History page of Radio Taiwan International (Rti)
close
RTISISegera unduh Aplikasi ini
Mulai
:::

RtiFM Online Jumat - 21 April 2023

  • 21 April, 2023
Pekan Interaktif - RtiFM Online Jumat

Bincang-bincang Berita

Saat kekeringan kembali melanda Taiwan selatan, Pemerintah Kota Kaohsiung telah menutup 12 kolam renang umum sejak Kamis, 20 April.

Dalam siaran persnya, Biro Pengembangan Olahraga Kota Kaohsiung mencantumkan kolam renang yang ditutup, termasuk tujuh kolam renang kota, Gushan, Zuoying, Sanmin, Cianjhen, Sinsing, Cijin, dan Youchang, serta kolam renang di lima pusat olahraga, kolam, Fengshan, Lingya, Zuoying, Cianjhen, dan Daliao. Bergantung pada persediaan air di kota, pusat komando kekeringan akan mengeluarkan kebijakan yang relevan untuk kolam pribadi.

Atlet yang berlatih di kolam renang umum masih dapat mengaksesnya, tetapi fasilitas shower tidak akan tersedia. Air di kolam juga tidak akan diisi ulang.

Biro Pengembangan Olahraga mengatakan tanggal pembukaan kembali kolam akan tergantung pada tingkat pasokan air. Terakhir kali, kolam ditutup karena kekeringan selama sekitar dua bulan.

Perenang profesional Tu Ming-min (凃明旻) dikutip mengatakan bahwa penutupan akan berdampak pada kinerja pelatihan dan kompetisi karena atlet harus beradaptasi dengan kolam baru ketika mereka berpindah lokasi. Dia menambahkan bahwa jika penutupan berlanjut, semua jenis kompetisi akan terpengaruh.

Namun, menurut Biro Pengembangan Olahraga, setelah Pertandingan Atletik Sekolah Menengah Nasional dimulai hari Sabtu (22 April), sebagian besar perenang akan berada di Taiwan utara. Oleh karena itu, penutupan kolam yang dimulai pada hari Kamis seharusnya tidak terlalu berdampak pada pelatihan.

Kolam renang umum di Kaohsiung (foto: Biro Pengembangan Olahraga Pemkot Kaohsiung)

Prosesi arak-arakan Tandu Dewi Mazu Dajia yang diadakan setahun sekali akan dimulai pada 21 April. Kelompok pecinta lingkungan "Greenpeace" telah membuat dua sepeda roda tiga nol emisi. Kedua sepeda ini akan mengikuti rute arak-arakan dan menyediakan layanan pengisian daya bertenaga surya bagi masyarakat untuk menyuarakan dampak perubahan iklim dan pentingnya energi terbarukan.

Prosesi arak-arakan Tandu Dewi Mazu Dajia tahunan akan dimulai pada 21 April larut malam dan akan berlangsung selama 9 hari 8 malam, melalui Taichung, Changhua, Yunlin, Chiayi, dengan total jarak lebih dari 300 kilometer dan jumlah peserta sekitar 5 juta orang.

Organisasi pecinta lingkungan "Greenpeace" dan Klenteng Xianse sebagai klenteng saudara di Distrik Sanchong, Kota New Taipei bersama-sama mengadakan konferensi pers “Lindungi Taiwan dari Bencana” di malam menjelang prosesi tanggal 14 April. Direktur Program Greenpeace Zhang Li-xin (張皪心) mengatakan, suhu di sepanjang rute arak-arakan Mazu Dajia adalah sekitar 25 hingga 26°C pada tahun 1988, sedangkan tahun ini mencapai 27 hingga 29°C. Jika pengurangan karbon tidak dilakukan secara aktif, suhu di sepanjang rute diperkirakan dapat melebihi 30°C pada 2050 dan akan terasa seperti 45°C bila dihitung menggunakan kelembaban sekitar 80% selama periode tersebut.

Dia berkata: "Kelembaban rata-rata sekitar 80%. Dibandingkan dengan suhu, sebenarnya, selama suhunya melebihi 30 derajat, suhu yang dirasakan tubuh sudah mencapai 37 derajat. Jika kita melihat tabel klasifikasi bahaya cedera termal, sebenarnya suhu sudah melonjak dari tingkat pertama ke tingkat kedua, dan akan mencapai tingkat ketiga pada tahun 2050. Gejala yang berkaitan dengan cedera panas akan segera muncul, seperti muntah, heatstroke, kepanasan parah, dll.”

Demi membangkitkan perhatian masyarakat terhadap perubahan iklim, "Greenpeace" membuat dua sepeda roda tiga nol emisi yang akan dikendarai oleh personel khusus dan mengikuti tim arak-arakan di sepanjang perjalanan untuk menyediakan layanan pengisian daya bagi umat. Zhang Hao-xin mengatakan, "Kami tahu sebenarnya ada banyak orang yang antusias untuk berbagi makanan, minuman, dan barang lainnya di sepanjang jalan. Jadi, kami ingin menggunakan energi terbarukan agar semua orang melihatnya. Ini sebenarnya adalah upaya baru. Kami juga berharap akan ada lebih banyak orang yang melihat isu perubahan iklim.”

