“Kisruh Nasi Putih” yang menimpa Universitas Nasional Teknologi Taipei (NTUT) masih berlanjut hingga hari ini.
Kejadian ini bermula dari ketidakpuasan beberapa mahasiswa terhadap kapasitas nasi putih dari sebuah pemilik kedai makanan yang juga berada tidak jauh dari kawasan kampus.

Universitas Nasional Teknologi Taipei (NTUT)
Awalnya ada 27 mahasiswa NTUT yang mendatangi kedai bersangkutan untuk makan.
Dan sesampai di sana, beberapa mahasiswa mengklaim bahwa pihak restoran tidak menyediakan nasi putih secara maksimal, sehingga beberapa dari mereka harus pulang dalam kondisi yang masih lapar.
Kedai di mana para mahasiswa tersebut makan, selama ini memang dikenal sebagai tempat yang menyediakan nasi putih gratis bagi mereka yang datang dan makan di sana.
Ketidakpuasan ini kemudian harus berujung pada review di Google yang ditulis langsung oleh para mahasiswa, mereka bahkan memberikan bintang satu sebagai tanda tidak puas.
Di tengah kisruh yang masih berlangsung, tiba-tiba ada seorang mahasiswa NTUT yang menginisiasi untuk mengelar kompetisi “Makan Nasi Putih”, dengan hadiah uang tunai sebesar NT 31.600 untuk juara pertama.
Kabar ini kemudian sampai ke telinga Kementerian Pendidikan (MOE). MOE menyampaikan bahwa kompetisi serupa pernah dihelat oleh salah satu perguruan tinggi di Taiwan, dan nahasnya perlombaan tersebut harus berujung kepada kematian salah satu seorang siswa.

Universitas Daye
MOE melanjutkan, sekitar 15 tahun silam, mahasiswa Universitas Daye yang berlokasi di Changhua pernah menghelat kompetisi makan. Ironinya, perlombaan tersebut harus berujung pada kematian salah seorang peserta.
MOE kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak mendukung dihelatnya kembali kompetisi serupa, karena bisa berdampak negatif bagi beberapa pihak.
MOE melanjutkan, pihaknya tentu berharap agar “kisruh nasi putih” ini dapat segera berlalu. Baik dari pihak mahasiswa maupun sang pemilik restoran dapat duduk bersama meredam emosi yang ada. (Sumber Berita dan Foto: 壹蘋新聞網)
RTI Radio Taiwan International 










