Belakangan ini, terjadi kasus keracunan makanan di sebuah toko es serut terkenal di Jalan Liuhe, Kota Kaohsiung. Seorang pengguna internet bernama Huang mengungkapkan di platform PTT bahwa setelah dia dan keluarganya makan es serut di toko tersebut, beberapa orang mengalami sakit perut, diare, dan bahkan yang paling parah adalah anak laki-lakinya mengalami gejala gagal ginjal.
Dinas Kesehatan mengungkapkan, sebanyak 11 orang telah dirawat di rumah sakit dan hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bakteri Salmonella, Staphylococcus aureus, dan E-coli dalam produk es dan sampel lingkungan toko. Dinas Kesehatan telah memerintahkan toko tersebut untuk ditutup sementara dan melakukan perbaikan, serta terus memantau hasil pemeriksaan selanjutnya. Dari 11 orang tersebut, 2 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Huang mengatakan, keluarganya membeli sekitar 7 hingga 8 mangkuk es campur pada 12 Juli, dan kemudian mereka mengalami diare, muntah, demam, dan gejala lainnya di tengah malam.
Dinas Kesehatan melakukan penyelidikan lebih lanjut dan menemukan bahwa bukan hanya keluarga Huang, tetapi juga banyak orang yang membeli makanan di toko tersebut pada tanggal 12 Juli siang hingga malam. Salah satu anak dari seorang pengguna internet bahkan mengalami gagal ginjal akut dan dirawat di unit perawatan intensif.
Pada 14 Juli, Dinas Kesehatan melakukan inspeksi di toko tersebut dan menemukan beberapa pelanggaran sanitasi, termasuk lantai yang rusak dan kotor, tempat sampah yang tidak ditutup, tidak menyelesaikan pendaftaran sebagai pengusaha makanan sesuai dengan hukum, dan tidak ada catatan pemeriksaan kesehatan bagi pekerja makanan. Dinas Kesehatan telah memerintahkan penutupan sementara toko tersebut selama satu minggu hingga 21 Juli dan melakukan perbaikan. Jika toko tersebut tidak melakukan perbaikan dalam batas waktu yang ditentukan, mereka akan dipaksa tutup dan dikenakan denda minimal NT$60.000.

(sumber foto: Dinas Kesehatan Kota Kaohsiung)
RTI Radio Taiwan International 










