Penyanyi legendaris asal Irlandia yang populer di tahun 1990-an, Sinéad O’Connor meninggal dunia di usia 56 tahun.
Dilansir dari Associated Press, Sinéad yang debut di usia 20-an dengan album “The Lion and the Cobra” di tahun 1987 dikabarkan meninggal setelah pihak keluarga memberikan pernyataan pada hari Rabu, 26 Juli 2023. “Ini merupakan kesedihan mendalam, bahwa kami mengumumkan kepergian Sinéad yang terkasih. Keluarga dan teman-teman merasa hancur dan mengharapkan privasi di waktu yang sangat sulit ini.” Dalam pernyataan tersebut tidak disebutkan penyebab kematiannya.
Berdasarkan laporan terkait, Sinéad terbuka kepada publik jika ia mengalami penyakit mental dan didiagnosis mengalami bipolar disorder. Di tahun 2017 ia pernah mengatakan, bahwa ia tetap hidup untuk orang lain. Namun, di tahun lalu, putranya yang masih berusia remaja bunuh diri membuat dirinya harus dirawat di rumah sakit dan ia pun sempat mencuit bahwa “tidak ada gunanya hidup tanpa dia.” Cuitan terakhirnya diketahui dicuitkan pada 17 Juli lalu
Sinéad dikenal publik dengan ciri khas kepalanya yang botak dan suara mezzo soprano multi-oktaf, serta jangkauan emosional yang luar biasa. Lahir pada tanggal 8 Desember 1966, Sinéad O’Connor mengalami masa kecil yang pahit karena ibunya kasar dan mendorongnya untuk menjadi pengutil. Hidupnya perlahan berubah setelah seorang biarawati memberikan sebuah gitar yang membuatnya mulai meniti jalan sebagai seorang penyanyi jalanan di Dublin.
Setelah debut dengan album “The Lion and the Cobra” mencetak hits, lagu “Nothing Compares 2 U” pun menerima 3 nominasi Grammy, bahkan ia pun sempat menjadi Artis di Tahun Ini pada 1991 via majalah musik terkemuka Rolling Stone.
Meskipun hidupnya juga tidak jauh dari kontroversi, Sinéad O’Connor menjadi salah satu penyanyi paling dikagumi. Penyanyi Tori Amos menjadi salah satu musisi yang memberikan penghargaan terakhir untuknya.
**Sayangi nyawa dan kehidupan Anda. Saluran Konseling dan Pencegahan Bunuh Diri: 1925
RTI Radio Taiwan International 










