Dewasa ini, banyak warga yang lebih memilih untuk menghabiskan kebutuhan makan tiga kali sehari mereka dengan membeli “sudah jadi” di luar sana.
Di samping itu, pelayanan jasa antar makanan juga semakin memudahkan seseorang untuk menemukan menu makanan yang ingin disantap.
Di Taiwan sendiri, ada banyak kedai makanan yang dijual di lingkungan sekitar, yang semakin membuat seseorang dengan mudah dan cepat menuntaskan kebutuhan makan tiga kali sehari.
Dan salah satu jenis makanan yang paling sering dikonsumsi oleh warga di Taiwan adalah nasi kotak.
Baru-baru ini, seorang Warganet mengeluhkan harga nasi kotak dari kedai prasmanan yang dibelinya di Kota Hsinchu. Ia menilai jika harga yang ditetapkan oleh penjual kelewat mahal dan tidak masuk akal.
Keluhan tersebut diungkapkan oleh sang Warganet melalui postingan di group komunitas 新竹大小事 (baca: Xīnzhú dàxiǎo shì), di media sosial Facebook.
Dalam postingan yang ada juga terlihat beberapa foto yang memperlihatkan menu sayuran yang diambil, meliputi 2 telur, 1 potong daging babi kecap, setengah potong ikan salmon goreng, beberapa potong cumi, kuah ikan dan tumis sayur asin.

Sang pengunggah menyampaikan, dirinya cukup terkejut ketika pemilik kedai makanan menetapkan harga sebesar NT$ 550 untuk menu yang diambilnya.
Begitu postingan tersebut diunggah, para netizen pun beramai-ramai memberikan komentar mereka.
“Harga segitu hampir sama dengan restoran makan sepuasnya,” tulis salah seorang netizen.
“Lebih baik makan di restoran cepat saji. Selain lebih murah, rasanya juga tidak membosankan,” timpal netizen lainnya.
RTI Radio Taiwan International 










