Apakah Anda rutin menyantap menu sarapan setiap pagi? Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kebiasaan menyantap sarapan pagi dapat mengurangi seseorang terkena serangan diabetes hingga 60%.
Penelitian bersangkutan menyampaikan, mereka yang menyantap sarapan setelah jam 9 pagi ternyata juga memiliki risiko terkena diabetes lebih tinggi.
Namun, beberapa dokter di Taiwan percaya bahwa “waktu makan” bukanlah kunci utama, melainkan “jumlah interval waktu” dan “berapa banyak” kuantitas makanan-lah yang dapat mempengaruhi fluktuasi gula darah dalam tubuh seseorang.

The International Journal of Epidemiology baru-baru ini menerbitkan sebuah hasil studi yang dilakukan oleh tim medis Spanyol dan Prancis, yang menganalisis lebih dari 100.000 orang dewasa perihal kebiasaan waktu makan mereka.
Menurut penelitian di atas menguak bahwa orang yang memiliki kebiasaan menyantap sarapan sebelum pukul 09:00 pagi hari, ternyata dapat mengurangi risiko tubuh terserang diabetes hingga 60%. Sedangkan mereka yang terbiasa untuk melewatkan menu sarapan, ternyata dapat meningkatkan risiko diabetes.
Penelitian di atas juga memperlihatkan bahwa mereka yang memiliki kebiasaan menyantap makanan setelah jam 10:00 malam, ternyata juga dapat meningkatkan risiko diabetes.
The International Journal of Epidemiology menganjurkan, waktu terbaik untuk mengasup sarapan pagi adalah sebelum jam 09:00 pagi, dan waktu makan terakhir sebaiknya dituntaskan sebelum jam 07:00 malam.

Salah seorang pakar kesehatan yang juga berprofesi sebagai dokter di Taiwan, Chiang Kuan-yu (姜冠宇) menyampaikan bahwa kuantitas atau jumlah makanan yang diasup menjadi kunci utama apakah seseorang memiliki risiko terserang diabetes.
Chiang Kuan-yu menambahkan, selain jumlah asupan, berapa lama jeda waktu makan seseorang juga menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi fluktuasi gula darah.
Selain mengontrol waktu interval dan jumlah makanan yang diasup, kemungkinan seseorang terkena diabetes juga akan dipengaruhi oleh kebiasaan atau gaya hidup yang dijalani. Memiliki kebiasaan untuk olahraga secara rutin dan teratur juga memiliki peran penting yang dapat mengurangi kemungkinan seseorang terkena risiko diabetes.
RTI Radio Taiwan International 










