Meninggalnya seorang gadis berusia 3 tahun saat tengah menyeberang jalan di Tainan, menimbulkan kegemparan sosial di Taiwan.
Beberapa asosiasi pembela hak pejalan kaki berkumpul dan melancarkan aksi flash-mob di 6 kota utama di Taiwan secara serentak pada Minggu kemarin (14/5). Mereka mengenakan pakaian serba hitam sembari memegang payung dan membawa bunga carnation lalu menyeberang jalan.
Aksi flash-mob kemarin tersebut dilakukan selama kurang lebih 10 menit, dengan harapan agar fenomena “neraka bagi pejalan kaki” di Taiwan dapat segera berakhir.

Kegiatan flash-mob pada Minggu kemarin (14/5) dilakukan serentak di 6 kota utama Taiwan sekitar pukul 09:50 pagi hari. Para peserta berjalan mengitari kawasan perempatan penyebrangan jalan selama 10 menit lamanya.
Ratusan orang memutari empat perempatan penyebrangan jalan di Jalan Cheng Gong (成功路) dan Jalan Zhong Yi (忠義路), yang terletak di Distrik Utara, Kota Tainan. Ini adalah lokasi terjadinya tabrakan yang akhirnya menewaskan gadis berusia 3 tahun, saat dirinya tengah menyeberang jalan.

Sementara di Kaohsiung, aksi flash-mob pada hari Minggu kemarin dilakukan di persimpangan Jalan Hedong (河東路) dan Jalan Guomin (國民街), Distrik Xinxing. Pada tahun lalu, terjadi peristiwa tabrakan di kawasan ini, yang menewaskan 1 warga dan melukai 3 lainnya. Ada sekitar 200 warga yang ikut dalam kegiatan kemarin.
Sedangkan di kawasan Kota New Taipei, aksi flash-mob digelar di persimpangan Jalan Xingfu (幸福路) dengan Jalan Siyuan (思源路), Distrik Xinzhuang. Sepasang muda-mudi ditabrak oleh truk kecil saat tengah menyeberang jalan pada tahun 2020 silam. Akibat peristiwa tersebut, wanita muda mengalami cedera parah dan akhirnya tidak dapat diselamatkan. (Sumber Foto: 自由時報)
RTI Radio Taiwan International 










