Insiden bongkahan besi dari lengan mobil derek jangkung (crane) yang jatuh dan menimpa kereta MRT Taichung pada pekan lalu menyisakan duka mendalam. Akibat peristiwa tersebut, 1 warga meninggal dunia, sedangkan 10 lainnya luka-luka.
Setelah insiden tersebut terjadi, perusahaan MRT Taichung segera menggelar rapat evaluasi, guna membahas kelayakan SOP dari MRT Taichung saat harus berhadapan dengan peristiwa kecelakaan darurat.
Rapat tersebut juga dihadiri oleh petinggi-petinggi MRT Taichung, tidak terkecuali dengan Kepala MRT Taichung, Lin Tay-liang (林良泰).
Dalam rapat tersebut, Lin Tay-liang sempat meminta kepada seluruh peserta untuk bertepuk tangan. Aksi tersebut kemudian mendatangkan kritik pedas dari masyarakat. Lin Tay-liang dianggap tidak respek terhadap para korban dan hanya memperburuk situasi yang sudah ada.

Sehari setelah insiden MRT Taichung terjadi, Lin Tay-liang menggelar pertemuan pers dengan para awak media. Dalam jumpa pers tersebut, Lin Tay-liang sempat mengatakan, “Tim media bukanlah para profesional yang bekerja di sektor transportasi.”
Di samping itu, Lin Tay-liangj juga mengatakan, “Bertepuk tanganlah untuk tim MRT Taichung. Bersemangatlah untuk diri kita sendiri.”
Pernyataan Lin Tay-liang tersebut akhirnya mendatangkan kecaman keras dari publik luas, bahkan Walikota Taichung, Lu Shiow-yen (盧秀燕) dengan lugas menyampaikan, “Pernyataan dia tidak pada tempatnya, sedikit congkak dan tidak pantas.”
Menghadapi kritik yang begitu besar, Lin Tay-liang akhirnya memutuskan mundur dari posisinya. Dalam postingan di Facebook, Lin Tay-liang menuliskan, “Tugas di MRT Taichung sudah usai, terima kasih MRT Taichung, terima kasih semuanya.”(Sumber Foto: 壹新聞)
RTI Radio Taiwan International 










