(Taiwan, ROC) --- Taifun Doksuri kini perlahan mendekat Taiwan. Biro Klimatologi Sentral (CWB) menyampaikan, kekuatan dari taifun ini akan terus meningkat dalam beberapa waktu mendatang.
Rabu dan Kamis adalah dua hari bagi taifun ini berada di jarak terdekat dengan Taiwan. Jika menilik dari prakiraan cuaca yang ada pada saat ini, curah hujan di kawasan timur dan selatan Taiwan diprediksi akan meningkat cukup signifikan.
Jalur taifun Doksuri saat ini diketahui serupa dengan taifun Chebi yang sempat menerjang Taiwan pada tahun 2001 silam. Di kala tersebut, terpaan taifun Chebi sempat menewaskan 14 orang, sedangkan 16 lainnya dinyatakan hilang. Kerugian yang dialami Taiwan saat taifun Chebi menerpa bahkan mencapai angka NT$ 490 juta.
Datangnya taifun Doksuri kali ini juga tidak bisa dianggap remeh begitu saja. Beberapa nelayan telah menambatkan kapal mereka di dermaga, dan pemerintah daerah juga telah menginstruksikan untuk menerapkan pengendalian banjir di wilayah masing-masing.
Direktur Biro Klimatologi Sentral, Ching Hsin-Long (秦新龍) mengatakan, “Pernahkah ada topan dengan jalur serupa pada masa lalu? CWB saat ini mencontohkan dua kasus, yang pertama adalah Taifun Chebi.”
Taifun Chebi pada tahun 2001 meninggalkan luka yang cukup dalam bagi Taiwan. Saat menerpa, taifun ini mendatangkan hujan yang sangat lebat. Di samping itu, arus di pantai juga sempat diwarnai dengan gelombang pasang yang besar, serta menumbangkan pohon-pohon di jalan.
Kawasan pedesaan Xinyuan di Pingtung, juga diberitakan diselimuti gelombang pasang air pantai.
Salah seorang pakar CWB menyampaikan bahwa jalur taifun Doksuri kali ini memiliki kemiripan dengan taifun Chebi pada tahun 2001 silam. Taifun Chebi di kala tersebut sempat menimbulkan bencana serius di Taiwan. Ada 14 orang dinyatakan meninggal dunia, serta 16 lainnya diberitakan hilang. Total nilai kerugian yang diakibatkan taifun Chebi juga mencapai angka yang fantastis, yakni mencapai NT$ 490 juta.
Jika diperhatikan secara seksama, maka ada kemiripan jalur terhadap 2 taifun ini. Setelah memasuki kawasan Selat Bashi, maka kedua taifun ini dipastikan akan menyapu wilayah Taiwan.
Ching Hsin-Long melanjutkan, “Taifun ini bergerak sangat cepat. Kecepatannya berkisar 30KM, bergerak sangat cepat. Dan setelah menerpa, maka waktu berhentinya akan relatif lebih pendek dibandingkan Taifun Doksuri. Cakupan Taifun Doksuri sangat besar. Oleh karena itu, durasi pengaruhnya terhadap Taiwan akan lebih lama.”
Dimulai Rabu besok (26/7), curah hujan di timur Taiwan akan meningkat drastis. Memasuki hari Kamis (27/7), cakupan hujan akan meluas hingga ke selatan Taiwan. Akumulasi hujan di beberapa daerah diperkirakan akan mencapai 300mm.
Pakar CWB, Luo Ya-ying (羅雅尹) mengatakan, “Taifun ini akan berada di paling dekat dengan Taiwan pada tanggal 26 hingga 27 Juli. Ditambah lagi dengan beberapa tahun belakangan, secara keseluruhan, taifun yang berada begitu dekat dengan Taiwan relatif sedikit.”
Guna menanggulangi dampak dari taifun Doksuri, warga yang tinggal di kawasan selatan Taiwan mulai melakukan beberapa persiapan.
Para petani alpukat di Tainan juga tengah sibuk memanen buah mereka. Begitu juga dengan petani pepaya di Chiayi, mereka memanfaatkan waktu beberapa hari ini untuk memanen buah-buah yang ada, guna menekan angka kerugian.
Tidak hanya petani, pemerintah Kota Kaohsiung juga tengah sibuk melakukan beberapa persiapan, misal mempersiapkan 160 unit mobil pompa air dan mengosongkan lebih dari 20 titik/kolam penahan banjir.
Semakin dekatnya taifun Doksuri saat ini, membuat banyak pihak mulai melakukan langkah persiapan yang relevan. Warga juga diminta untuk senantiasa mengikuti perkembangan dari taifun Doksuri yang dirilis oleh media-media lokal.







