Pada tahun 2011, Jepang mengalami bencana nuklir setelah gempa bumi dan tsunami melanda Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Fukushima (PLTN Fukushina). Akibat kerusakan pada reaktor nuklir, terjadi kebocoran radiasi dan kontaminasi lingkungan. Salah satu masalah yang harus dihadapi oleh pemerintah Jepang adalah penanganan limbah nuklir yang dihasilkan akibat bencana ini.
Seorang warganet menulis tentang pengalaman berbelanjanya di forum diskusi PTT. Dia melihat pemandangan yang mengherankan di sebuah gerai PX Mart di Tamsui, Taipei pada 26 Agustus. Saat itu, dia melihat seorang pegawai toko sedang mengisi rak dengan garam. Tiba-tiba, dalam hitungan detik, dua lansia mendekat. Salah satu dari mereka mulai mengisi keranjang belanja dengan garam, sementara yang lainnya dengan terburu-buru menggotong garam-garam tersebut. Keduanya tampak mengambil sekitar dua puluh hingga tiga puluh bungkus.
Kemudian, seorang pria paruh baya datang untuk memborong 1 dus garam. Karyawan toko lalu mengisi lagi rak garam yang sudah kosong dan warganet itu pergi membeli barang-barang lain. Ketika dia kembali melalui rak garam, garamnya hanya tersisa 5 bungkus.
Rupanya, aksi memborong garam setelah Jepang membuang limbah nuklir ke laut tak hanya terjadi di Korea dan Jepang saja, tetapi juga banyak masyarakat di Taiwan yang merasakan kepanikan yang sama.

(sumber foto: FB 我愛全聯-好物老實說 via TVBS)
RTI Radio Taiwan International 










