(Taiwan, ROC) --- Polemik telur ayam impor menjadi perhatian banyak kalangan di Taiwan belakangan ini. Bahkan ada seorang Youtuber bernama Lin bay (Lin bay好油) mengungkap beberapa fakta ke tengah masyarakat.
Pemilik akun tersebut baru-baru ini mengungkapkan bahwa keluarganya menerima ancaman. Bahkan, email mereka disalahgunakan untuk mengirim surat ancaman bom ke sejumlah instansi pemerintah.
Bahkan Istana Kepresidenan pun menjadi korban dari insiden tersebut. Rabu kemarin (27/9), pihak Istana membenarkan telah menerima surat ancaman dan telah melaporkannya ke polisi.
Lembaga lain seperti Kementerian Kehakiman dan Kantor Kejaksaan juga mengaku menerima surat serupa. Saat ini, tokoh media senior Huang Yang-ming (黃揚明) dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kaohsiung, Kao Min-lin (高閔琳), juga mengklaim bahwa email mereka telah disalahgunakan untuk mengirim banyak surat ancaman.
Menanggapi hal ini, Menteri Kehakiman, Tsai Ching-hsiang (蔡清祥), menyatakan bahwa mereka tidak akan menangani kasus secara individu. Penyelidikan terkait akan dilakukan oleh tim investigasi yang bersangkutan.
Istana Kepresidenan menerima sebuah surat pada tanggal 26 September 2023, sekitar pukul 08.30 pagi. Surat tersebut ditujukan kepada Presiden Tsai Ing-wen (蔡英文) dengan subjek yang mengklaim telah memasang bom di Istana Kepresidenan.
Setelah membaca subjek tersebut, surat itu mengungkapkan bahwa bom waktu telah dipasang dan dijadwalkan meledak pada pukul 03:00 sore. Hal ini membuat pihak istana sangat waspada dan segera melaporkannya ke polisi.
Namun, pada keesokan harinya, tanggal 27 September 2023 pukul 08:00 pagi, surat ancaman lainnya datang dengan klaim yang sama, tetapi kali ini, pengirim mengaku sebagai tokoh media, Huang Yang-ming.
Menteri Kehakiman, Tsai Ching-hsiang (蔡清祥) mengatakan, “Kementerian Kehakiman tidak menangani kasus individual. Ini akan ditangani oleh unit berwenang. Terhadap segala fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, mereka menguasai dengan baik. Ketika menyinggung perihal hukum pidana, saya percaya pada lembaga penegak hukum kita pasti akan menyelidiki dan menanganinya dengan serius.”
Menteri menekankan akan melakukan investigasi ketat. Pasalnya, bukan hanya Istana Kepresidenan yang menerima surat ancaman tersebut, tetapi juga Kementerian Kehakiman, termasuk kantor jaksa di beberapa lokasi di Kota Taipei. Semuanya menerima surat serupa.
Penyebab dari serangan surat ancaman ini adalah kontroversi telur impor. Akun media sosial, Lin bay (Lin bay好油), menerima ancaman dan emailnya telah digunakan tanpa izin. Banyak akun media sosial terkenal lainnya juga menjadi korban. Ini memunculkan pertanyaan tentang apa yang sedang dilakukan oleh kementerian yang bertanggung jawab atas keamanan siber.
Menteri Pengembangan Digital, Audrey Tang (唐鳳) mengatakan, “Jika ada laporan yang menyangkut kasus pidana. Bagian ini disediakan oleh Biro Kriminal, baik itu inspeksi. Jika memerlukan dukungan teknis, maka Kementerian Pengembangan Digital akan mendukung penuh. Sedangkan untuk kasus individu tertentu, jika sudah masuk proses peradilan, pada dasarnya kami mendukung inspeksi , dan tidak mengomentari kasus tersebut secara langsung.”
Tidak hanya akun milik Youtuber yang mengalami peretasan, tokoh publik dan pejabat pemerintah daerah juga terkena dampaknya. Huang Yang-ming dan Kepala Dinas Pariwisata Kota Kaohsiung, Kao Min-lin, mengungkapkan bahwa email mereka juga telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak dikenal.
Wakil Biro Kriminal Kementerian Kehakiman Chiu Shao-chou (邱紹洲) mengatakan, “Kami baru-baru ini menganalisis, ada seorang siswa bermarga Zhang dari Tiongkok yang datang ke Taiwan. Teknik yang digunakan serupa. Tidak menutup kemungkinan kalau Zhang yang melakukan hal ini. Untuk bagian ini, kami akan terus bekerja sama dengan lintas selat untuk memerangi kejahatan. Kami minta pihak Tiongkok bisa membantu.”
Selain mengungkap dan menangkap pelaku sebenarnya, pemerintah juga perlu menetapkan kebijakan responsif untuk mencegah kepanikan di kalangan masyarakat.






