History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Pekan Interaktif 220923: Bekerja Membangun PMI di Sekolah One Forty

  • 22 September, 2023
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Pertama di Taiwan, NCCU Memperkenalkan Mekanisme Asrama Tanpa Membedakan Gender


(Taiwan, ROC) --- Sebagian besar universitas memiliki mekanisme terpisah antara laki-laki dengan perempuan untuk kehidupan di asrama kampus. Namun, baru-baru ini, Universitas Nasional Chengchi (NCCU) memperkenalkan mekanisme asrama kampus tanpa lagi membedakan gender mahasiswa mereka.

NCCU diketahui baru saja menyelesaikan renovasi terhadap salah satu kompleks asrama mereka, yakni “Hua Nan New Village” (化南新村). Nantinya asrama ini dapat dihuni oleh para mahasiswa tanpa lagi membedakan gender mereka. Atau dengan kata lain, laki-laki dengan perempuan dapat tinggal di satu lantai yang sama.

Setiap bangunan dapat menampung 8 hingga 10 orang, dilengkapi dengan tempat tidur, meja, kursi, kulkas, mesin cuci, dan fasilitas lainnya. Sewa bulanan untuk setiap bangunan berkisar antara NT$ 20.000 hingga NT$ 25.000. Dengan demikian, rata-rata biaya sewa setiap orang per bulannya berkisar NT$ 2.500, yang mana angka ini hampir setara dengan biaya asrama tipe lain di NCCU.

"Hua Nan New Village" dari NCCU juga menjadi asrama perguruan tinggi pertama di Taiwan yang memperbolehkan penghuni laki-laki dan perempuan untuk tinggal dalam satu lantai secara bersamaan.

(foto: ETToday)

 

 

Kementerian Perhubungan Merevisi Beberapa Regulasi Penerbitan SIM

 

(Taiwan, ROC) --- Ujian memperoleh SIM (Surat Izin Mengemudi) di Taiwan dianggap sebagian pihak terlampau mudah, dengan tingkat kelulusan untuk SIM mobil lebih dari 60% dan untuk sepeda motor hampir mendekati 50%.

Kondisi ini sering kali dianggap sebagian pihak sebagai salah satu pemicu tingginya insiden kecelakaan di Taiwan. Menanggapi hal di atas, Kementerian Perhubungan di Taiwan (MOTC) telah berkali-kali mereformasi regulasi penerbitan SIM.

Pada tanggal 15 September 2023, MOTC mengumumkan pihaknya telah merevisi beberapa regulasi, seperti "Peraturan Keselamatan Berkendara", "Metode Pelatihan Keselamatan Berkendara", serta "Standar Penanganan Pelanggaran Lalu Lintas".

Kantor Pengawasan Transportasi Publik menyebutkan, bagi mereka yang SIM nya dicabut dan ingin mengajukan kembali, maka akan diberikan SIM dengan masa berlaku 2 tahun.

Jika SIM disita lebih dari 1 tahun, maka mereka akan menerima SIM dengan masa berlaku 3 tahun. Sementara jika disita kurang dari 1 tahun, maka mereka akan diberikan SIM dengan masa berlaku 6 tahun. Rencananya, ketentuan ini akan mulai diterapkan pada tanggal 1 Maret tahun 2024 mendatang.

(foto: roc-taiwan)

Apakah perlu beli mobil di Taipei?

Seseorang di Taipei sedang mempertimbangkan untuk membeli mobil. Dia menghitung bahwa setiap tahunnya akan mengeluarkan sekitar 100.000 dolar Taiwan (TWD) untuk pajak, asuransi, perawatan, bahan bakar, dan biaya sewa tempat parkir. Namun, dia merasa bingung karena memiliki mobil akan memberinya kenyamanan untuk berlibur di akhir pekan dan menghindari keramaian saat berangkat dan pulang kerja. Oleh karena itu, dia bertanya kepada pengguna lain di forum diskusi PTT apakah benar-benar tidak perlu memiliki mobil di Taipei.

Setelah postingannya dipublikasikan, banyak pengguna yang tidak setuju dan memberikan saran. Beberapa di antaranya mengatakan bahwa jika Anda tidak sering bepergian atau harus berurusan dengan kemacetan saat berangkat dan pulang kerja, maka Anda sebaiknya tidak membeli mobil. Mereka juga mengingatkan tentang biaya parkir yang mahal di Taipei dan menyarankan untuk naik taksi atau kendaraan umum saja.


Namun, ada juga yang mengingatkan bahwa jika Anda memiliki tempat parkir sendiri di rumah atau memiliki anak-anak, maka membeli mobil bisa lebih sesuai. Mereka berpendapat bahwa memiliki tempat parkir sendiri memberikan kenyamanan dan privasi, terutama jika Anda membawa banyak barang saat bepergian. Jadi, keputusan untuk membeli mobil atau tidak sebaiknya dipertimbangkan berdasarkan situasi pribadi dan kebutuhan.

(foto: Pexel)

 

WAWANCARA EKSLUSIF DENGAN SHANTI
 

Shanti telah memilih untuk berkarier di Organisasi Nonprofit Sekolah One Forty dengan alasan yang sangat mulia dan inspiratif. Meskipun latar belakang akademiknya mungkin berbeda, Shanti memiliki motivasi yang kuat untuk memberikan dampak positif pada masyarakat, terutama pada para Pekerja Migran Indonesia (PMI). Ia percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, dan inilah yang memotivasinya.

Ketika ditanya mengapa memilih bidang yang bertolak belakang dengan latar belakang akademiknya, Shanti menjelaskan bahwa pengalamannya di Taiwan dan interaksi pribadinya dengan PMI telah membuka matanya terhadap ketidaksetaraan sosial dan kesempatan pendidikan yang terbatas bagi komunitas ini. Dia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memanfaatkan pengetahuannya dan keterampilannya untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Selama bekerja di Organisasi Nonprofit Sekolah One Forty, Shanti telah menghadapi berbagai tantangan dan pengalaman yang menginspirasi. Ia berjuang untuk memahami berbagai masalah yang dihadapi oleh PMI, termasuk bahasa, keterampilan kerja, dan adaptasi budaya. Selama bekerja di sini, ia juga telah melihat perkembangan signifikan dalam kehidupan banyak PMI yang telah mengikuti program-program ini.

Bagi teman-teman PMI yang ingin tahu lebih banyak tentang cara mendaftar kelas pelatihan dan program-program yang tersedia di Organisasi Nonprofit Sekolah One Forty, simak jawabannya di acara Pekan Interaktif hari ini! 

(foto: Shanti)

Penyiar

Komentar