Pada bulan Maret, seorang Pekerja Migran asal Thailand yang diketahui bekerja di salah satu pabrik percetakan di Guishan, Taoyuan, mendapat perlakuan tidak pantas dari atasannya. Sang Pekerja Migran bersangkutan diberitakan ditampar oleh salah seorang supervisor.
Selang satu bulan kemudian, video yang merekam aksi tamparan tersebut tersebar di dunia maya, yang akhirnya mendatangkan kritikan dari banyak pihak perihal isu intimidasi atau perundungan di lingkungan kerja.
Pihak perusahaan percetakan diberitakan langsung mengambil tindakan tegas, saat peristiwa tersebut terjadi. Atasan yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut, juga sudah diberikan sanksi administratif oleh perusahaan.
Saat ditemui, pihak kepolisian Kota Taoyuan menyampaikan, ketika aksi tamparan terjadi, sang korban diketahui langsung menuju kantor polisi untuk mengadukan peristiwa yang ia alami. Tidak lama, sang supervisor dipanggil untuk memberikan keterangan di kantor polisi.
Supervisor yang diketahui bermarga Su tersebut (蘇姓) mengaku mabuk dan khilaf saat melakukan tindakan tidak terpuji tersebut. Setelah didamaikan oleh pihak kepolisian, Su akhirnya meminta maaf kepada sang PMA. Kedua belah pihak telah berdamai, dan gugatan dari PMA Thailand bersangkutan juga sudah dicabut.

Aksi tamparan tersebut terekam dalam sebuah video, dengan tanggal tertulis 12 Maret 2023, sekitar pukul 07:00 pagi. Dalam video bersangkutan, Su terlihat tengah memojokkan seorang PMA Thailand, sambil memarahi dan menunjuk-nunjuk hidungnya.
Tidak lama, Su menepuk bagian pipi kiri PMA dengan menggunakan jari telunjuk kanannya. Setelah itu, Su kemudian menampar sebanyak dua kali.
PMA yang ditampar tidak menunjukkan aksi perlawanan, ia hanya melipat kedua tangan di depan dada sambil menundukkan kepala. Saat Su melancarkan aksi tersebut, sebenarnya ada beberapa supervisor lain yang berada di lapangan, tetapi sayangnya tidak ada yang datang untuk menengahi, atau setidaknya menghentikan aksi Su. (Sumber Foto: 中時新聞網 dan TVBS News)
RTI Radio Taiwan International 










