Seorang wanita di Taichung ditelantarkan gebetannya saat berkunjung ke Chiayi. Dia ditemukan menangis di halte bus tanpa uang. Petugas kepolisian dari Polsek Xinnan, Kepolisian Kota Chiayi, bernama Yang Shang-en, mendapat laporan bahwa seorang wanita membutuhkan bantuan di halte bus SMA Chiayi. Wanita bernama Lin tersebut ditinggalkan di halte bus oleh sang gebetan di Taichung. Setelah memastikan identitasnya, polisi membantu Lin mengajukan permohonan "dana kemanusiaan" dan membantunya naik kereta untuk pulang ke rumah.
Dari informasi yang diperoleh, Lin tinggal di Distrik Taiping, Taichung. Beberapa waktu yang lalu, dia mengenal seorang pria dengan nama samaran "Ah Hong" melalui aplikasi kencan online. Keduanya merasa nyaman satu sama lain dan sepakat untuk bertemu di Chiayi untuk berlibur. Namun, ternyata Ah Hong membawa Lin ke Chiayi dan meninggalkannya di Jalan Mituo dengan alasan ingin mengambil sesuatu di rumah temannya. Lin kebingungan dan dia akhirnya berjalan ke halte bus terdekat. Karena tidak memiliki uang tunai, dia lapor polisi dan meminta bantuan untuk pulang ke rumah.
Setelah petugas tiba di lokasi, mereka melihat bahwa Lin dalam keadaan emosional yang tidak stabil dan menangis. Polsek Xinnan Kepolisian Kota Jiayi menyatakan bahwa menurut ketentuan "Pedoman Pelaksanaan Bantuan Darurat Chiayi" Pasal 4, warga daerah lain yang kekurangan dana kemanusiaan dapat meminta dana bantuan untuk pulang ke kampung halaman asal dengan kereta atau tiket bus Kuo Kuang. Asalkan mereka bukan penduduk tetap di Chiayi dan kekurangan dana untuk pulang ke kampung halaman, mereka dapat membawa dokumen identitas ke pos polisi atau Departemen Sosial Kota Jiayi untuk mengajukan bantuan. Permohonan bantuan ini dapat diajukan sekali setahun.

(sumber foto: 記者翁伊森翻攝 via ETtoday)
RTI Radio Taiwan International 










