History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Jumat - 14 Juli 2023

  • 14 July, 2023
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Terkena Ledakan Minyak Cabai Tepat di Muka saat Buang Sampah, Pria Ini Tak Henti Menangis

Banyak warga terkena ledakan minyak cabai saat truk sampah menekan plastik sampah di Taishan, New Taipei kemarin malam. Bahkan, ada seorang pria yang matanya terkena semprotan minyak cabai sampai-sampai dia kesakitan. Pria itu segera menepi dan mengambil selang air untuk mencuci wajahnya hingga seluruh badannya basah kuyup, tetapi matanya masih sangat pedih. Selain pria tersebut, banyak juga warga yang bajunya terkena cipratan minyak.

Pria tersebut mengatakan, “Saat membuang sampah, semua orang mengerumuni mobil sampah dan tidak ada yang tahu siapa yang membuang minyak cabai itu. Sebelumnya, yang meledak adalah sisa lemak babi."

Saat ini, Badan Perlindungan Lingkungan telah menyelidiki kasus ini dan pelanggar dapat dijatuhi denda mulai dari NT$1000 hingga NT$6.000 karena tidak mengelompokkan sampah dengan baik.

(sumber foto: 東林新聞)

 

5 Kategori Barang Berbahaya yang tidak boleh dibuang di sampah basah dan cara membuangnya

Badan Perlindungan Lingkungan mengingatkan bahwa cara yang benar untuk menangani 5 kategori barang berbahaya adalah sebagai berikut:

Botol Bertekanan Tinggi

Seperti botol semprot cat rambut, semprotan styling rambut, semprotan pewangi, insektisida, tabung gas, semprotan cat, dll., karena mengandung gas mudah terbakar atau pelarut organik, dapat menyebabkan ledakan saat terkena suhu tinggi atau tekanan. Botol bertekanan tinggi harus dikosongkan isinya di tempat terbuka sebelum didaur ulang. Sedangkan untuk semprotan cat, semprotan styling rambut, dll., dapat dibuang seperti limbah biasa.

Bahan Bubuk yang Dapat Dikonsumsi

Seperti susu bubuk, tepung terigu, tepung ubi, atau bahan tambahan lainnya, bahan bubuk dengan konsentrasi tertentu dapat menyebabkan ledakan debu saat terkena suhu tinggi. Oleh karena itu, dapat dicampurkan dengan air sebagai limbah dapur.

Kertas Emas atau Sisa Abu Dupa

Setelah abu tuntas padam dengan air, baru dapat dimasukkan ke dalam kantong sampah sebaliknya dapat mengakibatkan pembakaran di dalam truk sampah.

Baterai Lithium

Termasuk baterai lithium yang digunakan dalam power bank, jika terkena tekanan juga rentan terbakar. Baterai ini harus didaur ulang melalui tempat pengumpulan baterai.

Pemadam Api dan Tabung Gas

Harus dikembalikan ke toko tempat pembelian melalui saluran daur ulang terbalik untuk dapat diolah kembali.

 

FAKTA UNIK

Taiwan adalah salah satu negara yang mengalami krisis air terparah di dunia. Padahal, curah hujan di Taiwan termasuk tinggi, yakni 2.500 milimeter per tahun, sekitar 2,6 kali lipat dari rata-rata global. , Taiwan bahkan menempati urutan 13 dari 180 negara dengan curah hujan tertinggi di dunia berdasarkan pendataan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO). Tapi, anehnya, Taiwan berada di peringkat ke-18 negara yang paling krisis air. Penduduknya juga cuma sekitar 24 juta saja, gak banyak-banyak amat..

Setiap musim semi dan kemarau, Taiwan akan dilanda krisis air. Ya, memang, sih, beberapa tahun terakhir ga ada topan. Tapi, Taiwan masih hujan plum setiap musim semi dan hujan setiap pergantian musim.

Sebelum menjawab pertanyaan teman2 yang penasaran kenapa Taiwan selalu kekurangan air, kami jelaskan ya bagaimana sistem pengairan di Taiwan.

Pada 1972, Taiwan Water Corporation berdiri dan memasang 128 sistem pengairan di seluruh Taiwan dan mulai mengalirkan air bersih dalam skala nasional. Sumber airnya berasal dari sumber alami, seperti sungai, saluran irigasi, dan waduk yang disedot memakai pipa dan dikirim ke depot pemurnian air, sebelum akhirnya dikirim ke rumah-rumah warga.

Setelah membahas bagaimana sistem pengairan air, mari kita kupas satu per satu kenapa Taiwan kekurangan air.

Badan Sumber Daya Air mendata, hanya 19% dari total air hujan yang kemudian menjadi pasokan air, sementara 81% lainnya menguap atau turun ke laut. Dari 19% air hujan yang bisa dimanfaatkan ini, ada yang turun ke sungai, waduk, dan diserap tanah untuk menambah cadangan air tanah.

Ditambah lagi, musim hujan di Taiwan kebanyakan berada di bulan Mei hingga Oktober. Curah hujan di periode ini mencakup 80% dari total curah hujan setahun, sehingga pada bulan November hingga April Taiwan akan dilanda kekeringan, terutama di wilayah Taiwan Barat yang nyaris tidak hujan sama sekali di bulan November hingga April, sehingga pasokan air bergantung penuh pada waduk.

