Kecelakaan yang menimpa seorang ibu dan putri tiga tahunnya di Tainan membangkitkan perhatian masyarakat luas terhadap jaminan keamanan pejalan kaki di Taiwan.
Insiden memilukan tersebut sangat disayangkan dapat terjadi di Taiwan, yang notabene adalah salah satu negara maju di kawasan Asia Timur.
Menanggapi pemberitaan yang ramai diperbincangkan tersebut, Menteri Perhubungan, Wang Kwo-tsai (王國材), hari ini (10/5) menyampaikan bahwa dirinya sangat menyesal hal tersebut harus kembali terjadi menimpa salah satu warga.
Wang Kwo-tsai juga telah meminta kepada pemerintah kabupaten atau kota di Taiwan untuk secepatnya menerapkan waktu khusus bagi pejalan kaki menyeberang jalan. Dengan kata lain, nantinya ketika lampu penyeberang khusus pejalan kaki dinyalakan, maka seluruh kendaraan tidak boleh melintas.
Wang Kwo-tsai berharap, realisasi dari wacana di atas dapat segera terlaksana. Dengan demikian, tidak akan ada lagi peristiwa nahas yang harus merenggut para pejalan kaki, saat menyeberang jalan.

Sebelumnya, sempat terjadi beberapa kali insiden kendaraan bermotor yang menabrak para pejalan kaki saat mereka hendak menyeberang jalan di atas zebra cross. Bahkan beberapa kejadian tabrakan harus berakhir nahas, yakni menewaskan pejalan kaki bersangkutan.
Karena hal tersebutlah, Taiwan juga dijuluki sebagai kawasan “Neraka Bagi Pedestrian” oleh salah satu media internasional. (Sumber Foto: TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










