History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

Anak Muda Taiwan Susah untuk Nabung, Statistik: Ada Sekitar 4,2 Juta Warga yang Gajinya Sudah Habis Sebelum Akhir Bulan

  • 11 June, 2023
Galeri
Anak Muda Taiwan Susah untuk Nabung, Statistik: Ada Sekitar 4,2 Juta Warga yang Gajinya Sudah Habis Sebelum Akhir Bulan

Apakah kamu adalah orang yang termasuk ke dalam golongan yang akan membelanjakan seluruh gaji yang ada sebelum akhir bulan tiba? Di Taiwan sendiri, orang seperti ini dikenal dengan isitilah 月光族 (baca: Yue Guang Zhu).

Menurut data yang dikumpulkan oleh institusi DGBAS (Direktorat Jenderal Bujet, Akuntansi dan Statitstik), ada hampir 46% pekerja kantoran di Taiwan yang merupakan golongan “Yue Guang Zhu”. 

Jumlah pekerja kantoran di Taiwan diketahui berada di kisaran 9,18 juta orang. Ini berarti ada sekitar 4,2 juta warga di Taiwan yang tidak mampu menyisihkan pemasukan untuk ditabung, dan tidak sedikit dari mereka yang hidup di luar kemampuan yang ada.

Selain itu, menurut DGBAS, alasan mengapa ada banyak “Yue Guang Zhu” yang tidak bisa menabung, karena kebiasaan zaman sekarang yang sangat konsumtif.

Menurut pemberitaan media TVBS, konsumsi masyarakat zaman now sangat beragam dan berkembang pesat, warga kian dimanjakan dengan kehadiran e-commerce, belanja online dan lain-lain.

Inovatif yang semakin memudahkan manusia disinyalir membuat sebagian orang tidak bisa “menahan” uang mereka untuk berbelanja. Apalagi banyak toko, baik fisik maupun online, yang gencar mempromosikan aneka diskon menarik.

Belum lagi dengan tawaran “bayar kredit”, yang memungkinkan seseorang untuk memiliki benda impian, tanpa harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak di satu kali waktu. “Jebakan-jebakan” menarik ini tentu sedikit banyak bisa mengubah pola berbelanja seseorang, dan bukan tidak mungkin akan membuat individu tertentu menjadi kian konsumtif.

Wakil Dekan Fakultas Manajemen dari Universitas Daye, Wang Chih-chien (汪志堅) menganilisis, banyak anak muda Taiwan yang saat ini tidak memiliki perencanaan untuk masa depan, sehingga mereka akan cenderung langsung menghabiskan seluruh pemasukan yang ada. Mayoritas anak muda sekarang cenderung tidak terlalu “ambil pusing” terhadap apa yang disebut dengan kebutuhan premier, sekunder atau tersier. (Sumber Foto: TVBS News)

Penyiar

Komentar