Zhang Hao-xin menekankan, ketentuan nol emisi dan perumusan kebijakan pemerintah sangat penting. Mereka berharap, calon presiden 2024 harus menjadi "pemimpin iklim" yang visioner. Mereka juga meminta kandidat presiden untuk melindungi penyerap karbon alami, mengembangkan energi hijau yang beragam, dan mengadakan demonstrasi melalui transportasi, konstruksi, dan acara berskala besar. Hanya dengan menerapkan sepenuhnya kebijakan berslogan "nol emisi” ke dalam kehidupan masyarakat, maka Taiwan dapat mencapai masa depan yang benar-benar sukses.

Sepeda nol emisi untuk arak-arakan Dewi Mazu Dajia (foto: RTI)

FAKTA UNIK - Truk Sampah Taiwan

Mobil sampah di Taiwan memang biasanya memiliki warna kuning cerah. Hal ini karena warna kuning merupakan warna standar untuk kendaraan layanan umum di Taiwan, termasuk mobil sampah. Warna kuning yang cerah ini juga memudahkan pengemudi mobil sampah untuk dikenali oleh pengguna jalan dan menghindari kecelakaan.

Selain itu, warna kuning juga dipilih karena dapat mencerminkan kesegaran dan kebersihan. Warna kuning dianggap sebagai warna yang ceria dan menyenangkan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Mobil sampah Taiwan bunyinya mirip truk eskrim dan memutar musik "Fur Elise" karya komposer musik asal Jerman, Beethoven dan "A Maiden's Prayer" karya komposer Polandia, Tekla Bądarzewska-Baranowska.

Tahun 1969, Kaohsiung sudah memakai musik "A Maiden’s Prayer" untuk mobil sampahnya. Taiwan waktu itu sering impor mobil sampah dari Jepang dan orang Jepang memakai musik "A Maiden’s Prayer" untuk tanda di dalam gerbong kereta kalau kereta sudah tiba di stasiun.

Musik "Fur Elise" mulai digunakan tahun 1978, saat perusahaan EPSON asal Jepang menciptakan IC musik terbaru dan didalamnya memuat dua musik, yaitu "Fur Elise" dan "A Maiden’s Prayer".

Truk sampah di Taiwan (foto: Wikipedia)

Pekan Interaktif - Curhat Nano-nano 

Dalam segmen kali ini ada pertanyaan dari Kak Ibnu, terkait dengan daftar barang-barang apa saja yang diperbolehkan dan dilarang untuk dibawa ke Taiwan dan begitu juga sebaliknya, apa yang diperbolehkan dan dilarang untuk dibawa ke Indonesia.

Bawaan koper atau tas ketika naik pesawat secara umum:

- koper bagasi saat ini dihitung per buah. 1 koper berdasarkan ketentuan terbaru adalah 23 kg.

- barang-barang yang dilarang antara lain adalah benda-benda yang bisa meledak, pemantik api, benda-benda beracun, cash box, skuter swaimbang, benda-benda mengandung radio aktif, baterai, magnet, senjata api, termasuk replikanya.

- barang-barang yang tidak diperbolehkan ada di dalam koper atau tas kabin adalah senjata api dan replikanya, barang-barang yang bisa meledak, senjata tajam, gas, aneka benda tajam, besi pemukul, benda-benda mengandung radioaktif.

Ilustrasi koper di bandara (foto: Shutterstock)

Bawaan ke Indonesia:

- barang yang digunakan atau dipakai penumpang maksimum harganya adalah US$ 500

- rokok diperbolehkan dengan jumlah maksimum 200 batang per penumpang, 25 cerutu, 100 gr tembakau iris, dan 1 liter minuman beralkohol.

- ponsel dibatasi 2 buah untuk setiap penumpang dan perlu mendaftar IMEI jika belum terdaftar.

- obat-obatan, senjata, hewan, tumbuhan, dan uang tunai dalam jumlah besar wajib dilaporkan.

Bawaan ke Taiwan: 

- seluruh jenis daging mentah dan produk yang mengandung daging, termasuk unggas dilarang untuk dibawa ke Taiwan.

- jika melanggar akan dikenakan denda, dengan denda maksimum NT$ 200.000.

- tanaman hidup dan produk pertanian atau produk nabati yang dapat berjamur serta belum diolah tidak boleh dibawa ke Taiwan.

- rempah-rempah, kacang-kacangan, biji-bijian, aneka jamur segar, pupuk organik, tanah, dan kayu-kayuan dilarang untuk dibawa ke Taiwan.

- batas uang tunai yang diperbolehkan untuk dibawa ke Taiwan per orang adalah NT$ 100.000 (sekitar 50 juta rupiah), sementara barang berharga seperti perhiasan emas atau permata tidak boleh lebih dari NT$ 270.000 (sekitar 140 juta rupiah). 

- minuman beralkohol yang diperbolehkan untuk masuk ke Taiwan hanya sebanyak 1 botol dengan jumlah maksimum 1 liter.

- kamu diperbolehkan untuk membawa rokok dan tembakau ke Taiwan sebanyak 1 karton (1 slop) untuk rokok, sementara tembakau kering biasa sebanyak 450 gr (maksimum). 

Untuk keterangan lebih lengkapnya, sila dengarkan acara ini.

Penyiar

Komentar