(Taiwan, ROC) --- Ini adalah tindakan berbahaya dan jangan ditiru. Baru-baru ini, tantangan untuk melompat dari atas perahu yang tengah melaju kencang tengah viral di media sosial Tik Tok. Banyak netizen dunia yang kemudian mencoba tantangan ini, guna memperoleh views yang banyak.
Namun nahasnya, tantangan ini ternyata bisa berdampak pada hilangnya nyawa seseorang. Media luar negeri melaporkan, tindakan melompat dari atas perahu yang tengah melaju kencang sudah memakan korban.
Dalam enam bulan belakangan, dilaporkan ada 4 orang di negara bagian Alabama yang tewas karena melakukan aksi berbahaya di atas.
Melompat dari perahu yang tengah melaju kencang, sama saja menghantamkan diri ke atas beton yang keras. Meski tren ini tidak viral di Taiwan, tetapi tragedi serupa pernah terjadi sebelumnya, yang mana membuat sang warga meninggal dunia dikarenakan tenggelam.
Dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD), Universitas Nasional Taiwan (NTU), Lee Chien-Chang (李建璋) mengatakan, “Ada karakteristik dalam kasus kematian mereka, mereka mengalami patah tulang di bagian leher. Anda bisa bayangkan, aliran air yang menghantam tubuh bergerak sangat cepat. Anda mengira jika air adalah benda yang lunak. Efek dari melompat dan menghantam aliran air yang deras, sama saja dengan orang yang melompat (menghantam) di atas beton. Bisa berakibat fatal. Mungkin akan lumpuh atau bahkan meninggal dunia.”
Aliran darah yang mengalir ke otak besar tidak cukup, sehingga membuat daya refleks manusia semakin berkurang. Meski bisa berenang, tapi ketika dihadapkan dengan peristiwa seperti demikian, kebanyakan orang akan lebih lambat merespons kejadian yang ada.
Meski Taiwan tidak tren hal seperti demikian, tetapi ada banyak orang yang mencoba melakukan tantangan serupa, apalagi saat ini adalah masa-masa musim panas.
Dokter IGD, NTU, Lee Chien-Chang mengatakan, “Saat berada di tengah sungai, maka ada pelatih yang menjaga warga untuk bersandar kemudian melompat ke dalam kolam. Ini sebenarnya juga adalah tindakan yang berbahaya. Karena saat kita jatuh ke arah belakang akan kehilangan rasa refleks untuk melindungi diri. Apalagi bagian tulang belakang leher tidak terlindungi. Bisa berakibat fatal pada bagian tulang belakang leher.”
Para pakar dan dokter mengingatkan kepada seluruh warga untuk lebih hati-hati dan jangan bercanda saat melakukan aksi-aksi berbahaya yang membahayakan nyawa.







