History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Statistik MOHW: Bunuh Diri Adalah Penyebab Kematian Tertinggi Kedua Bagi Warga Usia 15-24 Tahun

  • 16 August, 2023
Galeri
Statistik MOHW: Bunuh Diri Adalah Penyebab Kematian Tertinggi Kedua Bagi Warga Usia 15-24 Tahun

Pada bulan Juni 2023, Universitas Feng Chia di Taichung meloloskan aturan baru, yakni “Cuti Kesehatan Mental”.

Setiap satu semesternya, masing-masing mahasiswa yang belajar di Universitas Feng Chia berhak mengambil cuti selama 3 hari dengan alasan kesehatan mental. Aturan baru ini rencananya mulai dapat diterapkan secepatnya pada bulan mendatang.

Menanggapi keputusan Universitas Feng Chia di atas, salah seorang psikiater di Taiwan merasa bahwa cuti kesehatan mental memiliki efek positif bagi perkembangan jiwa seorang pelajar.

Dan menurut data statistik yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW), “bunuh diri” sudah menjadi penyebab kematian tertinggi kedua bagi golongan warga dengan usia 15 hingga 24 tahun.

Para dokter percaya, angka bunuh diri di kalangan remaja yang kian meningkat, disebabkan karena situasi sosial yang kompleks, yang melibatkan banyak faktor interaksi di dalamnya. Meski demikian, dukungan emosional dan tindakan intervensi dari unit berwenang dirasa masih sangat minim dan belum benar-benar mampu menyentuh mereka yang menderita gangguan stres.

Salah seorang psikiater dalam negeri, Yang Cong-cai (楊聰財) menyampaikan, efektivitas dari penerapan “Cuti Kesehatan Mental” harus diperhitungkan dengan mempertimbangkan ragam faktor, termasuk tingkat keparahan dan frekuensi terjadinya gangguan stres.

Frekuensi cuti yang diambil terlampau sering juga dicemaskan akan mendatangkan kecemasan bagi siswa bersangkutan, karena dapat meningkatkan kekhawatiran akan tertinggalnya materi pelajaran.

Di samping itu, masih ada faktor “stres akademik” dan “dampak sosial”, yang dapat menambah beban dari kesehatan mental seorang pelajar.

Yang Cong-cai beranggapan, jika pihak sekolah atau keluarga menyediakan dukungan psikologis yang tepat, maka hal tersebut dapat berdampak maksimal bagi pengurangan beban mental seorang pelajar.

Bagi beberapa pelajar, mengambil “Cuti Kesehatan Mental” juga membutuhkan keberanian tersendiri. Tidak sedikit dari  mereka yang kemudian merasa bersalah atau rendah diri karena kondisi mental yang tidak terlampau baik, sehingga mengakibatkan mereka harus “berhenti sesaat” dari aktivitas sekolah.

Namun, Yang Cong-cai percaya, bahwa “Cuti Kesehatan Mental” secara umum  memiliki dampak positif bagi siswa yang membutuhkan, karena hal tersebut memungkinkan mereka untuk istirahat, merawat diri dan mengurangi tekanan yang ada.

Dan perlu dipastikan kalau “Cuti Kesehatan Mental” tersebut tidak akan mengganggu para pelajar secara proporsional, baik dari segi akademisi maupun interaksi sosial dengan sesama. (Sumber Foto: 台視新聞網)

 

Rti Mengingatkan Kepada Anda

Bunuh diri tidak bisa menyelesaikan permasalahan yang ada, hanya akan meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi anggota keluarga yang ditinggalkan.

Berilah diri Anda kesempatan berikutnya. Hubungi saluran 1995 atau hotline MOHW 1925 (24 jam)

 

Penyiar

Komentar