Grup Facebook Konglomerat Hitam (黑色豪門企業) telah memposting video seorang siswi SMA asal Hsinchu yang menjadi korban perundungan. Tampak beberapa orang mengeroyok, menelanjangi, dan memukuli wajah siswi tersebut.
Polisi segera menyelidiki kasus ini dan menginterogasi 11 orang yang terlibat dalam kasus ini pada 30 Agustus. Empat orang terbukti melakukan pengeroyokan dan tiga lainnya bertugas merekam, sedangkan empat lainnya adalah saksi dan warga yang menolong siswi tersebut.
Polisi menyatakan, mereka akan mendakwa pelaku berdasarkan UU Pencegahan Eksploitasi Seksual Anak-anak dan Remaja, serta undang-undang terkait dengan perkelahian massa, ancaman, dan penganiayaan. Kasus ini akan diserahkan ke Pengadilan Tinggi Distrik Hsinchu serta Pengadilan Anak dan Remaja Distrik Hsinchu.
Polisi menghimbau masyarakat agar tidak menyebarkan video perundungan tersebut, untuk menghindari pelanggaran terhadap Pasal 38 Undang-Undang Pencegahan Eksploitasi Seksual Anak-anak dan Remaja.
Pelaku menuduh korban merusak celana yang dipinjamnya senilai NT$500 dan menuntut ganti rugi sebesar NT$5000. Karena korban tidak dapat membayarnya, pelaku bersama teman-temannya mengeroyoknya. Proses perundungan ini direkam oleh salah satu rekan pelaku dan video tersebut diunggah di platform Facebook sehingga kasus perundungan ini terungkap.

(sumber foto: FB 黑色豪門企業)
RTI Radio Taiwan International 