Dari jaman Jepang sampai sekarang, Taiwan telah membangun total 95 waduk. Tapi, setiap tahun selalu saja ada masalah krisis air.

Jadi, ada 3 faktor internal dan 1 faktor eksternal yang membuat Taiwan krisis air meski Taiwan sudah punya waduk, system pengairan air yang lengkap, dan curah hujan tinggi.

1.       Sedimentasi di waduk terlalu banyak. Ini adalah faktor terparah yang mengurangi persediaan air di Taiwan. Saat hujan, tanah dan pasir luruh dari gunung dan masuk ke dalam waduk sehingga kapasitas tamping waduk menjadi semakin sedikit. Beberapa waduk yang mengalami sedimentasi terparah antara lain, Shimen, Huiwen, Wushantou, dan Deji yang sudah mengalami sedimentasi lebih dari 30%.

2.       Kebocoran parah pipa air. Jadi, pipa sambungan dari depot air ke rumah warga bocor parah. Kira-kira terdapat seperlima pasokan air yang terbuang sia-sia saat mengalir ke rumah warga. Di Tokyo hanya 3%, Singapur 6%, Seoul 7%, Beijing 12,5%. Dibandingkan negara-negara tersebut, kebocoran pipa di Taiwan mencapai 18% pada tahun 2015.

3.       Harga air di Taiwan sangat murah. 1 kubik air / 1 ton air hanya 9 dolar Taiwan atau 4500 rupiah sehingga masyarakat tidak hemat air.

Selain factor internal tadi, juga ada faktor eksternal, yakni perubahan iklim.. Musim kering makin panjang sementara musim hujan jadi lebih pendek. Bahkan Taiwan sudah beberapa tahun tidak diterpa topan.

Hujan di Taiwan jadi tidak stabil.. Biasanya, kalau sudah lama tidak hujan, terus tiba-tiba hujan. Sekalinya hujan, hujannya terlalu deras sehingga tanah tidak mampu menyerap air dan malah menjadi banjir. Sungai juga tidak mampu menahan air hujan yang terlalu banyak.

Untung saja, pemerintah Taiwan tidak tinggal diam dan mulai mengatasi masalah ini dengan cara memeriksa waduk dan membersihkan waduk secara berkala. Pemerintah juga meninggikan waduk untuk menambah kapasitas air.

Badan Sumber Daya Air juga merencanakan depot pemurnian air laut. Di pulau luar Taiwan seperti Penghu, Mazu, Jinmen sudah ada.. Kalau di Taiwan sendiri ada di Yunlin dan Mailiao juga sudah ada 1 depot. Sekarang, badan sumber daya air sedang merencanakan pembangunan di Hsinchu dan Tainan, masing2 1 depot.

Badan Sumber Daya Air juga melakukan subtitusi pengiriman air. Maksudnya, mereka akan mengirim pasokan air dari tempat yang kelebihan pasokan air ke tempat yang krisis air.. Mereka juga mengganti pipa2 air yang sudah usang untuk mengurangi kebocoran air. Targetnya pada tahun 2031 nanti, persentase kebocoran air yang tadinya 18% pada 2015 dan 14% pada 2019, bisa diturunkan lagi hingga 10% pada 2031 nanti.

Pemerintah juga menggalakan pengolahan limbah air dari pabrik supaya bisa digunakan lagi..

(sumber foto: Pixabay)

PEKAN INTERAKTIF

Eko punya adik yang akan masuk kuliah tahun depan. Dia sudah diterima di Universitas Multimedia Nusantara. Seharusnya ini adalah k abar yang mengggembirakan, tapi tidak buat Eko.

Dulu, Eko langsung bekerja habis lulus SMA selama 2 tahun untuk menabung biaya kuliah. Selama kuliah, dia juga mengandalkan beasiswa sambil berjualan pulsa. Usaha tidak menghianati hasil. Setelah lulus, dia diterima menjadi manajer dengan gaji 6 juta per bulan di Surabaya.

Eko sebal sekali begitu mendengar adiknya ngotot sekolah di UMN dan minta dibayari Eko. Tapi, Eko sudah menikah dan memiliki anak. 

Adik Eko, sebut saja Dwi, bilang ingin tinggal menumpang di rumah Eko. Jadi, tidak usah bayar kos. Baik adiknya maupun orangtuanya tidak memberi tahu Eko sampai setelah dia membayar uang sekolahnya.

Eko kesal sekali karena menurutnya orang tua dan Dwi tidak menghargai dia. Eko senang Dwi bisa kuliah di kampus impian. Tapi, di satu sisi, Eko juga iri kepada adiknya karena Eko nyaris saja tidak kuliah dan harus memikirkan semuanya sendiri

Eko makin kesal karena kini dia diharuskan menampung adiknya dan anaknya kini terpaksa mengungsi ke kamar Eko dan istrinya karena mau dipakai adiknya. Makan, transport, dan jajan Dwi semua Eko yang menanggung. Sementara, orang tuanya hanya menanggung biaya semesteran Dwi.

Eko pusing sekali. Padahal, rumah masih ngontrak. Tapi, kini dia harus menanggung hidup empat orang, yakni Eko, istri, anak, dan adiknya.

Bagaimana ini solusinya? Dengarkan di acara FM Online Pekan Interaktif hari ini, ya!

Penyiar

Komentar