Salah seorang dokter asal Singapura, Dr. Sam baru-baru ini mengunggah sebuah postingan video yang memperingati khalayak luas untuk jangan makan di atas tempat tidur.
Kebiasaan makan di atas tempat tidur bisa menarik perhatian serangga dan salah satunya kecoa.
Dan ketika Anda tengah tertidur pulas, bukan tidak mungkin jika serangga atau kecoa malah akan menyerang salah satu organ, terutama organ pendengaran alias telinga. Mengingat kotoran telinga adalah salah satu hal yang paling disukai oleh serangga.
"Jangan sampai dikarenakan kebiasaan “makan di atas tempat tidur” malah membuat serangga atau kecoa tadi menyerang masuk dan bermukim di dalam telinga Anda," tutur Dr Sean.

Melalui unggahan video berdurasi 93 detik di media sosial Tik Tok, Dr. Sam membagikan alasan mengapa dirinya tidak pernah makan di atas tempat tidur.
Dr Sam kemudian membagikan sebuah kisah dari seorang warga di Guangdong yang memiliki kebiasaan untuk membawa makanannya hingga ke atas ranjang. Warga Guangdong tersebut baru-baru ini dilarikan ke rumah sakit karena merasakan sakit yang sangat parah pada bagian telinganya.
Dokter pun memeriksa dengan seksama, dan menemukan kalau di dalam telinga pria tersebut telah bersarang 10 kecoa dan 1 kecoa Jerman.
“Selain mecari makan, kecoa adalah jenis serangga yang suka dengan bau dari kotoran telinga. Di samping itu, kecoa juga menyukai tempat yang gelap dan lembap,” terang Dr. Sam.
“1 kecoa cukup bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman. Apalagi ini sampai 11,” tambah Dr. Sam tidak percaya.

Dan jika organ telinga kemasukan serangga, apa yang sebaiknya dilakukan?
Menjawab pertanyaan di atas, Dokter Telinga Hidung dan Tenggorokan di Rumah Sakit Chang Gung Kaohsiung, Luo Sheng-dean (羅盛典) menuturkan agar warga jangan panik dan jangan berusaha mengorek telinga, karena tindakan ini dicemaskan malah bisa menciptakan luka baru pada bagian telinga.
Luo Sheng-dean melanjutkan, secara teori serangga tidak akan mengigit gendang telinga manusia. Langkah paling aman adalah membiarkan si serangga hingga ia keluar meninggalkan telinga.
“Tidak ada akses/jalan lain bagi serangga, karena telinga hanya memiliki satu jalan keluar,” terang Luo Sheng-dean.
Dan di saat inilah, warga bersangkutan bisa sembari langsung menuju klinik atau rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan.
Luo Sheng-dean melanjutkan, mengorek lubang telinga hanya akan membuat serangga panik. Begitu panik, maka serangga tersebut akan terus bergerak tidak karuan, yang dicemaskan akan merusak gendang telinga.
Ketika merasa terancam, serangga akan mengikuti nalurinya untuk memberikan perlawanan. Dan di saat ini, bukan tidak mungkin serangga bersangkutan akan mengigit gendang telinga. (Sumber Foto: LINE Today)
RTI Radio Taiwan International 










