Ribuan cacing pink sepanjang 30 cm ini terdampar di pantai pada 17 Juli. Tentu saja, hal ini membuat warga Río Grande, Argentina gempar.
Spesies ini disebut urechis unicinctus atau dijuluki 'Ikan Penis' karena bentuknya yang mirip organ vital pria. Masa hidupnya paling lama 25 tahun. Biasanya, mereka hidup di bawah tanah, tetapi terbawa ke permukaan akibat badai. Mereka juga gemar menggali lubang berbentuk huruf U. Cacing ini diduga merupakan hewan purba karena terdapat bukti lubang U mereka dari 300 juta tahun lalu.
Nelayan Río Grande setempat telah berkerumun di pantai untuk mengumpulkan ikan penis karena katanya, mereka sangat ampuh digunakan untuk menjadi umpan, terutama saat memancing ikan kakap putih. Ikan penis merupakan makanan hiu dan burung camar. Namun, selain menjadi makanan hewan, ternyata manusia juga suka mengonsumsi ikan ini, lho!
Ikan penis menjadi hidangan populer di negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, dan Tiongkok, yang bisa dimakan mentah atau dimasak. Katanya, teksturnya kenyal dan rasanya cukup manis, ikan penis sering disajikan dengan saus gurih dari minyak wijen atau cuka dengan gochujang.


(sumber foto: Jam Press)
RTI Radio Taiwan International 










