kalau dulu dia pernah ikut program summer camp di Taiwan. Saat itulah dia jatuh cinta dengan bahasa Mandarin dan merasa nyaman dengan sistem pendidikan di Taiwan. Itulah sebabnya dia memutuskan meninggalkan pekerjaannya untuk mengambil setiap peluang yang ada, karena dia ingin hidup tanpa penyesalan.

Berkat kegigihannya, Reyner berhasil mendapat beasiswa penuh. Dia yakin bahwa pendidikan doktoral akan menjadi investasi yang berharga bagi masa depannya. Berbekal semangat belajar yang membara, Reyner siap menghadapi tantangan dan memperluas wawasannya dalam dunia akademis. Simak kisah lengkap Reyner di acara Pekan Interaktif hari ini, ya!

(foto: FB Reyner)

Penyiar

Komentar