Suhu udara di banyak negara di dunia diberitakan terus mencapai rekor tertinggi (terpanas), hal ini juga tidak terkecuali dengan Taiwan.
Salah seorang dokter yang bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menyampaikan, jumlah lansia yang terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena serangan hawa panas (heatstroke) terus mengalami peningkatan.
Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan (MOHW) menyampaikan bahwa jumlah warga yang terserang heatstroke selama liburan Festival Perahu Naga kembali mencetak rekor terbaru.
Dokter yang berjaga di IGD Rumah Sakit Universitas Nasional Taiwan menyampaikan bahwa selama liburan Festival Perahu Naga, jumlah warga lansia yang dilarikan ke rumah sakit dikarenakan serangan hawa panas meningkat drastis.

Salah seorang dokter menyampaikan bahwa ada seorang nenek yang dilaporkan jatuh tiba-tiba terjerembap di atas jalan aspal. Sang nenek diduga terserang hawa panas, yang membuat tubuhnya tidak tahan akhirnya jatuh pingsan.
Saat diantarkan ke IGD, suhu tubuh sang nenek diketahui berada di rentang 40C. Di samping itu, kulit sang nenek juga mengalami luka bakar yang cukup parah, karena langsung bersentuhan dengan aspal panas.
Dokter yang merawatnya menyampaikan, sang nenek harus dirawat secara intensif karena pada bagian otaknya juga mengalami penumpukan cairan berlebihan (hidrosefalus).
Menurut data statistik yang dikumpulkan oleh MOHW memperlihatkan bahwa hingga tanggal 20 Juni 2023, jumlah warga yang dilarikan ke rumah sakit karena hawa panas telah berada di angka 276.
Angka di atas hampir menyamai data pada sepanjang bulan Juni tahun 2022. Dan bukan tidak mungkin kalau angka pada tahun ini akan melampaui rekor-rekor sebelumnya.
Di lain pihak, Biro Klimatologi Sentral (CWB) menuturkan bahwa suhu udara pada sepekan ini akan terasa lebih terik dibandingkan pekan lalu, diimbau kepada khalayak luas untuk tetap menjawab kewaspadaan, terutama saat hendak beraktivitas di luar ruangan. (Sumber Foto: CNA News)
RTI Radio Taiwan International 










